SIDOARJO, RadarBangsa.co.id β Sebanyak 16 sekolah di Kabupaten Sidoarjo menerima Penghargaan Sekolah Adiwiyata 2026. Bupati Sidoarjo Subandi meminta penghargaan tersebut diikuti perubahan nyata dalam perilaku warga sekolah, mulai dari menjaga kebersihan hingga mengembangkan inovasi pengelolaan sampah.
Pesan itu disampaikan Subandi saat penyerahan Penghargaan Sekolah Adiwiyata Kabupaten Sidoarjo Tahun 2026 di Ruang Transit Pendopo Delta Wibawa, Jumat (16/10/2026).
Menurut Subandi, keberhasilan program Adiwiyata tidak cukup diukur dari penghargaan yang diterima. Sekolah harus konsisten membangun kebiasaan memilah sampah, merawat lingkungan, serta melibatkan seluruh warga sekolah dalam kegiatan yang berkelanjutan.
“Langkah ini tentunya berdampak pada tumbuhnya sumber daya manusia (SDM) yang peduli lingkungan sekaligus mewujudkan Sidoarjo yang bersih, indah, dan asri,” kata Subandi.
Ia juga meminta sekolah penerima penghargaan mengajak satuan pendidikan lain menerapkan praktik serupa. Dengan begitu, upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan tidak berhenti di sekolah yang telah mendapat pengakuan.
“Sekolah yang sudah mendapatkan penghargaan ini harus terus meningkatkan kepeduliannya dan mengajak sekolah-sekolah lain untuk melakukan hal yang sama. Kita jaga keindahan dan kebersihan lingkungan. Ini jihad bersama,” tegasnya.
Salah satu contoh praktik pengelolaan lingkungan datang dari SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh. Sekolah tersebut memanfaatkan plastik untuk membuat ecobrick dan mengolah sisa makanan untuk budidaya maggot black soldier fly (BSF).
Maggot hasil budidaya digunakan sebagai pakan ikan dan ayam, sedangkan sisa media budidayanya dimanfaatkan kembali. Praktik ini menunjukkan salah satu cara sekolah mengolah sampah sekaligus memanfaatkan kembali hasil pengolahannya.
Koordinator Adiwiyata sekolah tersebut, Deby Nur, mengatakan pihaknya terus melakukan pembenahan dengan pendampingan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Sidoarjo untuk mempersiapkan diri menuju tingkat nasional.
DLHK Sidoarjo sebelumnya juga melakukan pendampingan penyusunan dokumen bagi 43 calon Sekolah Adiwiyata Nasional 2026. Pendampingan itu mencakup kebijakan berwawasan lingkungan, kurikulum berbasis lingkungan, kegiatan partisipatif, serta pengelolaan sarana pendukung ramah lingkungan.
Program Adiwiyata berkaitan dengan Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS). Melalui program tersebut, sekolah didorong membangun kebijakan dan kegiatan yang menumbuhkan kepedulian lingkungan di kalangan warga sekolah.
Sebanyak 16 penerima penghargaan tingkat Kabupaten Sidoarjo tahun ini terdiri atas MTsN 2 Sidoarjo, SMPIT Darul Fikri, SMPN 3 Sidoarjo, MINU KH Mukmin, SMPN 1 Candi, MTsN 3 Sidoarjo, SMPN 3 Krian, SDN Entalsewu, SMPN Tulangan, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh, SDN Punggul 2, SMPN 2 Waru, SSN Jenggot, SDN Keret, SMPN 2 Sidoarjo, dan SDN Sedati Agung.
Setiap sekolah memperoleh uang pembinaan sebesar Rp3 juta dan dua unit tempat sampah terpilah. Bantuan tersebut diharapkan mendukung keberlanjutan kegiatan pengelolaan lingkungan di masing-masing sekolah.
Subandi berharap penghargaan Adiwiyata dapat mendorong perubahan yang lebih luas, dari lingkungan sekolah hingga rumah tangga. Ia menekankan bahwa persoalan sampah dan kebersihan membutuhkan keterlibatan pemerintah, sekolah, dan masyarakat.
Penulis : Tom
Editor : Zainul Arifin


















Komentar