PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pengajian akbar dan doa bersama dalam rangka puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Pasuruan menjadi momentum untuk memperkuat keimanan, menumbuhkan akhlak mulia, dan meneguhkan semangat menuntut ilmu. Pesan tersebut disampaikan KH Muhammad Iqdam Kholid atau Gus Iqdam di hadapan belasan ribu jemaah yang memadati Lapangan Kejayan, Selasa (27/10/2026) malam.
Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pasuruan itu dihadiri masyarakat dari berbagai wilayah. Kehadiran pengasuh Majelis Sabilu Taubah tersebut menjadi daya tarik utama dalam rangkaian acara keagamaan yang memadukan syiar Islam, seni tradisi, dan semangat kebangsaan.
Antusiasme jemaah terlihat dari kedatangan warga yang ingin menyimak langsung tausiah ulama muda asal Blitar tersebut.
Salah seorang jemaah asal Kecamatan Wonorejo, Solihatin, mengaku senang dapat menyaksikan Gus Iqdam secara langsung.
“Sengaja ke sini demi bisa melihat Gus Iqdam dari dekat. Masya Allah, senang sekali saya bisa melihat beliau dari jarak dekat,” ungkapnya.
Kegiatan dimulai dengan salat Magrib berjemaah. Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan Karya Budaya Syi’iran Bluk-Gebluk oleh Tim Roudhotul Hamdi dari Kecamatan Rembang.
Nuansa kebangsaan menguat ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Setelah itu, Muhammad Nabhan Abrisam, qari cilik dari Kecamatan Rejoso, membacakan ayat suci Al-Qur’an.
Rangkaian berikutnya diisi lantunan selawat yang dipandu tim hadrah Sabilu Taubah sebelum memasuki acara inti berupa tausiah Gus Iqdam.
Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo hadir bersama keluarganya. Dalam sambutannya, ia menilai kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai keagamaan, kebangsaan, dan persatuan masyarakat.
“Malam ini kita berkumpul menjadi satu, mendengarkan ceramah agama dan bersholawat bersama. Inilah indahnya kebersamaan di Kabupaten Pasuruan,” ujar Rusdi.
Dalam tausiahnya, Gus Iqdam mengajak jemaah menjadikan peringatan Hari Santri sebagai kesempatan untuk terus meningkatkan kualitas diri. Menurut dia, belajar merupakan bagian penting dalam kehidupan, baik untuk memperdalam ilmu agama maupun pengetahuan umum.
Ia juga mengingatkan bahwa ilmu yang diperoleh tidak cukup hanya dipahami, tetapi perlu diamalkan agar memberikan manfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar.
“Ilmu yang diperoleh hendaknya diamalkan agar membawa manfaat nyata bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tutur Gus Iqdam.
Pesan tersebut menegaskan pentingnya menjadikan pengetahuan sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi masyarakat, semangat menuntut ilmu juga dapat menjadi landasan untuk membangun lingkungan yang lebih baik melalui perilaku dan tindakan nyata.
Selain pendidikan dan akhlak, Gus Iqdam mengingatkan jemaah agar tidak menjadikan harta, jabatan, dan kesenangan duniawi sebagai satu-satunya tujuan hidup.
Ia mengajak masyarakat memperkuat orientasi pada amal kebaikan melalui sedekah, konsistensi beribadah, penghormatan kepada orang tua dan guru, serta upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Duniawi itu sifatnya sementara dan cepat habis. Kalau ingin berkah dan tidak habis, mari kita perbanyak sedekah, konsisten beribadah, takzim kepada orang tua dan guru, serta senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.
Pesan tersebut menjadi salah satu inti tausiah dalam peringatan HSN di Kabupaten Pasuruan. Selain sebagai kegiatan keagamaan, pengajian itu menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat kebersamaan dan merefleksikan nilai-nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejumlah pejabat daerah turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Bupati Pasuruan Shobih Asrori, Kapolres Pasuruan AKBP Irawan Setyono, Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arief Ardiansyah, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan Yudha Triwidya Sasongko.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, Pemkab Pasuruan mengajak masyarakat menjaga semangat persatuan dan nilai keagamaan. Pesan tentang ilmu, akhlak, penghormatan kepada guru dan orang tua, serta kepedulian melalui sedekah menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.
Penulis : Ahmad
Editor : Zainul Arifin


















Komentar