Panen Durian Lumbang Mulai Bergulir, Petani Pasuruan Diserbu Bakul

Kamis, 29 Januari 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petani menata durian hasil panen di Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (tanggal). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

Petani menata durian hasil panen di Desa Pancur, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan, Kamis (tanggal). (Foto Dok Ho/Nul-RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id — Musim panen durian mulai bergulir di Kecamatan Lumbang, Kabupaten Pasuruan. Petani di sejumlah desa sentra produksi, khususnya Desa Pancur dan Desa Kronto, mulai memetik hasil kebun yang dinanti setiap tahun, meski produksi tahun ini belum sepenuhnya optimal akibat cuaca ekstrem.

Sejak beberapa hari terakhir, aktivitas panen tampak meningkat. Petani keluar-masuk kebun untuk memanen durian yang sudah matang dan menatanya ke kendaraan angkut. Hasil panen tersebut langsung diserbu para *bakul*—pedagang pengumpul yang menjual kembali durian ke pasar, minimarket, hingga lapak pinggir jalan.

Salah satunya terlihat di kebun milik Minarto, petani durian asal Desa Pancur yang juga menjabat Kepala Desa Pancur. Ia sibuk menata durian hasil panen ke atas mobil *pick up* yang sudah disiapkan.

“Saya tidak perlu ke kota. Para bakul datang langsung ke sini dan membeli dalam jumlah banyak karena akan dijual lagi,” ujar Minarto, Kamis (tanggal menyesuaikan).

Minarto mengelola kebun durian seluas enam hektare. Seluruh lahannya kini ditanami durian, setelah sebelumnya ditanami jeruk dan alpukat. Peralihan komoditas itu dilakukan karena durian dinilai lebih menguntungkan dan stabil secara ekonomi.

“Dulu tanam jeruk dan alpukat, tapi keuntungannya kecil. Akhirnya saya ganti durian,” katanya.

Ia menjelaskan, produktivitas durian sangat dipengaruhi usia dan perawatan pohon. Dalam satu kali panen, satu pohon bisa menghasilkan 50 hingga 500 buah.

“Kalau usia pohon di atas 25 tahun, bisa sampai 500 buah. Tapi yang masih 10–12 tahun, sekitar 50 buah per pohon,” jelasnya.

Di kebunnya, Minarto menanam berbagai varietas unggulan seperti bawor, musang king, durian hitam, montong kani, montong badak, si mas, si bajul, dan si bei. Dari seluruh varietas tersebut, montong kani menjadi yang paling banyak dicari.

“Warna dagingnya kemerahan, kulit tipis, daging tebal, rasanya legit,” tambahnya.

Kondisi berbeda dirasakan sebagian petani di Desa Kronto. Sodin, petani setempat, mengungkapkan panen tahun ini baru dimulai, namun jumlah buah lebih sedikit dibanding tahun lalu.

“Waktu pohon berbunga, hampir setiap hari hujan deras disertai angin. Banyak bunga dan buah kecil yang rontok,” ujarnya.

Meski demikian, Desa Kronto tetap dikenal sebagai ikon durian khas Kabupaten Pasuruan. Tiga varietas unggulan berasal dari desa ini, yakni Durian Si Kasmin, Si Laron, dan Si Karim.

Durian Si Kasmin memiliki daging kuning keemasan dengan rasa sangat legit. Si Laron berwarna kehijauan dengan cita rasa manis seperti susu, sementara Si Karim dikenal bertekstur sangat lembut. Dari ketiganya, Si Kasmin paling diminati dan dapat mencapai bobot hingga empat kilogram per buah.

Camat Lumbang, Didik Suriyanto, menegaskan Kecamatan Lumbang merupakan salah satu sentra durian terbesar di Kabupaten Pasuruan. Empat desa utama penghasil durian adalah Kronto, Pancur, Lumbang, dan Bulukandang.

“Setiap desa punya karakter rasa sendiri. *Bedo deso bedo roso*. Yang paling besar produksinya ada di Kronto dan Pancur,” kata Didik.

Ia juga mengajak masyarakat dan wisatawan untuk datang langsung ke Lumbang menikmati durian lokal dengan harga terjangkau.

“Panen raya biasanya setelah Lebaran atau akhir Maret. Sekarang sudah mulai panen, kami tunggu kedatangan masyarakat ke Kecamatan Lumbang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian
Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan
Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik
Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi
Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter
Wabup Pasuruan Tegaskan Karier ASN Berbasis Kompetensi dan Sistem Merit
Sp4n-Lapor! Bangkalan 100 Persen Ditindaklanjuti, Perangkat Daerah Diminta Disiplin Input Pengaduan
Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 11:42

Dari Warung hingga Bengkel, BAZNAS Kendal Ubah Zakat Jadi Modal Kemandirian

Kamis, 17 September 2026 - 09:14

Gus Fawait Rombak Pejabat Pemkab Jember, Target Percepatan RPJMD Jadi Alasan

Kamis, 17 September 2026 - 09:06

Harhubnas 2026, Trans Jatim Gratis Sehari di 8 Koridor, Gubernur Khofifah Ajak Warga Beralih ke Transportasi Publik

Rabu, 16 September 2026 - 20:40

Bupati Sidoarjo Tegaskan Inovasi Tak Boleh Berhenti di Ajang Kompetisi

Rabu, 16 September 2026 - 20:16

Jalan Kedungbanteng-Wonokerto Pasuruan Kembali Diperbaiki, Lantai Kerja Capai 110 Meter

Berita Terbaru