Direktur RSUD H Moh. Ruslan Jadi Narasumber FRES 2026

Jumat, 9 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, terkait keikutsertaannya sebagai narasumber FRES 2026 di Bandung. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Foto dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, terkait keikutsertaannya sebagai narasumber FRES 2026 di Bandung. (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

BANDUNG, RadarBangsa.co.id — Pengembangan akses dan kebijakan pelayanan fertilitas menjadi salah satu topik yang dibahas dalam National Congress of Fertility & Reproductive Endocrinology – Fertility and Reproductive Endocrinology Summit (FRES) 2026 di Bandung. Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK. Eka Nurhayati, Sp.OG., Subsp.FER., M.Kes., M.Sc., dipercaya menjadi salah satu narasumber dalam forum ilmiah nasional tersebut.

FRES 2026 berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di Holiday Inn Pasteur, Bandung. Dalam sesi ke-4 bertajuk “Isu Khusus dan Holistik dalam Manajemen Infertilitas”, Eka Nurhayati dijadwalkan menyampaikan materi berjudul “Akses, Kebijakan, dan Masa Depan Pelayanan Fertilitas di Indonesia”.

Topik tersebut menyoroti sejumlah aspek penting dalam pengembangan layanan fertilitas, mulai dari keterjangkauan akses, kebijakan kesehatan, peningkatan kompetensi tenaga medis, hingga arah inovasi pelayanan di masa mendatang.

Keterlibatan Eka Nurhayati membawa perspektif fasilitas kesehatan daerah ke dalam pembahasan tingkat nasional. Pengalamannya sebagai direktur rumah sakit sekaligus dokter spesialis obstetri dan ginekologi dengan subspesialis fertilitas dan endokrinologi reproduksi menjadi bagian dari latar belakang keikutsertaannya dalam forum tersebut.

Pelayanan fertilitas tidak hanya berkaitan dengan penanganan klinis, tetapi juga membutuhkan dukungan sistem kesehatan yang memungkinkan masyarakat memperoleh layanan berkualitas. Karena itu, pembahasan mengenai akses dan kebijakan menjadi bagian penting dalam merumuskan arah pengembangan layanan kesehatan reproduksi.

Melalui forum ini, pengalaman pelayanan kesehatan dari daerah mendapat ruang untuk dibagikan dan diperbandingkan dengan perkembangan keilmuan serta praktik layanan fertilitas di tingkat nasional.

FRES 2026 mengusung tema “Empowering Reproductive Endocrinology and Infertility Clinicians: Dedicated to Care, Driven by Innovation, Defined by Success.” Forum tersebut menjadi wadah bagi klinisi dan praktisi untuk bertukar pengetahuan, pengalaman, serta informasi mengenai perkembangan terbaru bidang fertilitas dan endokrinologi reproduksi.

Selain menjadi ruang diskusi ilmiah, pertemuan tersebut membuka kesempatan bagi para tenaga kesehatan untuk memperluas jejaring profesional dan memperkuat kolaborasi antarinstitusi. Pertukaran pengalaman diharapkan dapat memperkaya perspektif dalam menghadapi tantangan pelayanan kesehatan reproduksi.

Bagi RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, partisipasi direkturnya dalam forum nasional ini menjadi bagian dari keterlibatan rumah sakit dalam mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi kesehatan. Penguatan kompetensi, kolaborasi, dan inovasi merupakan aspek yang relevan bagi upaya pengembangan mutu pelayanan.

Pembahasan mengenai masa depan pelayanan fertilitas juga menempatkan kebutuhan pasien sebagai perhatian penting. Pengembangan layanan memerlukan pendekatan yang memperhatikan aspek klinis sekaligus dukungan kebijakan dan akses, sehingga pelayanan dapat terus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.

Keterlibatan dalam FRES 2026 menjadi kesempatan untuk berkontribusi dalam diskusi mengenai arah pelayanan fertilitas di Indonesia, termasuk tantangan dan peluang pengembangannya dari perspektif rumah sakit daerah.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jember Siapkan 38 Mobil Cinta, 31 Unit Siap Antar Pasien Pulang Gratis
Wajah Tiba-Tiba Mencong, Jangan Panik Dulu! dr. Agustina Bongkar Bedanya Bell’s Palsy dan Stroke
Bukan Sekadar Jamban, Tim Nasional Uji Perubahan Perilaku Warga Sidoarjo

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:08

Jember Siapkan 38 Mobil Cinta, 31 Unit Siap Antar Pasien Pulang Gratis

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:33

Direktur RSUD H Moh. Ruslan Jadi Narasumber FRES 2026

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:11

Wajah Tiba-Tiba Mencong, Jangan Panik Dulu! dr. Agustina Bongkar Bedanya Bell’s Palsy dan Stroke

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:43

Bukan Sekadar Jamban, Tim Nasional Uji Perubahan Perilaku Warga Sidoarjo

Berita Terbaru