Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim ke Makassar, Transaksi Rp5,69 Triliun

Kamis, 5 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ho/Pemprov Jatim)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur–Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (4/11/2026). (Dok. Ho/Pemprov Jatim)

MAKASSAR, RadarBangsa.co.id – Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur (Jatim) dengan Sulawesi Selatan (Sulsel) membukukan komitmen transaksi sebesar Rp5,69 triliun. Kegiatan yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Hotel Claro Makassar, Rabu (4/11/2026), tersebut memperkuat peluang perdagangan dan investasi antardaerah.

Berdasarkan rekapitulasi final, total komitmen transaksi mencapai Rp5.693.130.900.000. Nilai tersebut terdiri atas penjualan produk Jawa Timur sebesar Rp4.717.044.900.000 dan pembelian komoditas dari Sulawesi Selatan sebesar Rp976.086.000.000.

“Misi dagang kali ini, hingga pukul 17.00 WITA, tercatat menghasilkan transaksi Rp5,693 Triliun. Dari jumlah itu Jawa Timur menjual Rp4,717 triliun dan Jawa Timur membeli Rp976 miliar,” kata Khofifah.

Sektor peternakan menjadi penyumbang terbesar dengan komitmen transaksi senilai Rp4.255,34 miliar atau sekitar Rp4,26 triliun. Komoditas yang diperdagangkan meliputi olahan daging unggas dan ruminansia, susu, daging segar, anak ayam, kambing, domba, serta pakan ternak.

Selain peternakan, Jawa Timur juga menjual berbagai produk makanan dan hasil laut beku, aluminium ekstrusi, tepung gaplek, gula cair, material atap bitumen, produk fesyen, beras, gula kristal putih, benih pertanian, arang putih, cabai, hingga pakan ikan dan udang.

Sementara itu, komoditas yang dibeli Jawa Timur dari Sulawesi Selatan antara lain kayu gergajian dan veneer, arang batok kelapa, ikan tuna, rotan, rempah-rempah, kacang mete, serta cengkeh dan gagang cengkeh.

Khofifah menilai perdagangan kedua provinsi memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan melalui pertukaran komoditas yang saling melengkapi kebutuhan pasar dan bahan baku industri.

“Misi dagang ini menjadi ruang untuk mempertemukan kebutuhan dan potensi masing-masing daerah. Kita ingin perdagangan antardaerah semakin kuat, sehingga produk unggulan Jatim maupun Sulawesi Selatan dapat saling mengisi kebutuhan pasar,” ujarnya.

Hubungan perdagangan Jawa Timur dan Sulawesi Selatan selama ini telah berjalan cukup kuat. Berdasarkan data perdagangan antarwilayah 2024, total nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp2,24 triliun.

Dari angka tersebut, penjualan atau muat Jawa Timur ke Sulawesi Selatan mencapai sekitar Rp1,39 triliun. Adapun pembelian atau bongkar Jawa Timur dari Sulawesi Selatan tercatat sebesar Rp841,05 miliar.

Dengan nilai tersebut, Jawa Timur membukukan surplus perdagangan sebesar Rp552,91 miliar.

Khofifah menyebut Sulawesi Selatan memiliki posisi strategis sebagai hub Indonesia Timur. Sementara Jawa Timur membawa semangat Gerbang Baru Nusantara untuk memperkuat konektivitas ekonomi antara kawasan Indonesia bagian barat dan timur.

“Artinya kita ingin membangun konektivitas yang lebih produktif antara sisi Indonesia bagian barat dan sisi Indonesia bagian timur. Apa yang kita lakukan hari ini adalah menabuh genderang efektivitas, produktivitas, dan nilai tambah bagi kedua provinsi,” katanya.

Untuk memperbesar potensi perdagangan, Khofifah mendorong penguatan konektivitas logistik antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Efisiensi distribusi serta optimalisasi muatan berangkat dan pulang dinilai dapat menekan biaya logistik sekaligus meningkatkan nilai perdagangan.

“Potensi perdagangan antara Jawa Timur dan Sulawesi Selatan masih sangat besar untuk terus dikembangkan. Karena itu, kita ingin kerja sama ini tidak berhenti pada pertemuan bisnis, tetapi berlanjut menjadi transaksi dan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah,” ujarnya.

Khofifah menegaskan, misi dagang tidak semata-mata berorientasi pada nilai transaksi. Kegiatan tersebut juga menjadi instrumen untuk memperkuat rantai pasok nasional, membuka peluang investasi, dan mendorong pemerataan ekonomi melalui pengembangan pusat-pusat pertumbuhan baru.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan misi dagang yang mempertemukan pelaku usaha kedua provinsi tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi Ibu Gubernur Jawa Timur yang hadir langsung membawa para pelaku usaha. Ini menjadi kesempatan baik untuk memperkuat kerja sama sekaligus membuka peluang perdagangan antara Jatim dan Sulawesi Selatan,” kata Andi.

Ia berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada transaksi, tetapi berlanjut melalui pendampingan dan pertukaran pengalaman dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.

“Kami berharap Sulawesi Selatan bisa terus dibantu dan dibimbing oleh Jawa Timur. Kita tahu kekuatan ekonomi Jatim sangat tinggi. Karena itu, kami ingin belajar dan membangun kolaborasi agar potensi ekonomi Sulawesi Selatan semakin berkembang,” tuturnya.

Misi dagang di Makassar menjadi pelaksanaan ke-10 dari rangkaian misi dagang Jawa Timur sepanjang 2026. Sejak 2019 hingga 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah menggelar 57 misi dagang domestik di 29 provinsi dengan total komitmen transaksi yang tercatat sebelumnya mencapai Rp50,38 triliun.

Selain memperluas perdagangan domestik, Pemprov Jatim juga terus mengembangkan jejaring misi dagang luar negeri ke sejumlah negara dan wilayah, di antaranya Timor Leste, Hong Kong, Arab Saudi, Malaysia, Jepang, dan Singapura.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Dari Warisan Keluarga, Ida Irawati Kini Punya 2.050 Pohon Kopi di Pasuruan
Harga Cabai di Bangil dan Pandaan Berbeda, Polres Pasuruan Pantau Stok Pangan
Bangkalan Dorong Anyaman Bambu Jadi Usaha Produktif, 20 Warga Dilatih
Jelang Nataru, Pasar Murah di Paciran Tawarkan Sembako Terjangkau
Sembilan Buyer Filipina Datang ke Banyuwangi, Kopi Specialty Lokal Dibidik untuk Pasar Ekspor
Khofifah Raih Wilwatikta Awards 2026, Soroti Sinergi 38 Kabupaten dan Kota
Sidoarjo Raih Penghargaan Investasi, Subandi Benahi Regulasi dan Tata Ruang
Khofifah Buka Jalan Ekspor 25 UKM Jatim ke Jepang, Potensi Transaksi Rp1,13 Triliun

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:54

Khofifah Bawa Misi Dagang Jatim ke Makassar, Transaksi Rp5,69 Triliun

Rabu, 4 November 2026 - 08:25

Dari Warisan Keluarga, Ida Irawati Kini Punya 2.050 Pohon Kopi di Pasuruan

Selasa, 3 November 2026 - 18:08

Harga Cabai di Bangil dan Pandaan Berbeda, Polres Pasuruan Pantau Stok Pangan

Selasa, 3 November 2026 - 07:00

Bangkalan Dorong Anyaman Bambu Jadi Usaha Produktif, 20 Warga Dilatih

Senin, 2 November 2026 - 12:44

Jelang Nataru, Pasar Murah di Paciran Tawarkan Sembako Terjangkau

Berita Terbaru