Operasi Gratis Jember Tangani 12 Pasien, Satu dari Probolinggo

Sabtu, 17 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran pemerintah daerah dan pihak rumah sakit dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember, Sabtu (17/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran pemerintah daerah dan pihak rumah sakit dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di RSD dr. Soebandi Jember, Sabtu (17/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

JEMBER, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 12 pasien menjalani operasi gratis untuk menangani kelainan bawaan dalam kegiatan bakti sosial kesehatan di Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi Jember, Sabtu (17/10/2026). Salah satu pasien berasal dari Kota Probolinggo, menunjukkan bahwa layanan tersebut juga menjangkau masyarakat di luar Kabupaten Jember.

Kegiatan bertajuk Jember Cinta Kesehatan ini digelar Pemerintah Kabupaten Jember untuk melengkapi layanan Universal Health Coverage (UHC), khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tertentu, menghadapi antrean tindakan, atau mengalami kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.

Sebanyak 12 pasien yang ditangani memiliki beragam kelainan bawaan, mulai dari bibir sumbing dan kelainan langit-langit mulut hingga gangguan pada saluran kencing, genitalia, serta anggota gerak tangan dan kaki.

Bupati Jember Gus Fawait mengatakan program tersebut merupakan wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan. Ia juga menjelaskan bahwa pelayanan bagi pasien dari luar Kabupaten Jember tidak menggunakan APBD.

“Bagi pasien yang di luar Kabupaten Jember, tidak usah khawatir, kita tidak pakai APBD. Yang jelas, insyaallah semua kegiatan kami sudah membaca aturannya. Pelayanan dasar masyarakat terutama yang tidak mampu, ini betul-betul terpenuhi,” ujar Gus Fawait.

Ia turut memperkenalkan semangat Salam Cinta dari Jember untuk Jawa Timur sebagai upaya memperluas manfaat pelayanan kesehatan bagi masyarakat lintas daerah. Menurutnya, pasien dari luar Kabupaten Jember tetap dapat memperoleh akses layanan sesuai ketentuan yang berlaku.

Ketua Tim Ahli Kesehatan Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D), Dr. dr. Ulfa Elfiani, M.Kes., Sp.BP-RE, Subsp. LBL (K), menjelaskan bahwa bakti sosial kesehatan tersebut merupakan program berkelanjutan yang telah dirancang sejak Agustus 2026 dan dijadwalkan berlangsung hingga akhir Desember 2026.

Ia mengatakan program ini diarahkan untuk membantu pasien yang harus menunggu antrean tindakan medis maupun masyarakat yang kesulitan menjangkau layanan kesehatan akibat kendala geografis, sosial ekonomi, dan budaya.

“Tujuan utama esensi dari bakti sosial adalah untuk melengkapi layanan kesehatan, terutama untuk kasus-kasus yang penanganannya antre dan kasus-kasus di mana masyarakat akses untuk mendapatkan pelayanan sangat sulit karena faktor geografis, sosial ekonomi, dan budaya,” ungkap Ulfa.

Pelaksana Tugas Direktur RSD dr. Soebandi Jember, dr. Andre Kusuma, Sp.BS, F.N-Vas, menyatakan rumah sakit terbuka bagi masyarakat dari berbagai daerah yang ingin berkonsultasi dan menjalani penanganan medis.

Ia menyebut target program tersebut sekitar 10.000 pasien melalui sejumlah jenis layanan bakti sosial. Layanan yang direncanakan mencakup penggunaan kacamata, operasi bibir sumbing, operasi katarak, penanganan kelainan kaki dan jari tangan, kelainan saluran kencing, hingga kepala membesar.

“Bagi yang dari daerah lain, kabupaten lain, kota lain bisa melakukan pemeriksaan ke Jember ke Rumah Sakit dr. Soebandi,” jelas Andre.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Jember Gus Fawait hadir bersama Ketua DPRD Jember H. Ahmad Halim, S.Sos., jajaran kepala organisasi perangkat daerah (OPD), pimpinan RSD dr. Soebandi, direktur RSD Kalisat dan RSD Balung, serta jajaran TP3D dan undangan lainnya.

Melalui program ini, Pemerintah Kabupaten Jember berharap masyarakat yang membutuhkan tindakan medis dapat memperoleh penanganan tanpa terhambat antrean panjang maupun keterbatasan akses. Program tersebut direncanakan terus berjalan hingga akhir Desember 2026.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Stunting Lamongan Turun Jadi 4,06 Persen, PKK Perkuat Klunting
12 Tahun Operasi Katarak Gratis Banyuwangi, Ribuan Warga Terbantu
PKG di Puskesmas Kamal Baru 41 Persen, Bangkalan Perkuat Sosialisasi
MotoGP Mandalika 2026, Begini Sistem Respons Darurat Tim Medis
RSUD Ruslan Mataram Edukasi Pasien soal Kecemasan dan Insomnia
Jember Siapkan 38 Mobil Cinta, 31 Unit Siap Antar Pasien Pulang Gratis
Direktur RSUD H Moh. Ruslan Jadi Narasumber FRES 2026
Wajah Tiba-Tiba Mencong, Jangan Panik Dulu! dr. Agustina Bongkar Bedanya Bell’s Palsy dan Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 18:45

Operasi Gratis Jember Tangani 12 Pasien, Satu dari Probolinggo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:24

Stunting Lamongan Turun Jadi 4,06 Persen, PKK Perkuat Klunting

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:43

12 Tahun Operasi Katarak Gratis Banyuwangi, Ribuan Warga Terbantu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 07:38

PKG di Puskesmas Kamal Baru 41 Persen, Bangkalan Perkuat Sosialisasi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 01:14

MotoGP Mandalika 2026, Begini Sistem Respons Darurat Tim Medis

Berita Terbaru