JEMBER, RadarBangsa.co.id – Jumlah pengawas sekolah di Kabupaten Jember belum sebanding dengan satuan pendidikan yang harus didampingi. Saat ini, seorang pengawas menangani 20 hingga lebih dari 40 sekolah, sementara rasio idealnya satu pengawas untuk 10 sekolah.
Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember dalam upaya meningkatkan kompetensi pengawas dan penilik. Selain menggelar bimbingan teknis (bimtek), Dispendik juga berencana membuka seleksi pengisian pengawas baru.
Kabid Ketenagaan Dispendik Jember, Tulus Wijayanto, S.Pd, M.Si, mengatakan jumlah pengawas yang tersedia masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Kalau dari segi jumlah, pengawas yang ada di Kabupaten Jember ini jauh. Idealnya, satu pengawas itu adalah 10 sekolah. Tapi kenyataannya sekarang itu, satu pengawas bisa mendampingi lebih dari itu,” ungkap Tulus.
Menurut dia, pengawas dan penilik memiliki peran penting dalam mendampingi satuan pendidikan untuk meningkatkan kinerja dan kualitas pembelajaran.
“Tugas utama pengawas atau penilik itu adalah mendampingi sekolah atau satuan pendidikan. Harapannya adalah ada peningkatan kinerja satuan pendidikan dan peningkatan kinerja sekolah,” ujarnya.
Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui Bimtek Peningkatan Kompetensi Pengawas dan Penilik yang digelar di Hotel Fortunagrande, Selasa (3/11/2026). Kegiatan ini dihadiri Plt. Kepala Dispendik Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP, M.Si, serta diikuti 42 peserta.
Peserta terdiri atas enam penilik, tiga pengawas PAUD, 19 pengawas SD, dan 14 pengawas SMP. Materi pelatihan diarahkan pada kemampuan manajerial, pendampingan tata kelola, serta pengembangan budaya mutu di sekolah.
Tulus menjelaskan, pendampingan sekolah juga perlu ditopang sistem penjaminan mutu internal (SPMI) yang dijalankan melalui standar operasional prosedur (SOP).
“Kalau sudah bicara masalah budaya mutu, segala sesuatu itu harus ada SOP-nya yang ada di sekolah. Jadi, sekolah harus ngerti kalau misalkan melayani siswa, pembelajaran, bagaimana, itu sudah ada. Semuanya memberikan yang terbaik agar mutu kualitas yang ada di sekolah itu semakin meningkat,” tegasnya.
Ia menambahkan, tantangan pengawas semakin dinamis karena sekolah harus mendukung berbagai program prioritas nasional maupun daerah. Karena itu, pengawas diharapkan mampu membantu sekolah membangun tata kelola dan budaya mutu secara berkelanjutan.
Untuk mengatasi kekurangan tenaga pengawas, Dispendik Jember berencana membuka seleksi sesuai petunjuk teknis terbaru dari pemerintah. Calon pengawas akan berasal dari guru berpengalaman yang pernah menjabat sebagai kepala sekolah minimal dua tahun dan memenuhi persyaratan uji kompetensi perpindahan jabatan.
Bimtek tersebut menghadirkan narasumber dari dua unit pelaksana teknis Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), yakni Balai Besar Penjamin Mutu Pendidikan (BBPMP) dan Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK).
Penulis : Herry
Editor : Zainul Arifin


















Komentar