MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta kader Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) memperkuat ketahanan pangan keluarga, mendukung pencegahan stunting, serta meningkatkan pendampingan penggunaan teknologi digital oleh anak.
Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat membuka peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Jawa Timur di Harris Hotel & Convention Malang, Senin (26/10/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Khofifah didampingi Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak dan Bupati Malang M. Sanusi. Pembukaan acara ditandai dengan pemukulan gong dan pemotongan tumpeng.
Kegiatan ini diikuti 38 Ketua TP PKK kabupaten/kota, 76 pengurus TP PKK se-Jawa Timur, serta 114 kader PKK yang mewakili 38 kabupaten/kota.
Khofifah menilai kader PKK memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Karena itu, ia meminta gerakan ketahanan pangan yang telah dijalankan selama ini terus diperkuat dan diperluas.
Menurut Khofifah, ketahanan pangan masih menjadi tantangan penting, terutama di tengah perubahan kondisi cuaca yang berdampak pada aktivitas pertanian dan ketersediaan air bersih.
“Yang sudah panjenengan lakukan, mohon tetap dikuatkan dan diluaskan karena ketahanan pangan bagi dunia hari ini adalah PR besar,” ujar Khofifah.
Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia telah mencapai ketahanan pangan nasional pada 2025, sementara Jawa Timur disebut telah mewujudkan kedaulatan pangan berkelanjutan.
Namun, Khofifah mengingatkan bahwa fenomena El Niño yang berkepanjangan berdampak pada masa tanam dan panen. Ia juga menyebut sekitar 25 kabupaten/kota di Jawa Timur menghadapi persoalan ketersediaan air bersih.
Karena itu, ia meminta kader PKK turut mengidentifikasi sumber air yang berpotensi dimanfaatkan masyarakat. Apabila memungkinkan untuk dialirkan melalui jaringan pipanisasi, kader diminta berkoordinasi dengan dinas pekerjaan umum bidang sumber daya air di kabupaten/kota untuk ditindaklanjuti bersama pemerintah provinsi.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, lanjutnya, juga telah melakukan upaya pemenuhan kebutuhan air melalui distribusi air dan pembangunan sumur bor.
Selain itu, Khofifah mengajak kader PKK memperluas gerakan menanam serta menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, penanaman perlu disertai perawatan agar memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan dan ketahanan pangan keluarga.
“Kalau kita menjaga lingkungan, maka lingkungan akan menjaga kita,” tegasnya.
Selain ketahanan pangan, Khofifah meminta kader PKK terus berperan dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting.
Ia menekankan bahwa stunting tidak hanya berkaitan dengan pertumbuhan fisik anak, tetapi juga dapat berdampak pada perkembangan otak. Oleh karena itu, pencegahan perlu dilakukan melalui pola hidup sehat dan pendampingan keluarga sejak dini.
Dalam sambutannya, Khofifah menyebut prevalensi stunting di Jawa Timur sebesar 14,7 persen. Ia juga menyampaikan bahwa Jawa Timur berada di posisi kedua setelah Bali untuk prevalensi stunting terendah di Indonesia.
Khofifah mengajak seluruh kader PKK mempertahankan upaya yang telah dilakukan dan terus memperkuat intervensi bersama berbagai pihak.
Ia menjelaskan bahwa pencegahan stunting perlu dimulai sejak usia remaja, bukan hanya ketika seorang perempuan memasuki masa kehamilan. Meski demikian, pendampingan terhadap ibu hamil, bayi, dan balita tetap harus dilakukan.
“Daripada tidak ada intervensi, yang hamil, yang punya bayi/balita, mari bersama-sama kita melakukan pendampingan,” ungkapnya.
Melalui peran kader di tingkat masyarakat, edukasi mengenai pola hidup sehat dan pendampingan keluarga diharapkan dapat menjangkau lebih banyak warga.
Khofifah juga menyoroti tantangan pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan digital yang berbeda dengan kondisi pada masa generasi sebelumnya.
Karena itu, ia meminta kader PKK ikut mendampingi keluarga agar anak dapat menggunakan teknologi secara cerdas dan sesuai dengan kebutuhan serta tahap perkembangannya.
Khofifah mengingatkan bahwa tanpa pendampingan, anak berisiko terpapar informasi yang belum mampu mereka saring secara tepat.
“Ini penting. Kalau kita tidak perhatikan dan tidak melakukan intervensi secara lebih spesifik, anak-anak ini kemudian dididik oleh gadget yang dia belum memiliki kemampuan untuk menyaring,” ujarnya.
Ia berharap peran kader PKK dapat membantu meningkatkan kesadaran orang tua mengenai pentingnya pengawasan, pendampingan, dan pembentukan kebiasaan digital yang sehat bagi anak.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Khofifah menyerahkan penghargaan Adhi Bhakti sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan pengabdian kader dalam menggerakkan 10 Program Pokok PKK di masyarakat.
Berdasarkan bahan kegiatan, penghargaan diberikan kepada empat penerima Adhi Bhakti Utama dan dua penerima Adhi Bhakti Pratama.
Khofifah juga menyerahkan penghargaan Lomba Desa dan Kelurahan 2026. Untuk kategori desa, juara pertama diraih Desa Kebobang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang. Posisi berikutnya ditempati Desa Bodag, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun, dan Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar.
Pada kategori kelurahan, juara pertama diraih Kelurahan Oro-oro Ombo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun. Juara kedua diraih Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sedangkan juara ketiga diraih Kelurahan Tasikmadu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur Arumi Bachsin Emil Dardak menyerahkan penghargaan untuk sejumlah lomba, meliputi film pendek bertema pencegahan judi online, monolog remaja bertema Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K), video Aku Hatinya PKK berbasis tanaman unggulan, serta lomba kader pendamping ASI eksklusif.
Arumi menyampaikan bahwa kekuatan gerakan PKK terletak pada kebersamaan dan kesamaan tujuan seluruh kader dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.
“Yang penting adalah kebersamaan kita, satu hati, satu tujuan, dan juga satu langkah yang searah,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi pengabdian para kader yang selama ini bekerja di tengah masyarakat dan berharap kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di seluruh Jawa Timur.
Melalui penguatan ketahanan pangan, pendampingan keluarga, pencegahan stunting, dan edukasi penggunaan teknologi, kader PKK diharapkan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat hingga tingkat keluarga.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar