GRESIK, RadarBangsa.co.id – Lagu Taman Jurug menggema di tengah Wisuda ke-2 Politeknik Semen Indonesia (Polteksi), Sabtu (31/10/2026). Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menyanyikan lagu bernuansa Jawa tersebut bersama Presiden Direktur Jeroen Rijnenbergh, menghadirkan suasana akrab di tengah prosesi kelulusan.
Momen itu disambut sorakan dan tepuk tangan wisudawan serta tamu undangan. Suasana seremoni yang sebelumnya diisi pesan akademik dan motivasi masa depan industri pun menjadi lebih cair.
Lia Istifhama, yang akrab disapa Ning Lia, hadir sebagai keynote speaker dengan materi bertajuk “Vocational Excellence Empowerment: Adaptive, Innovative, and Impactful Solution Leaders for the Future Industry”.
Dalam paparannya, Lia mengingatkan bahwa lulusan pendidikan vokasi tidak cukup hanya mengandalkan ijazah dan keterampilan teknis. Mereka juga perlu mengembangkan kepemimpinan adaptif, kreativitas, dan kemampuan membaca peluang di tengah perubahan industri.
Ia mengawali pemaparannya dengan pepatah Latin Scientia potentia est, yang berarti pengetahuan adalah kekuatan. Menurutnya, ilmu harus menjadi bekal untuk menghadapi persoalan nyata, bukan berhenti sebagai pengetahuan akademik.
Lia juga mengutip ungkapan Non scholae, sed vitae discimus, yang bermakna manusia belajar bukan semata-mata untuk sekolah, melainkan untuk kehidupan.
“Lulusan pendidikan vokasi harus mampu membaca realitas. Ilmu yang diperoleh selama pendidikan harus bisa diterapkan sesuai kebutuhan dunia industri, baik nasional maupun global,” pesan Ning Lia.
Ia menekankan pentingnya memperkuat konsep link and match antara pendidikan dan dunia kerja. Menurutnya, orientasi pendidikan perlu beralih dari pendekatan supply-driven menuju demand-driven, yakni menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Para lulusan juga diharapkan memiliki dynamic capabilities atau kemampuan dinamis serta adaptive leadership atau kepemimpinan adaptif. Keduanya diperlukan untuk membaca perubahan, mengenali peluang, dan menentukan strategi.
Suasana semakin hangat ketika Lia menutup pesannya dengan pantun yang mengundang senyum para wisudawan.
“Bunga selasih di tepi taman, wisudawan Polteksi memang menantu idaman,” ucapnya.
Lia juga mengingatkan pentingnya kreativitas, inovasi, keberanian mengambil risiko, dan kemampuan mengenali peluang. Ia meminta para lulusan tidak mudah menyerah ketika menghadapi hambatan.
“Jangan galau jika ada hambatan. Anggaplah itu sebagai kejutan yang harus dihadapi dengan solusi,” ujarnya.
Wisuda tersebut turut dihadiri Direktur Semen Gresik Gatot Mardiana, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Zainul Arifin yang mewakili Bupati Gresik, jajaran ketua program studi dan dosen Polteksi, pengurus Semen Indonesia Foundation, perwakilan perusahaan dan mitra kerja sama, serta orang tua dan wali wisudawan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar