LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Pembangunan lima ruas jalan perdesaan melalui program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW) 2026 di Kabupaten Lamongan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung program prioritas Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).
Salah satu pekerjaan berada di ruas Sumberagung–Sedayulawas yang direncanakan membentang sepanjang 2,47 kilometer. Berdasarkan data yang dihimpun, progres pengerjaan ruas tersebut telah mencapai 55 persen.
Selain ruas Sumberagung–Sedayulawas, program PISEW 2026 mencakup pembangunan jalan Sidomlangean–Nglebur dan Kedungbanjar–Kedungdadi di Kecamatan Kedungpring. Pekerjaan di ruas Sidomlangean–Nglebur meliputi jalan sepanjang 360 meter di Desa Sidomlangean dan 180 meter di Desa Nglebur.
Sementara itu, pembangunan ruas Kedungbanjar–Kedungdadi mencakup jalan sepanjang 271 meter di Desa Kedungbanjar dan 150 meter di Desa Kedungdadi.
Dua ruas lainnya berada di Kecamatan Kalitengah dan Kecamatan Sukorame. Jalan Pucangtelu–Pucangro di Kecamatan Kalitengah dibangun sepanjang 398,3 meter, sedangkan ruas Sembung–Bangle di Kecamatan Sukorame memiliki panjang 455 meter.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi bersama anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Ali Mufthi meninjau pekerjaan infrastruktur PISEW, termasuk ruas Sumberagung–Sedayulawas. Peninjauan tersebut bertujuan memastikan pembangunan berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Yuhronur mengatakan, program PISEW menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat infrastruktur sekaligus merealisasikan program prioritas Jamula.
“Peninjauan ini untuk memastikan program berjalan tepat sasaran dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. PISEW juga menjadi bagian dari upaya kita memperkuat infrastruktur di Lamongan, sekaligus mendukung realisasi program prioritas Jamula,” tutur Yuhronur.
Ali Mufthi menilai pembangunan infrastruktur perdesaan berperan penting dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat, terutama sektor pertanian. Akses jalan yang memadai diharapkan memperlancar mobilitas petani dan distribusi hasil produksi.
Menurutnya, peningkatan aksesibilitas menjadi penting bagi Lamongan yang memiliki potensi pertanian besar sebagai salah satu penopang lumbung pangan nasional.
Selain pembangunan jalan, peninjauan juga mencakup pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) Kabupaten Lamongan Tahun Anggaran 2026.
Berdasarkan data per 13 Oktober 2026, program tersebut mencakup empat desa dengan target total 276 sambungan rumah (SR).
Desa Datinawong di Kecamatan Babat menargetkan 76 sambungan rumah dengan progres pengerjaan 39 persen. Desa Sumberwudi di Kecamatan Karanggeneng memiliki target 65 sambungan rumah dengan progres 21,04 persen.
Di Kecamatan Laren, Desa Pesanggrahan menargetkan 65 sambungan rumah dengan progres 31 persen. Adapun Desa Tejoasri menargetkan 70 sambungan rumah dengan progres pengerjaan 28,50 persen.
Pembangunan jalan perdesaan dan penyediaan akses air minum tersebut menjadi dua bagian dari upaya memperkuat infrastruktur dasar di Lamongan. Pelaksanaannya diharapkan mendukung konektivitas antarwilayah, memperlancar kegiatan ekonomi, serta memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar