MALANG, RadarBangsa.co.id – Penguatan ketahanan keluarga menjadi salah satu pesan utama dalam Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK Provinsi Jawa Timur Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Malang, Senin (26/10/2026), tersebut dihadiri Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bangkalan, Luthfiana Lukman Hakim.
Kehadiran Luthfiana menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antarkader sekaligus mendorong peran PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga dan pemberdayaan masyarakat, termasuk di Kabupaten Bangkalan.
Peringatan HKG PKK ke-54 tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum untuk memperkuat kontribusi kader dalam menjawab berbagai tantangan keluarga. Isu yang menjadi perhatian meliputi ketahanan pangan, kesehatan masyarakat, pencegahan stunting, serta pola pengasuhan anak di tengah perkembangan teknologi digital.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam arahannya menegaskan pentingnya peran kader PKK sebagai penggerak perubahan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat.
Menurut Khofifah, pemberdayaan keluarga perlu diwujudkan melalui langkah nyata, antara lain memperkuat kemandirian pangan, meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, dan mengoptimalkan upaya pencegahan stunting sejak usia remaja.
Selain kesehatan dan ketahanan pangan, Khofifah menyoroti pentingnya pendampingan orang tua dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan pola pengasuhan yang tepat agar anak tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan nilai moral yang kuat.
“Peran ibu dalam pemberdayaan masyarakat sangat penting, tetapi pendampingan anak di rumah juga tidak kalah penting untuk mempersiapkan generasi emas yang berkarakter serta saleh dan salehah,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keluarga memiliki peran mendasar dalam membentuk kualitas sumber daya manusia. Rumah menjadi lingkungan pendidikan pertama bagi anak, tempat nilai-nilai moral, kebiasaan positif, dan karakter dibangun sejak dini.
Karena itu, penguatan peran keluarga perlu berjalan beriringan dengan program pemberdayaan masyarakat. Kader PKK memiliki posisi strategis untuk membantu menyampaikan edukasi, mendorong kebiasaan hidup sehat, serta meningkatkan kesadaran keluarga terhadap kebutuhan tumbuh kembang anak.
Bagi Kabupaten Bangkalan, momentum HKG PKK ke-54 menjadi pengingat pentingnya mengoptimalkan peran kader hingga tingkat desa. Penguatan kapasitas kader diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program pemberdayaan keluarga yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Kehadiran Luthfiana Lukman Hakim dalam kegiatan tingkat Provinsi Jawa Timur tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat kolaborasi antarkader dan memperkuat koordinasi dalam menjalankan gerakan PKK.
Sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, seperti pencegahan stunting, ketahanan pangan, kesehatan keluarga, dan pengasuhan anak, memiliki keterkaitan langsung dengan upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Meski demikian, pelaksanaan program di tingkat daerah tetap memerlukan langkah konkret, koordinasi lintas sektor, serta keterlibatan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sinergi antara pemerintah daerah, TP PKK, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam membangun keluarga yang mandiri, tangguh, sehat, dan sejahtera.
Melalui momentum HKG PKK ke-54 dan Jambore Kader PKK 2026, penguatan peran kader diharapkan terus berlanjut, sehingga gerakan pemberdayaan keluarga tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi turut mendukung pembangunan daerah dan pembentukan generasi berkualitas.
Pada akhirnya, kualitas pembangunan daerah tidak terlepas dari kondisi keluarga yang menjadi fondasi kehidupan masyarakat. Penguatan peran PKK menjadi salah satu upaya untuk mendorong keluarga semakin berdaya dan mampu menghadapi tantangan sosial yang terus berkembang.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar