SUKABUMI, RadarBangsa.co.id — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan 100 paket pelatihan vokasi bagi 1.600 calon peserta melalui program Tailor Made Training (TMT) Batch 2 di Sukabumi, Jawa Barat. Program yang diluncurkan pada Minggu (11/10/2026) ini mencakup 11 jenis pelatihan dalam empat klaster ekonomi.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, program tersebut dirancang agar keterampilan peserta sesuai dengan kebutuhan pasar kerja lokal. Dengan begitu, peserta diharapkan memiliki bekal untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
“Program ini dirancang khusus berbasis kebutuhan pasar kerja lokal guna mencetak tenaga kerja yang mandiri dan berdaya saing,” ujar Yassierli saat membuka TMT Batch 2. Sebanyak 400 peserta menghadiri kegiatan pembukaan tersebut.
Pelatihan dijadwalkan mulai 19 Oktober 2026 dan berlangsung selama dua pekan. Materinya mencakup keterampilan digital, perkantoran, kuliner, garmen, fesyen, hingga kecantikan.
Pada klaster Ekonomi Digital, Perkantoran, dan Komunikasi, peserta dapat mengikuti pelatihan Practical Office Advance, Content Creator, dan Public Speaking.
Klaster Pangan dan Kuliner mencakup pelatihan Pangan Kuliner, Roti dan Kue, Peracikan Minuman Kopi, serta Pengelolaan Kelembagaan Brigade Pangan. Sementara itu, klaster Garmen dan Fesyen meliputi Menjahit Pakaian, Pembuatan Pakaian dengan Mesin Jahit, dan Operasi Mesin Jahit. Adapun klaster Kecantikan menyediakan pelatihan Rias Wajah.
Yassierli meminta peserta mengikuti pelatihan secara serius agar benar-benar menguasai keterampilan yang diajarkan. Ia menegaskan, sertifikat pelatihan harus diberikan berdasarkan kemampuan nyata, bukan sekadar penyelesaian program.
“Sertifikat itu hanya diberikan kalau memiliki skill. Jadi, siapkan diri Anda. Instrukturnya sudah teruji puluhan tahun. Instruktur punya jejaring dan pengalaman yang luar biasa, manfaatkan,” katanya.
Menurut Yassierli, keberhasilan program tidak cukup diukur dari selesainya pelatihan. Keterampilan yang diperoleh peserta juga perlu ditindaklanjuti dengan akses menuju pekerjaan atau peluang usaha.
Karena itu, ia mendorong pemerintah daerah membantu lulusan memperoleh informasi lowongan kerja, akses permodalan, pasar, serta pendampingan usaha sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut diharapkan membuat keterampilan peserta lebih mudah dimanfaatkan setelah pelatihan berakhir.
Yassierli juga mengaitkan pengembangan keterampilan tenaga kerja dengan target Indonesia Emas 2045. Ia menilai, upaya mencapai target tersebut perlu ditopang oleh peningkatan kompetensi masyarakat, termasuk melalui pelatihan vokasi di daerah.
“Indonesia Emas 2045 tak akan terwujud hanya dari ruang-ruang rapat di Jakarta. Ia dibangun dari ruang-ruang pelatihan seperti ini, dari tangan-tangan terampil anak muda di Sukabumi dan di seluruh penjuru Nusantara,” ujar Yassierli.
Pelaksanaan TMT Batch 2 melibatkan mitra pemerintah daerah, yakni UPT BLK pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Sukabumi, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sukabumi, Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, serta Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi.
Program ini juga melibatkan Yayasan Al Furqon Kebonjati, Yayasan Sigma Indonesia Sinergi, Yayasan Madani Tegallega, dan LPK Badami dari unsur masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar