MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di SMKN 8 Kota Malang untuk memastikan kegiatan berlangsung lancar. Sebanyak 391 murid kelas XII mengikuti pelaksanaan TKA di sekolah tersebut dengan dukungan tujuh laboratorium komputer.
Dalam kunjungan itu, Khofifah meninjau sejumlah ruang ujian sekaligus memastikan kesiapan sarana dan prasarana pendukung. Pemeriksaan mencakup kelancaran jaringan, pasokan listrik, serta kesiapan fasilitas agar murid dapat mengerjakan soal dengan nyaman.
Setibanya di sekolah, Khofifah disambut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai dan Kepala SMKN 8 Kota Malang Suharyanto.
Pelaksanaan TKA di SMKN 8 Malang melibatkan 66 guru dan 16 tenaga administrasi. Ujian dijadwalkan berlangsung selama empat hari dengan pembagian tiga sesi setiap hari.
Sesi pertama berlangsung pukul 07.30–09.15 WIB, sesi kedua pukul 09.30–11.15 WIB, dan sesi ketiga pukul 12.00–13.45 WIB.
Usai meninjau ruang ujian, Khofifah bersama jajaran Dinas Pendidikan Jawa Timur melanjutkan kegiatan ke Ruang Vitcon. Dari lokasi tersebut, mereka menyapa dan memantau pelaksanaan TKA secara virtual bersama para kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB se-Jawa Timur melalui Zoom.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah mengapresiasi kerja keras kepala sekolah dan guru dalam mempersiapkan kemampuan akademik murid hingga meraih berbagai prestasi.
Ia berharap pelaksanaan TKA dapat menjadi kesempatan bagi murid untuk melihat capaian akademik mereka melalui penilaian yang terstandar.
“Semoga semua bisa ikut TKA hari ini untuk melihat standar akademik achievement,” ujar Khofifah.
Khofifah juga mengingatkan pentingnya mengiringi usaha akademik dengan ikhtiar spiritual. Ia menyebut kegiatan doa bersama dan salat hajat yang sebelumnya dilakukan sebagai bagian dari dukungan kepada para murid.
Menurutnya, doa dan dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan ketenangan serta semangat bagi murid yang menjalani ujian maupun mereka yang tengah mempersiapkan langkah setelah lulus sekolah.
“Mudah-mudahan diberi kemudahan, kelancaran dan kesuksesan sehingga cita-cita tercapai,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan murid agar tidak meremehkan mata pelajaran yang diujikan. Seluruh mata pelajaran, menurut Khofifah, perlu mendapatkan perhatian yang seimbang selama mengikuti TKA.
SMKN 8 Kota Malang tercatat memiliki 1.214 murid. Dari jumlah tersebut, murid kelas XII menjadi kelompok yang mengikuti TKA sesuai dengan ketentuan pelaksanaan di sekolah.
Khofifah menjelaskan bahwa TKA merupakan instrumen untuk mengukur capaian akademik secara terstandar dan objektif. Hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi pendidikan lanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Hasil TKA menjadi salah satu komponen dalam seleksi nasional berbasis prestasi (SNBP),” kata Khofifah.
Karena itu, ia mendorong murid untuk mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh dan mempersiapkan diri secara optimal. Hasil evaluasi akademik diharapkan dapat membantu murid memahami kemampuan mereka sekaligus mendukung perencanaan pendidikan setelah lulus.
Di SMKN 8 Malang, terdapat empat kompetensi keahlian dengan total 36 rombongan belajar (rombel). Rinciannya, Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) sebanyak 12 rombel, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) sebanyak 12 rombel, Teknik Mekatronika sebanyak enam rombel, serta Teknik Elektronika Industri sebanyak enam rombel.
Khofifah turut menyoroti capaian penelusuran lulusan atau tracer study sekolah. Berdasarkan keterangan yang disampaikannya, persentase tracer study lulusan 2025 mencapai 94,42 persen.
Untuk menjaga kelancaran ujian, pihak sekolah menyiapkan dukungan teknis, termasuk generator set (genset) sebagai antisipasi apabila terjadi gangguan pasokan listrik.
Khofifah menekankan pentingnya memastikan jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik tetap berfungsi selama ujian agar konsentrasi murid tidak terganggu.
Kepala SMKN 8 Kota Malang Suharyanto mengatakan sekolah telah melakukan persiapan dari sisi kompetensi akademik maupun sarana dan prasarana. Guru juga memberikan pendampingan kepada murid sebagai bagian dari persiapan menghadapi TKA.
“Pelajar sudah diberi pendampingan oleh para guru dari sisi kompetensi, kami juga sudah menyiapkan hal teknis agar pelaksanaan TKA berjalan lancar,” jelas Suharyanto.
Selain mempersiapkan murid untuk menyelesaikan pendidikan, sekolah juga berupaya mendukung transisi lulusan menuju dunia kerja maupun pendidikan tinggi.
Suharyanto menyebut tingkat keterserapan kerja lulusan SMKN 8 Malang pada 2025 mencapai 94,4 persen. Sementara itu, sekitar lima persen lulusan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, berdasarkan keterangan yang disampaikannya.
Untuk memperkuat keterkaitan pendidikan dengan kebutuhan industri, SMKN 8 Malang menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra. Di antaranya, kelas industri Rekayasa Perangkat Lunak bersama Rakryan VET (Vocational Education Training), kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan bersama PT Capoeng Digital Nusantara, serta kompetensi Mekatronika dan Elektronika Industri bersama PT Festo.
Peninjauan TKA tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jawa Timur, Kepala BPMP Jawa Timur, Manager PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Malang, serta General Manager Telkom Malang.
Kesiapan pelaksanaan TKA menjadi salah satu bagian dari upaya sekolah dalam mendukung evaluasi akademik murid. Dukungan guru, kesiapan fasilitas, dan pendampingan kepada murid diharapkan dapat membantu mereka menyelesaikan pendidikan serta mempersiapkan pilihan setelah lulus.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar