PROBOLINGGO, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 12.730 anak di Kabupaten Probolinggo tercatat tidak bersekolah. Kondisi tersebut mendorong Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Probolinggo Ning Marisa Juwitasari Moh. Haris mengajak kader PKK memperkuat edukasi kepada masyarakat agar setiap anak memperoleh kesempatan menempuh pendidikan.
Ajakan itu disampaikan dalam sosialisasi pentingnya pendidikan bagi anak di Pendopo Kecamatan Gading, Rabu (4/11/2026). Kegiatan tersebut melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya) Kabupaten Probolinggo serta jajaran TP PKK.
Ning Marisa menegaskan, pendidikan anak bukan hanya tanggung jawab sekolah dan pemerintah. Kader PKK memiliki posisi strategis untuk mendorong kesadaran orang tua karena berinteraksi langsung dengan keluarga dan masyarakat hingga tingkat desa.
Ia menyoroti masih adanya pandangan bahwa anak cukup bekerja tanpa harus menempuh pendidikan lebih tinggi. Padahal, pendidikan menjadi bekal penting bagi anak dalam menjalani kehidupan dan membangun keluarga di masa mendatang.
“Pendidikan harus kita tanamkan sebagai kebutuhan penting bagi setiap anak. Saya berharap kader PKK dapat ikut menggerakkan para orang tua, memberikan pemahaman bahwa anak harus tetap bersekolah dan tidak menjadikan keterbatasan atau alasan tertentu sebagai penghalang untuk melanjutkan pendidikan,” pesannya.
Ning Marisa juga menyoroti pernikahan dini yang menjadi salah satu faktor anak tidak melanjutkan pendidikan. Ia mendorong orang tua memberikan kesempatan kepada anak, terutama perempuan, untuk menyelesaikan pendidikan minimal hingga jenjang SMA.
Menurutnya, pendidikan menjadi bekal bagi anak perempuan untuk memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan, serta mempersiapkan diri menjalani kehidupan berumah tangga.
“Bekal pendidikan akan membantu anak perempuan memiliki wawasan, pengetahuan dan kesiapan dalam menjalani kehidupan berumah tangga. Dengan demikian, mereka diharapkan mampu membangun keluarga yang harmonis serta mendidik generasi berikutnya dengan lebih baik,” terangnya.
Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono mengatakan, persoalan anak tidak sekolah dan putus sekolah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah berupaya memastikan setiap anak memiliki kesempatan memperoleh pendidikan.
Berdasarkan data yang disampaikan Hary, terdapat sekitar 12.730 anak tidak bersekolah di Kabupaten Probolinggo. Angka tersebut terdiri atas 4.169 anak yang belum pernah mengenyam pendidikan, 4.615 anak yang tidak melanjutkan sekolah, serta 3.947 anak lulusan yang tidak melanjutkan ke jenjang berikutnya.
“Oleh karena itu, kami memerlukan dukungan dan sinergi dari kecamatan, pemerintah desa, TP PKK serta seluruh elemen masyarakat. Pendidikan kepada orang tua perlu terus dilakukan agar anak-anak yang belum sekolah maupun yang putus sekolah dapat kembali memperoleh hak pendidikannya,” ujarnya.
Khusus Kecamatan Gading, tercatat sekitar 359 anak mengalami putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan.
Hary juga memaparkan capaian partisipasi pendidikan di wilayah tersebut. Partisipasi PAUD/TK mencapai 100 persen, kelompok usia 7–12 tahun sebesar 101,11 persen, sedangkan kelompok usia 13–15 tahun tercatat 84,67 persen.
Data tersebut menjadi perhatian untuk memperkuat upaya mendorong anak melanjutkan pendidikan, terutama pada kelompok usia sekolah menengah.
Melalui kolaborasi TP PKK dan Disdikdaya, kader PKK di tingkat kecamatan hingga desa diharapkan menjadi penggerak edukasi pendidikan dalam keluarga. Sinergi tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran orang tua sekaligus memperluas akses anak terhadap pendidikan yang layak di Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar