Gibran Jajal AI Buatan Santri Dalwa, Khofifah Dorong Inovasi Pesantren

Sabtu, 17 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pembelajaran AI dan robotika di Pondok Pesantren Dalwa, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pembelajaran AI dan robotika di Pondok Pesantren Dalwa, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menjajal teknologi pengenalan wajah berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dikembangkan santri Pondok Pesantren Darullughah Waddawa’ah (Dalwa), Raci, Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jumat (16/10/2026). Demonstrasi tersebut berlangsung saat Gibran meninjau pembelajaran AI dan robotika bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dalam kunjungan itu, Gibran dan Khofifah melihat langsung kegiatan belajar di ruang kelas robotik dan AI. Santri bersama guru memperagakan sejumlah teknologi, termasuk penggunaan robot untuk pencetakan tiga dimensi (3D printing) serta sistem pengenalan wajah otomatis.

Gibran mencoba sistem pengenalan wajah yang memanfaatkan basis data untuk mengidentifikasi dirinya. Meski teknologi tersebut sempat mengalami kendala, ia menilai kemampuan santri dalam menghasilkan inovasi setelah mempelajari dasar-dasar teknologi merupakan hal yang menggembirakan.

“Luar biasa sekali. Anak muda baru diajari basic langsung bisa melakukan inovasi seperti ini. Saya senang sekali,” ujar Gibran.

Ia mengatakan, penguasaan dasar teknologi dapat menjadi pijakan bagi santri untuk mengembangkan inovasi yang lebih baik. Menurutnya, pembelajaran AI dan coding perlu diperluas agar generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, komputasional, serta pemecahan masalah.

Gibran juga menyoroti peluang penerapan teknologi pengenalan wajah di lingkungan pesantren. Ia menyampaikan gagasan penggunaan sistem tersebut di gerbang pesantren dan area gerbang santriwati, dengan tetap menekankan perlunya perbaikan kamera, pemrograman, dan verifikasi data.

Selain meninjau demonstrasi teknologi, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk melihat pengembangan keterampilan digital di lingkungan pendidikan pesantren.

Khofifah mengapresiasi program Pembelajaran AI dan Robotika untuk Akselerasi Transformasi Digital Santri yang diselenggarakan Ponpes Dalwa selama kurang lebih tiga hari.

Menurut Khofifah, kemampuan santri untuk mempelajari ilmu baru sejalan dengan peran pesantren dalam membentuk generasi yang menguasai ilmu agama sekaligus memiliki keterampilan di berbagai bidang.

“Santri memang selama ini selalu menjadi kekuatan signifikan di Jawa Timur. Alhamdulillah, santri tidak hanya sekadar menjadi ahli agama, tapi juga ahli bahasa, peneliti, penggerak zaman, penulis, dan bahkan pengusaha,” kata Khofifah.

Ia menegaskan, pendidikan agama dan pengetahuan umum perlu dikembangkan secara beriringan. Dengan bekal akhlak, adab, ilmu agama, dan pengetahuan umum, santri diharapkan mampu mengambil peran dalam kepemimpinan masa depan.

Ponpes Dalwa didirikan pada 1981 oleh Al-Habib Hasan bin Ahmad Baharun bersama Al-Habib Ahmad bin Husin Assegaf. Pesantren ini berfokus pada pendalaman ilmu agama dan bahasa Arab, dengan jenjang pendidikan mulai sekolah menengah hingga perguruan tinggi melalui Universitas Islam Internasional Dalwa di Bangil, Pasuruan.

Pengembangan pembelajaran AI dan robotika menambah dimensi keterampilan teknologi dalam lingkungan pendidikan tersebut. Melalui penguasaan coding dan pengembangan inovasi, santri didorong untuk memperluas kemampuan mereka dalam menghadapi perkembangan teknologi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 450 Murid di Madura Raya
Literasi Politik Mahasiswa, Anggota DPD RI Lia Istifhama dan Unair Bahas Sekolah Legislatif
UIN KHAS Jember Lepas 300 Wisudawan, Perkuat Akses Kerja Alumni
Bupati Bangkalan Harap Sekolah Bebas Kerusakan Berat dan Pungli pada 2028
Abdul Mu’ti Tekankan Pendidikan Inklusif dan STEM di Sidoarjo
Lentera Lamongan Ajak 112 Siswa PAUD Belajar Langsung di Pendopo
Khofifah Terima Rekor MURI, Servis Motor Gratis SMK Jatim Layani 9.175 Unit
Dari Konten Kreator hingga Tata Rias, Kemnaker Siapkan 1.600 Peserta Pelatihan di Sukabumi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:43

Gibran Jajal AI Buatan Santri Dalwa, Khofifah Dorong Inovasi Pesantren

Jumat, 16 Oktober 2026 - 21:56

Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 450 Murid di Madura Raya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:05

Literasi Politik Mahasiswa, Anggota DPD RI Lia Istifhama dan Unair Bahas Sekolah Legislatif

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:52

UIN KHAS Jember Lepas 300 Wisudawan, Perkuat Akses Kerja Alumni

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:02

Bupati Bangkalan Harap Sekolah Bebas Kerusakan Berat dan Pungli pada 2028

Berita Terbaru