Khofifah Salurkan Bantuan Rp17,36 Miliar untuk Warga Sumenep

Sabtu, 17 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Sumenep, Rabu (14/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Sumenep, Rabu (14/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

SUMENEP, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyalurkan bantuan senilai total Rp17,36 miliar untuk masyarakat Kabupaten Sumenep dalam kegiatan Sapa Bansos dan Bakti Sosial di Pantai Slopeng, Rabu (14/10/2026). Bantuan tersebut mencakup program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, pengembangan desa, hingga dukungan infrastruktur.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari puncak peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Program yang diberikan menyasar keluarga penerima manfaat, penyandang disabilitas, kelompok usaha, masyarakat desa, nelayan, petani, serta para pendamping dan relawan sosial.

Dari total bantuan yang disalurkan, alokasi melalui Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur mencapai Rp6,9598 miliar. Di dalamnya terdapat Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp5,76 miliar untuk 2.880 keluarga, dengan bantuan masing-masing Rp2 juta per tahun.

Pemprov Jatim juga mengalokasikan Rp381,6 juta untuk 106 penerima bantuan Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD). Setiap penerima memperoleh Rp3,6 juta per tahun. Sementara itu, bantuan langsung tunai dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp27 juta diberikan kepada 27 buruh pabrik rokok, masing-masing Rp1 juta per tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah turut menyerahkan alat bantu mobilitas bagi penyandang disabilitas. Dukungan ini diharapkan membantu penerima manfaat menjalankan aktivitas sehari-hari.

“Melalui Sapa Bansos ini, kami ingin memperkuat kebersamaan dan kepedulian kepada masyarakat. Bantuan yang disalurkan kita harapkan dapat meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung ikhtiar keluarga untuk semakin mandiri dan sejahtera,” ujar Khofifah.

Selain perlindungan sosial, bantuan diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi penerima manfaat. Program Kewirausahaan Inklusif Produktif (KIP) Putri Jawara mendapat alokasi Rp300 juta bagi 100 penerima. Sementara itu, KIP PPKS Jawara memperoleh Rp15 juta untuk lima penerima.

Masing-masing penerima kedua program tersebut mendapatkan bantuan Rp3 juta per tahun. Dukungan usaha juga diberikan melalui zakat produktif dari BUMD Provinsi Jawa Timur senilai Rp50 juta kepada 100 penerima, masing-masing Rp500 ribu.

Bantuan usaha dan bedah rumah melalui Baznas serta Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Sosial Jawa Timur turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.

Khofifah berharap bantuan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, termasuk mendukung pendidikan anak hingga perguruan tinggi.

“Semoga ini menjadi penguat bagi panjenengan semua. Dengan keberseiringan doa, putra putri panjenengan sukses,” tuturnya.

Dukungan untuk pengembangan desa disalurkan melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Timur dengan alokasi Rp603,2 juta.

Dana tersebut meliputi Program Desa Berdaya sebesar Rp200 juta untuk dua desa, Program Jatim Puspa Rp268,2 juta untuk dua desa, serta pemberdayaan badan usaha milik desa (BUM Desa) sebesar Rp100 juta untuk satu desa.

Selain program pemberdayaan, bantuan keuangan desa dialokasikan sebesar Rp9,75 miliar melalui sejumlah perangkat daerah. Rinciannya meliputi Rp75 juta untuk satu desa melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, serta Rp4,575 miliar untuk 39 desa melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya.

Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga menyalurkan bantuan Rp4,3 miliar untuk 22 desa. Adapun Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengalokasikan Rp800 juta bagi tiga desa.

Dukungan infrastruktur juga diwujudkan melalui penyerahan 150 drum aspal dalam Program Pembinaan Jalan Kabupaten. Bantuan tersebut diharapkan menunjang pemeliharaan jalan desa dan kabupaten.

