SUMENEP, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 450 murid SMA, SMK, dan SLB di Madura Raya menerima bantuan afirmasi pendidikan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Bantuan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di SMAN 2 Sumenep, Rabu (14/10/2026), untuk membantu pelajar dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Penerima bantuan berasal dari empat kabupaten di Madura. Rinciannya, 113 murid dari Sumenep, 114 murid dari Pamekasan, 110 murid dari Sampang, dan 113 murid dari Bangkalan.
Program tersebut merupakan bagian dari kebijakan afirmasi pendidikan Pemprov Jawa Timur yang mengalokasikan anggaran Rp50 miliar untuk 50 ribu pelajar. Setiap murid SMA, SMK, dan SLB yang memenuhi kriteria penerima, yakni berasal dari kelompok desil 1 hingga desil 4, mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta.
Khofifah menegaskan, kondisi ekonomi keluarga tidak semestinya menghalangi anak memperoleh pendidikan yang layak. Pemerintah, menurutnya, perlu memastikan kesempatan belajar terbuka bagi seluruh anak, termasuk mereka yang menghadapi keterbatasan finansial.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan bahwa setiap anak di Jawa Timur, termasuk anak-anak di wilayah Madura Raya, memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, mengembangkan potensi diri, dan meraih cita-citanya. Jangan sampai ada anak yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi,” jelas Khofifah.
Penyaluran bantuan dilakukan ke berbagai daerah sejak awal Oktober sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Langkah ini sekaligus menjadi upaya pemerintah mendekatkan dukungan pendidikan kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Kita keliling ke berbagai daerah mulai awal Oktober sebagai rangkaian hari jadi Pemprov Jatim,” ujarnya.
Menurut Khofifah, bantuan afirmasi tidak hanya membantu meringankan pengeluaran keluarga, tetapi juga mendukung keberlanjutan pendidikan peserta didik. Dukungan tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko putus sekolah sekaligus memberi ruang bagi murid untuk lebih fokus belajar.
Pada jenjang SMK, bantuan pendidikan juga diharapkan mendukung persiapan siswa memasuki dunia kerja atau mengembangkan usaha secara mandiri. Sementara bagi murid SLB, program afirmasi menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sesuai kebutuhan peserta didik.
Khofifah menilai pemerataan akses pendidikan merupakan salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, dukungan kepada pelajar dari keluarga yang membutuhkan perlu terus diperkuat agar mereka dapat menyelesaikan pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
Salah satu penerima bantuan, Diaz Maulana (18), siswa kelas XII SMAN 2 Sumenep, mengaku senang menerima bantuan tersebut. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelajar memperoleh dukungan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan.
“Semoga bisa terus membantu banyak siswa sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan ekonominya sekaligus program afirmasi bisa terus dilakukan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar