HALMAHERA TENGAH, RadarBangsa.co.id – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat kerja sama pengembangan sumber daya manusia (SDM) lokal di sektor industri pengolahan logam berat. Kolaborasi ini mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi, beasiswa, hingga penempatan peserta magang di kawasan industri.
Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) oleh Sekretaris Jenderal Kemnaker Cris Kuntadi dan Presiden Direktur PT IWIP Kevin He di Halmahera Tengah, Maluku Utara, Senin (2/11/2026).
Kerja sama yang berlaku pada 2026-2028 itu diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten guna memenuhi kebutuhan industri yang berkembang di kawasan timur Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan, pertumbuhan investasi harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas tenaga kerja dan kesejahteraan pekerja.
“Prinsip kita tegas, industri harus maju, dan pekerja harus sejahtera. Dua hal ini tidak boleh dipertentangkan, melainkan harus berjalan seiring dan saling menguatkan,” ujarnya.
Menurut Yassierli, Kemnaker mendorong PT IWIP menyusun peta jalan kebutuhan SDM untuk lima tahun mendatang. Perencanaan tersebut mencakup kebutuhan tenaga kerja secara bertahap, mulai dari operator, supervisor, hingga insinyur muda.
Kemnaker juga menekankan agar penggunaan tenaga kerja asing (TKA) dibatasi pada kebutuhan teknis khusus dan disertai proses alih pengetahuan kepada tenaga kerja Indonesia.
Yassierli berharap PT IWIP dapat menjadi percontohan pengembangan SDM industri yang terintegrasi dengan sistem pendidikan dan pelatihan.
“Cita-cita kita adalah menjadikan PT IWIP sebagai benchmark Integrated Talent Engine in Indonesia, yakni sebuah kawasan industri yang mampu menarik ekosistem pelatihan dan pendidikan secara mandiri dan terintegrasi,” kata Yassierli.
Dukungan pengembangan SDM tersebut diwujudkan melalui integrasi pelatihan vokasi dan pendidikan. Kemnaker menyiapkan alokasi kuota pelatihan serta sertifikasi gratis melalui Balai Latihan Kerja (BLK).
Selain itu, pemerintah menyediakan beasiswa penuh di Politeknik Ketenagakerjaan bagi putra-putri daerah Maluku Utara untuk memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja.
Kerja sama tersebut juga membuka kesempatan pelatihan bagi kelompok penyandang disabilitas. Sementara itu, sebanyak 80 persen peserta Program Magang Nasional direncanakan ditempatkan langsung di kawasan industri PT IWIP.
Yassierli berharap kolaborasi tersebut memberikan dampak terhadap kemajuan industri nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah dan wilayah sekitarnya.
“Melalui kolaborasi Kemnaker dan PT IWIP diharapkan dapat memberikan dampak besar bagi kemajuan industri nasional serta peningkatan kesejahteraan masyarakat Halmahera Tengah dan sekitarnya,” tutupnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar