PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 24 tim dari 18 kecamatan di Kabupaten Pasuruan mengikuti Bupati Cup E-Sport Free Fire 2026. Turnamen yang digelar di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Sabtu (30/10/2026), menjadi ajang penjaringan atlet untuk menghadapi Festival Olahraga Provinsi (FORPOV) Jawa Timur 2026 di Jember.
Turnamen tersebut diselenggarakan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Pasuruan dan dibuka Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Pasuruan, Mohammad Agus Masjhady, mengatakan mayoritas peserta masih berstatus pelajar SMA, SMK, dan MA sederajat.
Bahkan, terdapat satu tim yang anggotanya masih duduk di bangku SMP kelas IX.
“Ada satu tim yang masih duduk di bangku SMP, tepatnya kelas IX,” katanya.
Agus menjelaskan, turnamen ini menjadi bagian dari persiapan Kabupaten Pasuruan menghadapi FORPOV Jawa Timur 2026. Selain mencari atlet potensial, kompetisi tersebut juga diharapkan memperluas ruang bagi pegiat e-sport lokal untuk berkembang.
“Bersama KORMI, digelarnya Bupati Cup E-Sport Free Fire ini juga sekaligus mewadahi potensi para atlet dan penggiat E-Sport lokal agar peminatnya semakin banyak,” jelasnya.
Ketua KORMI Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengingatkan peserta agar menjadikan turnamen sebagai ajang kompetisi yang sehat sekaligus mempererat hubungan antarpemain.
“Selamat bertanding untuk adik-adik semua, jaga sportivitas dan ajang silaturahmi yang baik antar peserta,” ajaknya.
Merita juga berpesan agar para peserta tidak mengabaikan kewajiban sehari-hari di tengah aktivitas bermain gim. Ia mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, menghormati orang tua, menjaga kesehatan, serta tetap mengutamakan pendidikan dan pekerjaan.
“Jangan lupa ibadah, sholatnya dijaga dan jangan telat makan. Karena biasanya kalau sudah keasyikan main games, lupa segalanya,” imbaunya.
Menurut Merita, e-sport kini tidak lagi sebatas aktivitas bermain gim daring. Cabang olahraga ini membutuhkan kemampuan menyusun taktik, mengambil keputusan dengan cepat, menjaga mental, serta membangun kerja sama tim.
Ia berharap generasi muda Pasuruan memiliki kesempatan menunjukkan kemampuan melalui kompetisi yang terarah dan berjenjang.
“Kami tidak ingin anak-anak muda Pasuruan hanya jago push rank di kamar atau di warung kopi saja, tetapi harus punya panggung resmi untuk menyalurkan bakatnya secara kompetitif dan terarah,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar