Bangkalan Dorong Anyaman Bambu Jadi Usaha Produktif, 20 Warga Dilatih

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta mengikuti pelatihan kerajinan anyaman bambu yang diselenggarakan Disperinaker Bangkalan di Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (2/11/2026). (Dok. Disperinaker Bangkalan/RadarBangsa.co.id)

Peserta mengikuti pelatihan kerajinan anyaman bambu yang diselenggarakan Disperinaker Bangkalan di Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah, Senin (2/11/2026). (Dok. Disperinaker Bangkalan/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mendorong kerajinan anyaman bambu berkembang menjadi peluang usaha produktif bagi masyarakat. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelatihan keterampilan bagi 20 warga Desa Tanah Merah Laok, Kecamatan Tanah Merah.

Pelatihan yang digelar Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bangkalan itu dibuka pada Senin (2/11/2026) dan berlangsung hingga Kamis (5/11/2026). Peserta mendapatkan pendampingan langsung dari dua perajin senior asal Yogyakarta.

Kepala Bidang Industri Non Agro Disperinaker Bangkalan, Huzaimah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus mendorong pertumbuhan industri kecil dan menengah di daerah.

Menurutnya, keterampilan mengolah bambu perlu dikembangkan agar potensi lokal dapat menghasilkan produk bernilai tambah dan membuka kesempatan usaha bagi masyarakat.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat kerajinan anyaman bambu, tetapi juga mampu mengembangkannya menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan berpotensi menjadi peluang usaha. Dengan begitu, potensi lokal dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas serta daya saing IKM di Kabupaten Bangkalan,” ungkapnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mempelajari teknik pengolahan bambu menjadi berbagai produk kerajinan, mulai dari pincuk, rantang susun, besek, tas parsel, hingga keranjang buah.

Pendampingan dari perajin berpengalaman diharapkan membantu peserta mengasah keterampilan sekaligus memahami pentingnya menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kepala Desa Tanah Merah Laok beserta perangkat desa turut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Kepala Desa mengingatkan peserta agar mengikuti pelatihan secara sungguh-sungguh dan terus mengembangkan kemampuan yang diperoleh setelah program berakhir.

Ia juga berharap ada keberlanjutan program, terutama dalam hal pendampingan pemasaran agar produk kerajinan warga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

“Kami berharap masyarakat yang mengikuti pelatihan ini benar-benar memanfaatkan kesempatan yang diberikan. Jangan sampai setelah pelatihan selesai, keterampilan yang diperoleh tidak dikembangkan. Kami juga berharap ke depan ada keberlanjutan, terutama dalam menghubungkan para peserta dengan pasar, baik lokal, nasional maupun internasional,” tuturnya.

Kepala Desa juga meminta para narasumber membekali peserta dengan kemampuan membuat produk yang diminati pasar sehingga keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti materi dan praktik pengolahan bambu. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi warga untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempelajari teknik pembuatan berbagai produk kerajinan.

Pemkab Bangkalan berharap pelatihan ini dapat mendukung pelestarian keterampilan tradisional sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Penguatan keterampilan, kualitas produk, dan akses pemasaran diharapkan menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan IKM lokal agar semakin produktif dan berdaya saing.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Jelang Nataru, Pasar Murah di Paciran Tawarkan Sembako Terjangkau
Sembilan Buyer Filipina Datang ke Banyuwangi, Kopi Specialty Lokal Dibidik untuk Pasar Ekspor
Khofifah Raih Wilwatikta Awards 2026, Soroti Sinergi 38 Kabupaten dan Kota
Sidoarjo Raih Penghargaan Investasi, Subandi Benahi Regulasi dan Tata Ruang
Khofifah Buka Jalan Ekspor 25 UKM Jatim ke Jepang, Potensi Transaksi Rp1,13 Triliun
Modun Ngisor, Cara Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Dengarkan Aspirasi Pedagang UMKM
Agrofest 2026 Pasuruan Bidik Kemitraan Petani Lokal dan BGN
4.807 Lowongan Kerja Dibuka di Job Fair Jatim, Ada Peluang bagi Disabilitas

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:44

Jelang Nataru, Pasar Murah di Paciran Tawarkan Sembako Terjangkau

Senin, 2 November 2026 - 06:42

Sembilan Buyer Filipina Datang ke Banyuwangi, Kopi Specialty Lokal Dibidik untuk Pasar Ekspor

Minggu, 1 November 2026 - 21:12

Khofifah Raih Wilwatikta Awards 2026, Soroti Sinergi 38 Kabupaten dan Kota

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:21

Sidoarjo Raih Penghargaan Investasi, Subandi Benahi Regulasi dan Tata Ruang

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:08

Khofifah Buka Jalan Ekspor 25 UKM Jatim ke Jepang, Potensi Transaksi Rp1,13 Triliun

Berita Terbaru