PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id — Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kota Probolinggo baru mencapai sekitar 18 persen, menurut Wakil Wali Kota Probolinggo Ina Dwi Lestari. Ia meminta percepatan aktivasi melalui pelibatan berbagai unsur masyarakat untuk mendukung keterpaduan data bantuan sosial.
Ina menyampaikan hal tersebut saat membuka Sosialisasi Administrasi Kependudukan dan IKD dalam rangka mendukung Program Perlindungan Sosial (Perlinsos) 2026 di Gedung Pertemuan Paseban Sena, Rabu (14/10) pagi.
Dalam arahannya, Ina menekankan pentingnya peran camat, lurah, ketua RT/RW, dan agen IKD untuk mendorong masyarakat melakukan aktivasi. Menurutnya, kesiapan daerah dalam melaksanakan program pemerintah pusat perlu mendapat perhatian agar alokasi anggaran dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Apalagi di Kota Probolinggo saat ini pencapaian aktivasi IKD baru sekitar 18 persen,” kata Ina Dwi Lestari.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan sosialisasi tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ina berharap para peserta dapat meneruskan pemahaman mengenai IKD kepada masyarakat sehingga upaya tersebut berlanjut dalam kegiatan nyata di lingkungan masing-masing.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Probolinggo, Rudi Hermanto, menjelaskan bahwa sosialisasi tersebut bertujuan mendukung perluasan digitalisasi bantuan sosial, memperkuat peran RT/RW dalam membantu warga menggunakan IKD, serta meningkatkan pemahaman dan pencapaian aktivasi identitas digital.
Dukungan terhadap upaya tersebut juga disampaikan Yanti Istiadiati, peserta sosialisasi yang mewakili RW 11 Kelurahan Mangunharjo. Ia menyatakan ingin membantu warga di lingkungannya, khususnya warga lanjut usia yang belum memahami cara mengaktifkan IKD.
Yanti menilai keterlibatan warga yang memahami proses aktivasi dapat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan. Ia berharap pendampingan tersebut turut mendukung penyaluran bantuan sosial secara tepat sasaran dan sesuai peruntukannya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar