SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Pengalaman terjun langsung dalam dunia politik dan pengabdian masyarakat menjadi materi pembelajaran yang dibagikan Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau Ning Lia, kepada kalangan mahasiswa di berbagai perguruan tinggi.
Kehadiran Ning Lia di lingkungan kampus mendapat perhatian mahasiswa karena dinilai membuka kesempatan untuk memahami kepemimpinan, dinamika politik, serta pentingnya memperjuangkan kepentingan masyarakat.
Salah satu apresiasi datang dari Ketua BEM FISIP Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Awaludin Kahar. Ia menilai pengalaman Ning Lia memberikan perspektif kepada mahasiswa bahwa politik tidak semata-mata berkaitan dengan jabatan, tetapi juga tanggung jawab sosial.
“Kehadiran Ibu Lia Istifhama menjadi kesempatan berharga bagi kami untuk belajar tentang kepemimpinan dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai Anggota DPD RI Dapil Jawa Timur dengan perolehan 2,7 juta suara, beliau menjadi salah satu sosok yang menginspirasi generasi muda untuk berani mengambil peran dalam dunia politik,” ungkap Awaludin.
Menurutnya, perjalanan Ning Lia dalam dunia politik juga memberikan pelajaran mengenai pentingnya membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat.
Pendekatan yang humanis dan keterbukaan dalam menerima berbagai aspirasi menjadi nilai yang dapat dipelajari mahasiswa, khususnya mereka yang ingin berkontribusi dalam kehidupan demokrasi.
Awaludin juga mengapresiasi penghargaan yang diterima Ning Lia sebagai Politisi Humanis Indonesia. Baginya, kualitas seorang politisi tidak hanya diukur dari jabatan yang dimiliki, tetapi juga kepedulian dan kesediaannya mendengarkan masyarakat.
“Dari Ning Lia kita belajar bahwa politik bukan hanya sekadar jabatan, tetapi tentang kepedulian, kesediaan mendengarkan aspirasi, dan upaya menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tuturnya.
Ia berharap semakin banyak ruang partisipasi yang terbuka bagi generasi muda agar mahasiswa dapat mengambil peran dalam pembangunan dan kehidupan demokrasi.
Dalam berbagai kesempatan berbagi pengalaman di kampus, Ning Lia juga menyoroti pentingnya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan kepemimpinan masa depan.
Menurutnya, generasi Z dan Generasi Alpha tidak cukup hanya mengandalkan pengetahuan akademis maupun kemampuan menyampaikan gagasan. Mereka juga perlu memiliki kemampuan membaca persoalan, menawarkan solusi, dan membangun empati sosial.
Perguruan tinggi, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam membentuk calon pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga berintegritas dan peka terhadap persoalan masyarakat.
Salah satu prinsip yang perlu diperkuat adalah meritokrasi, yakni sistem yang memberikan kesempatan kepada seseorang berdasarkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas.
“Gagasan meritokrasi menempatkan kemampuan, kompetensi, prestasi, dan integritas sebagai dasar seseorang memperoleh posisi atau kepercayaan. Dengan prinsip ini, kesempatan berkiprah di dunia legislatif tidak semestinya hanya terbuka bagi mereka yang memiliki kekayaan, kedekatan politik, atau latar belakang tertentu,” kata Ning Lia.
Kegiatan berbagi pengalaman tersebut menjangkau sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Di antaranya Universitas Airlangga (Unair), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Islam Madura (Unira), Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Universitas Wiraraja Sumenep, Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo, serta Politeknik.
Dengan perolehan 2.739.123 suara pada Pemilu 2024, Ning Lia tercatat sebagai senator perempuan nonpetahana dengan perolehan suara tertinggi secara nasional.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu perspektif yang dibagikan kepada mahasiswa untuk memahami proses politik, representasi masyarakat, dan tanggung jawab seorang wakil rakyat.
Melalui ruang dialog di lingkungan akademik, mahasiswa diharapkan tidak hanya mengenal politik dari sisi teori, tetapi juga memahami praktik kepemimpinan, integritas, dan pengabdian kepada masyarakat.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar