Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 132 Murid, Tinjau Program SIKAP di Pacitan

Jumat, 23 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Program SIKAP di SMKN 2 Pacitan, Kamis (22/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau Program SIKAP di SMKN 2 Pacitan, Kamis (22/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

PACITAN, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan bantuan pendidikan kepada 132 murid serta meninjau pelaksanaan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMKN 2 Pacitan, Kamis (22/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong kemandirian murid melalui pembelajaran berbasis praktik.

Dalam kunjungan itu, Khofifah juga menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk SMKN 2 Pacitan yang dialokasikan pada Tahun Anggaran 2027. Selain itu, ia meninjau kebun sekolah, menanam pohon produktif, dan memanen ikan hasil budidaya murid bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendorong agar akses pendidikan semakin merata dan inklusif, sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran vokasi.

Sebanyak 132 murid menerima bantuan pendidikan dengan nilai masing-masing Rp1 juta. Jumlah tersebut terdiri atas 112 murid afirmasi, yakni 26 murid SMA, 56 murid SMK, dan 30 murid SLB, serta 20 murid penerima bantuan pendidikan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Jawa Timur.

Khofifah mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk meringankan beban biaya pendidikan sekaligus memastikan setiap anak memiliki kesempatan melanjutkan sekolah dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Bantuan ini bukan sekadar uang, ini adalah pesan bahwa tidak ada satu pun anak Jatim yang boleh tertinggal pendidikannya. Afirmasi adalah komitmen kita untuk pendidikan yang merata,” ujarnya.

Menurut Khofifah, pemerataan akses pendidikan merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia Jawa Timur. Dukungan bagi murid diharapkan dapat membantu keberlanjutan pendidikan dan membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi sesuai minat serta kemampuan masing-masing.
Setelah penyerahan bantuan pendidikan, Khofifah bersama Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji meninjau pelaksanaan Program SIKAP di SMKN 2 Pacitan.

Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan tersebut mendorong pemanfaatan lingkungan sekolah untuk kegiatan produktif di bidang pertanian dan perikanan, sekaligus memberikan pengalaman belajar berbasis praktik kepada murid.

Di lokasi, Khofifah meninjau kebun sekolah yang ditanami berbagai jenis sayuran dan buah-buahan, antara lain cabai, terong, seledri, tomat, kangkung, ketela, dan pepaya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman 81 pohon produktif bersama 81 murid dan lima guru. Khofifah turut menanam pohon alpukat sebagai bagian dari upaya menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat produktif dalam jangka panjang.

Selain pertanian, sekolah juga mengembangkan budidaya ikan sebagai sarana pembelajaran. Dalam kesempatan tersebut, Khofifah bersama Bupati Pacitan memanen ikan nila merah dan nila hitam hasil budidaya sekolah.

Khofifah mengapresiasi pelaksanaan Program SIKAP yang mengintegrasikan kegiatan produktif dengan proses pembelajaran.

“Implementasi program SIKAP di SMKN 2 Pacitan ini bagus sekali. Ada tanaman buah dan sayur yang tumbuh subur, tadi juga kita menanam pohon, lalu panen ikan nila. Ini menjadi bukti bahwa sekolah vokasi bisa menjadi cikal bakal penguatan ketahanan dan lumbung pangan,” jelasnya.

Ia berharap praktik tersebut terus dikembangkan untuk membangun kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan murid. Dengan demikian, lulusan sekolah vokasi diharapkan memiliki bekal yang lebih kuat untuk memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Dalam kunjungan tersebut, Khofifah juga menyerahkan secara simbolis bantuan pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) untuk SMKN 2 Pacitan. Pembangunan fasilitas itu dialokasikan melalui Tahun Anggaran 2027.

“Ada bantuan RPS, Ruang Praktik Siswa. Insyaallah direalisasikan tahun depan karena menggunakan anggaran tahun 2027. Semoga nanti prosesnya lancar dan segera dapat dimanfaatkan untuk praktik anak-anak,” ucapnya.

Khofifah berharap peningkatan fasilitas tersebut dapat mendukung pembelajaran praktik yang sesuai dengan kebutuhan kompetensi murid. Ketersediaan sarana yang memadai dinilai penting untuk mempersiapkan lulusan sekolah vokasi agar lebih terampil dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja.

Rangkaian kunjungan di SMKN 2 Pacitan juga diisi dengan penyerahan tali asih dan paket sembako kepada 15 petugas kebersihan serta penjaga sekolah di wilayah Pacitan.

Bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada para petugas yang turut menjaga kebersihan, kenyamanan, dan kelancaran kegiatan di lingkungan sekolah.

Khofifah menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur harus memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui pemerataan akses pendidikan, penguatan ketahanan pangan, peningkatan fasilitas belajar, dan perhatian kepada para petugas sekolah.

“Pembangunan Jatim harus menyentuh semua. Akses pendidikan terbuka untuk semua, ketahanan pangan kita kuatkan, ruang belajar kita bangun, dan para penjaga sekolah yang setiap hari merawat sekolah kita muliakan. Inilah Jatim yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur di usia ke-81,” ungkap Khofifah.

Sementara itu, Kepala SMKN 2 Pacitan Subagyo menyampaikan apresiasi atas kunjungan Gubernur Jawa Timur tersebut. Ia berharap dukungan pemerintah dapat menambah semangat sekolah untuk terus mengembangkan Program SIKAP dan memperkenalkan hasil penerapannya kepada masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Santri 2026, Senator Cantik Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Bangun Peradaban dari Timur
140 Peserta Ikuti Musabaqah Kaligrafi Pegon, Lamongan Rawat Warisan Santri
Hari Santri 2026, Khofifah Dorong Santri Kuasai AI dan Ekonomi Digital
InaSkills 2026 Diikuti 90 Peserta, Pemenang Berpeluang ke WorldSkills
Tak Ada Calon Dicoret, 8 Kandidat Rektor UIN KHAS Jember Diusulkan ke Menag
Khofifah Apresiasi Siswa Jatim, Juara Umum FIKSI Nasional 2026
Dari Ecobrick hingga Maggot, Cara Sekolah di Sidoarjo Kelola Sampah
Gibran Jajal AI Buatan Santri Dalwa, Khofifah Dorong Inovasi Pesantren

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:29

Khofifah Salurkan Bantuan Pendidikan untuk 132 Murid, Tinjau Program SIKAP di Pacitan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:08

Hari Santri 2026, Senator Cantik Anggota DPD RI asal Jawa Timur Lia Istifhama Ajak Mahasiswa Bangun Peradaban dari Timur

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:23

140 Peserta Ikuti Musabaqah Kaligrafi Pegon, Lamongan Rawat Warisan Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:16

Hari Santri 2026, Khofifah Dorong Santri Kuasai AI dan Ekonomi Digital

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:24

InaSkills 2026 Diikuti 90 Peserta, Pemenang Berpeluang ke WorldSkills

Berita Terbaru