Layanan Publik Jember Diperluas, Warga Bisa Urus Adminduk di Kecamatan

Selasa, 27 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran pejabat dalam kegiatan pelayanan publik di Kabupaten Jember. (Dok. Ho/Pemkab Jember/RadarBangsa.co.id).

Bupati Jember Gus Fawait bersama jajaran pejabat dalam kegiatan pelayanan publik di Kabupaten Jember. (Dok. Ho/Pemkab Jember/RadarBangsa.co.id).

JEMBER, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperluas akses pelayanan publik untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus administrasi kependudukan hingga memperoleh layanan kesehatan. Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan layanan di tingkat kecamatan, pengembangan Mal Pelayanan Publik (MPP), serta program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas.

Bupati Jember, Gus Fawait, menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama anggota Komisi II DPR RI di Kabupaten Jember, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Gus Fawait menjelaskan berbagai upaya pembenahan pelayanan publik, terutama untuk mengatasi persoalan administrasi kependudukan yang sebelumnya kerap dikeluhkan masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat. Warga tidak boleh kesulitan hanya untuk mengurus administrasi kependudukan maupun mendapatkan pelayanan dasar yang mereka butuhkan,” ujar Gus Fawait.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian Pemkab Jember ialah penumpukan pencetakan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) yang sebelumnya mencapai 62 ribu pemohon. Berdasarkan keterangan yang disampaikan, persoalan tersebut telah diselesaikan dan distribusi blangko KTP-el kini dilakukan secara merata di wilayah Jember.

Selain itu, pelayanan pencetakan dokumen kependudukan tidak lagi hanya terpusat di kawasan perkotaan. Masyarakat kini dapat mengakses layanan tersebut di kantor-kantor kecamatan yang menyediakan fasilitas terkait.

“Perluasan layanan administrasi kependudukan hingga tingkat kecamatan merupakan bagian dari komitmen kami untuk memangkas jarak dan mempermudah urusan masyarakat. Kami ingin warga mendapatkan pelayanan yang semakin dekat tanpa harus selalu datang ke pusat kota,” kata Gus Fawait.

Selain pelayanan administrasi kependudukan, Pemkab Jember memperluas jangkauan Mal Pelayanan Publik (MPP). Layanan yang sebelumnya terpusat di satu lokasi kini dikembangkan ke wilayah barat, utara, selatan, hingga timur Kabupaten Jember.

Perluasan tersebut ditujukan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat sekaligus mengurangi kebutuhan warga bepergian ke pusat kabupaten untuk mengurus berbagai keperluan administratif.

Pemkab Jember juga menyediakan kanal pengaduan masyarakat bernama Wadul Gus’e. Platform ini disebut terintegrasi dengan Kementerian PANRB untuk mendukung penanganan laporan dan keluhan terkait pelayanan publik.

Melalui kanal pengaduan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan persoalan yang dihadapi saat mengakses layanan pemerintah. Kecepatan tindak lanjut atas laporan warga menjadi salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Di sektor kesehatan, Pemkab Jember mengandalkan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas untuk memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.

Program tersebut ditujukan untuk membantu warga memperoleh layanan kesehatan sesuai ketentuan kepesertaan dan cakupan program yang berlaku.

“Melalui program UHC Prioritas, kami ingin memastikan masyarakat Jember memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan sesuai ketentuan program. Kondisi ekonomi maupun keterbatasan akses harus menjadi perhatian agar warga yang membutuhkan bisa memperoleh pelayanan yang layak,” ujar Gus Fawait.

Melalui program ini, masyarakat dapat mengakses pelayanan kesehatan sesuai ketentuan yang berlaku. Warga tetap perlu memastikan status kepesertaan, fasilitas kesehatan yang dapat digunakan, serta prosedur pelayanan melalui kanal resmi terkait.

Selain memperluas akses pengobatan, Pemkab Jember menghadirkan program Homecare untuk membantu warga yang mengalami sakit berkepanjangan dan menghadapi keterbatasan dalam menjangkau fasilitas kesehatan.

Program ini tidak hanya mencakup pelayanan medis di rumah, tetapi juga pendataan administrasi kependudukan serta pemetaan kelayakan tempat tinggal warga.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan masyarakat secara lebih menyeluruh, termasuk persoalan sosial yang berkaitan dengan kondisi kesehatan dan kelayakan tempat tinggal.

“Pelayanan pemerintah harus mampu menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan. Melalui program Homecare dan Mobil Cinta, kami berupaya membantu warga yang mengalami keterbatasan dalam mendapatkan pelayanan medis maupun transportasi untuk kembali ke rumah,” kata Gus Fawait.

Untuk mendukung kebutuhan transportasi pasien, Pemkab Jember turut menyiagakan armada Mobil Cinta yang memberikan layanan pengantaran gratis bagi pasien dari tiga rumah sakit daerah milik pemerintah kabupaten menuju rumah.

Layanan tersebut terutama ditujukan untuk membantu pasien kurang mampu yang membutuhkan dukungan transportasi setelah menjalani perawatan di rumah sakit.

Keberadaan Mobil Cinta melengkapi program Homecare dalam membantu masyarakat yang menghadapi kendala akses layanan kesehatan, baik karena keterbatasan ekonomi maupun kesulitan transportasi.

Perluasan pelayanan administrasi kependudukan, pengembangan MPP, serta berbagai program kesehatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Jember mendekatkan layanan kepada masyarakat.

Gus Fawait menegaskan bahwa keberhasilan pelayanan publik tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program yang dijalankan, tetapi juga oleh manfaat yang dirasakan masyarakat.

“Bagi kami, keberhasilan pelayanan publik bukan hanya tentang program yang dijalankan, tetapi tentang manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat. Kami ingin masyarakat merasakan kehadiran pemerintah melalui pelayanan yang mudah diakses, responsif, dan berpihak pada kebutuhan warga,” tuturnya.

Ke depan, konsistensi pelaksanaan program, pemerataan fasilitas, kejelasan prosedur, serta kecepatan penanganan pengaduan menjadi aspek penting untuk menjaga kualitas pelayanan publik.

Dengan perluasan layanan hingga tingkat kecamatan dan dukungan program kesehatan, masyarakat diharapkan dapat memperoleh pelayanan administrasi maupun kesehatan secara lebih mudah dan sesuai kebutuhan di berbagai wilayah Kabupaten Jember.

Penulis : Herry

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Khofifah Raih Leadership Award Amerta Nutrition 2026, Penanganan Stunting Jadi Sorotan
Sidak Proyek RSUD Notopuro, Wakil Bupati Sidoarjo Tekankan Transparansi Material
Polres Kendal Mutasi 14 Pejabat, Ini Daftar Pergantiannya
Hari Jadi ke-495 Bangkalan, Bupati Tekankan Pengentasan Kemiskinan dan Lapangan Kerja
Ombudsman RI Apresiasi Respons Cepat Pemkab Lamongan dalam Penilaian Pelayanan Publik
Subandi Tata Perbatasan Sidoarjo-Surabaya, Parkir Liar dan PKL Jadi Sorotan
Bakti Sosial Polres Kendal, 50 Warga Pening Terima Bantuan Tunai
Kemiskinan Kendal Turun, 3.450 Orang Keluar dari Kemiskinan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:18

Layanan Publik Jember Diperluas, Warga Bisa Urus Adminduk di Kecamatan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:32

Sidak Proyek RSUD Notopuro, Wakil Bupati Sidoarjo Tekankan Transparansi Material

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 20:49

Polres Kendal Mutasi 14 Pejabat, Ini Daftar Pergantiannya

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 05:52

Hari Jadi ke-495 Bangkalan, Bupati Tekankan Pengentasan Kemiskinan dan Lapangan Kerja

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:59

Ombudsman RI Apresiasi Respons Cepat Pemkab Lamongan dalam Penilaian Pelayanan Publik

Berita Terbaru