Di sektor kelautan dan perikanan, bantuan yang diberikan berupa 40 jaring ikan dan empat mesin kapal. Sementara itu, sektor pertanian memperoleh tiga mesin pemipil jagung dan 17 traktor tangan. Pemprov Jatim juga menyerahkan lima etalase melalui Dinas Koperasi dan UMKM untuk menunjang kegiatan usaha penerima manfaat.

Pemprov Jatim turut mengalokasikan bantuan operasional dan tali asih sebesar Rp476,2 juta untuk 246 penerima dari kalangan pilar sosial. Penerima mencakup sumber daya manusia PKH Plus, pendamping disabilitas, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), serta Taruna Siaga Bencana (Tagana).

Khofifah mengapresiasi para pendamping dan relawan yang membantu menjangkau warga, mendampingi penerima manfaat, serta mendukung pelayanan sosial di lapangan.

“Terima kasih kepada para pendamping PKH Plus, TKSK, dan Tagana yang terus membersamai masyarakat. Pengabdian panjenengan semua sangat berarti, terutama untuk membantu warga yang membutuhkan perhatian dan pendampingan,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan Sapa Bansos juga diisi penyerahan dukungan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Direktur Utama Bank Jatim kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada daerahnya sebagai tuan rumah kegiatan Sapa Bansos dalam rangkaian Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

Ia menilai dukungan Pemprov Jatim penting bagi Sumenep yang memiliki banyak pulau dan membutuhkan pembangunan yang menjangkau masyarakat hingga wilayah kepulauan.

“Sumenep ini kaya pulau. Alhamdulillah, banyak bantuan yang Ibu berikan untuk masyarakat Sumenep, termasuk masyarakat di wilayah kepulauan. Semoga ke depan bantuan ini bisa terus bermanfaat bagi masyarakat Sumenep yang tinggal di kepulauan,” ujar Imam.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur Novi Restu Widiani menyebut kegiatan Sapa Bansos di Sumenep dihadiri sekitar 500 penerima manfaat. Ia menilai partisipasi tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat dalam menyambut peringatan Hari Jadi ke-81 Jawa Timur.

Melalui berbagai program tersebut, Pemprov Jatim berharap perlindungan sosial dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi, pengembangan potensi desa, serta perbaikan sarana penunjang kegiatan masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jalan Banjarkejen Pasuruan yang Ditanami Pohon Pisang Kini Diperbaiki
RS Bhayangkara Watukosek Layani 150 Warga Pasuruan, Siapkan Ambulans Gratis 24 Jam
Liponsos Sidoarjo Dibenahi, Pemkab Siapkan Kasur Baru dan Peluang Kerja
Pemkab Sidoarjo Wajibkan Parkir Pakai QRIS pada 2027, Target PAD Rp5,1 Miliar
Gibran Kunjungi Pabrik Polygon di Sidoarjo, Soroti Kompetensi Siswa SMK
TKD Berkurang, Gus Fawait Pastikan Beasiswa 11 Ribu Mahasiswa Tetap Berjalan
Ipuk Usulkan Pelebaran Jalan untuk Atasi Kemacetan Pelabuhan Ketapang
Bangkalan Berse Onggu, Bupati Ajak Warga dan Pelajar Jaga Lingkungan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:52

Khofifah Salurkan Bantuan Rp17,36 Miliar untuk Warga Sumenep

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:19

Jalan Banjarkejen Pasuruan yang Ditanami Pohon Pisang Kini Diperbaiki

Jumat, 16 Oktober 2026 - 22:10

RS Bhayangkara Watukosek Layani 150 Warga Pasuruan, Siapkan Ambulans Gratis 24 Jam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:03

Liponsos Sidoarjo Dibenahi, Pemkab Siapkan Kasur Baru dan Peluang Kerja

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:57

Pemkab Sidoarjo Wajibkan Parkir Pakai QRIS pada 2027, Target PAD Rp5,1 Miliar

Berita Terbaru