MATARAM, RadarBangsa.co.id — Tim medis RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram memperkuat koordinasi dan sistem komunikasi darurat untuk mendukung keselamatan pembalap selama MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Internasional Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kesiapan tersebut mencakup penggunaan perangkat komunikasi handy talky (HT), koordinasi terpusat melalui Chief Medical Officer (CMO), serta prosedur pelaporan dan konfirmasi informasi sebelum tindakan medis dilakukan.
Kepala PSC MEMS 119 RSUD H. Moh. Ruslan, M. Kurniawan Jauhari, S.Kep., Ners, menyampaikan kesiapan tersebut mewakili Direktur RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp. F.E.R., M.Kes., M.Sc.
Eka Nurhayati menjelaskan bahwa keberhasilan pelayanan medis dalam ajang internasional tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan dan peralatan, tetapi juga kecepatan komunikasi, ketepatan pengambilan keputusan, serta kedisiplinan personel menjalankan standar operasional prosedur (SOP).
“Ketika terjadi insiden atau kecelakaan (crash), leader tim akan melaporkan kejadian kepada CMO menggunakan format laporan yang sebelumnya telah dilatihkan. Selanjutnya, CMO memberikan instruksi mengenai langkah penanganan yang harus dilakukan, termasuk apakah pembalap perlu menjalani pemeriksaan lanjutan di medical center,” jelas Eka Nurhayati.
Setiap tim menggunakan saluran komunikasi khusus yang terhubung dengan CMO. Untuk memastikan informasi diterima dengan benar, petugas menerapkan metode read-back, yakni mengulang atau mengonfirmasi pesan yang diterima sebelum menjalankan instruksi.
Konfirmasi meliputi lokasi kejadian, jenis insiden, tingkat kegawatan, serta kebutuhan tenaga dan peralatan medis. Mekanisme ini ditujukan untuk menyamakan pemahaman seluruh personel, terutama ketika situasi membutuhkan respons cepat.
Penanganan pembalap yang mengalami kecelakaan juga diawali dengan pemeriksaan kondisi Airway, Breathing, dan Circulation (ABC), yaitu jalan napas, pernapasan, dan sirkulasi darah.
Jika ditemukan gangguan pada salah satu aspek tersebut, tim segera melaporkannya kepada CMO untuk mendapatkan arahan lanjutan. Petugas kemudian memberikan pertolongan awal, melakukan stabilisasi kondisi pasien, dan mengevakuasi sesuai tingkat kegawatan serta prosedur medis yang berlaku.
“Hal yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah mekanisme cedera yang terjadi. Setelah itu, tim melakukan pemeriksaan cepat terhadap kondisi ABC pembalap. Jika ditemukan masalah, kami segera melaporkan kepada CMO, kemudian melakukan penanganan awal, stabilisasi, dan evakuasi sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Kesiapan tersebut dibangun melalui latihan dan simulasi selama masa persiapan. Setiap personel dituntut memahami pembagian tugas, menggunakan terminologi komunikasi yang telah disepakati, serta mengikuti alur koordinasi dan SOP.
Dalam penanganan kecelakaan, tim medis juga harus memastikan area aman sebelum memberikan pertolongan. Sementara itu, tim marshal memasang penanda khusus berupa doctor barrier untuk menandai area yang sedang digunakan dalam proses penanganan medis.
Menurut Eka Nurhayati, pelaksanaan hari pertama kegiatan berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti. Evaluasi awal tersebut menjadi dorongan bagi personel untuk mempertahankan kesiapsiagaan selama rangkaian MotoGP Mandalika 2026 berlangsung.
“Alhamdulillah, untuk hari pertama berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala. Kami berharap seluruh tim tetap menjaga kesiapan, profesionalisme, dan koordinasi agar pelayanan medis dapat berjalan optimal selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.
Penguatan komunikasi, latihan teknis, dan penerapan prosedur kegawatdaruratan menjadi bagian dari upaya RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mendukung pelayanan kesehatan selama ajang balap motor internasional tersebut. Koordinasi yang terstruktur diharapkan membantu tim memberikan penanganan sesuai kebutuhan medis ketika terjadi insiden.
Penulis : Aini
Editor : Zainul Arifin


















Komentar