Khofifah Takziah ke Keluarga Korban Longsor Lumajang, Bawa Santunan dan Bantuan Renovasi

Selasa, 3 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat takziah ke rumah keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (2/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat takziah ke rumah keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang, Senin (2/11/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

LUMAJANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban tanah longsor di Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Senin (2/11/2026). Selain memberikan dukungan moril, Khofifah menyerahkan santunan dan bantuan material untuk memperbaiki rumah warga terdampak.

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah menemui keluarga almarhum Imron Rosadi (40) dan putrinya, Hilya (9), yang meninggal dunia setelah tertimbun material longsor.

Khofifah menyampaikan doa bagi kedua korban serta berharap keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan menghadapi musibah tersebut.

“Innalilahi Wa Inailaihi Rajiun mudah mudahan almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik disisi Allah SWT. Seluruh khilafnya diampuni dan diterima seluruh amal baik serta dipanggil dalam keadaan husnul khotimah,” ungkapnya.

Bantuan yang disalurkan Pemprov Jawa Timur tidak hanya berupa santunan kepada keluarga korban dan sembako bagi masyarakat sekitar. Pemerintah provinsi juga memberikan material bangunan untuk mendukung perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat longsor.

Bantuan tersebut terdiri atas 75 sak semen Portland, 5.000 bata merah, 1.500 genteng, dan 60 batang kayu balok.

Di sela kunjungan, Khofifah mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi perubahan cuaca. Menurutnya, peralihan dari musim kemarau ke musim hujan perlu diantisipasi karena sejumlah wilayah Jawa Timur masih mengalami kekeringan, sedangkan daerah lainnya mulai diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

“Di beberapa tempat kita masih menemukan kelangkaan air bersih. Dropping air bersih masih dilakukan dengan pelibatan BPBD Provinsi Jawa Timur. Sebetulnya prediksi BMKG setelah direvisi, semula puncak kekeringan di bulan September, kemudian direvisi puncak kekeringan di bulan November untuk Jawa Timur,” jelasnya.

Khofifah menyebut hujan diprediksi mulai berlangsung pada Desember hingga Februari mendatang. Ia berharap hujan yang turun membawa manfaat bagi masyarakat, terutama wilayah yang masih menghadapi kekurangan air bersih.

“Tentu harapan kita adalah hujan yang membawa rahmat dan manfaat,” harapnya.

Meski demikian, meningkatnya curah hujan juga berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, termasuk tanah longsor di kawasan perbukitan dan lereng. Khofifah menyebut sejumlah daerah di Jawa Timur telah mengalami kejadian serupa, antara lain Trenggalek, Malang, khususnya Tirtoyudo, dan Lumajang.

Karena itu, ia meminta kesiapsiagaan bencana diperkuat hingga tingkat terkecil, mulai dari pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, kecamatan, desa, hingga RT dan RW. Menurutnya, keterlibatan masyarakat penting untuk mengenali potensi ancaman dan mempercepat langkah evakuasi jika ditemukan tanda-tanda bahaya.

“Bagaimana secara komunitas, apakah RT, RW, desa, sama-sama membangun kewaspadaan dari desa setempat. Jangan sampai kemudian ada bencana alam yang berdampak pada hilangnya saudara-saudara kita dan akhirnya mereka meninggal dunia,” tegasnya.

Khofifah juga mengingatkan posisi Indonesia, termasuk Jawa Timur, yang berada di kawasan Ring of Fire atau Cincin Api Pasifik. Kondisi tersebut membuat upaya mitigasi perlu dilakukan secara berkelanjutan, termasuk saat musim kemarau belum sepenuhnya berakhir.

“Karena kita berada di Ring of Fire, maka kewaspadaan itu harus dilakukan berlapis. Pada saat musim kemarau belum semuanya selesai, kita sudah harus melakukan antisipasi menghadapi musim hujan yang memang sudah terjadi di beberapa daerah,” katanya.

Ia mengajak pemerintah, aparat, relawan kebencanaan, dan masyarakat memperkuat koordinasi untuk meminimalkan risiko serta dampak bencana.

“Kewaspadaan berganda itu harus dilakukan oleh semua pihak, semua lini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Lumajang Indah Amperawati Masdar mengapresiasi perhatian Khofifah yang datang langsung menemui keluarga korban di rumah duka.

“Kami atas nama Pemkab Lumajang menyampaikan rasa terima kasih kepada ibu Gubernur atas seluruh perhatian bagi warga kami di Lumajang,” pungkasnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Ribuan Jemaah Padati Jember Bermunajat, Gus Fawait Apresiasi Pemuda Pancasila
Hujan Lebat di Banyuwangi Picu Luapan Sungai, Jalan Longsor 25 Meter
Pancaroba Tiba, ASN Probolinggo Diingatkan Jaga Kesehatan dan Keselamatan
Lima Tahun Diperjuangkan, Pintu Air Gambiran Kini Tuntas
Lamongan Andalkan 180 Atlet di POPDA Jatim 2026, Satu Emas Sudah Dikantongi
Khofifah Baur dengan 6.000 Anak di Malang, Tekankan Religiusitas dan Nasionalisme
Anggaran Responsif Gender Lamongan Naik, Program Bertambah Jadi 460
Senator Cantik Lia Istifhama Ikut Donor Darah, HUT DPD RI Diisi Aksi Sosial

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 08:24

Khofifah Takziah ke Keluarga Korban Longsor Lumajang, Bawa Santunan dan Bantuan Renovasi

Selasa, 3 November 2026 - 08:03

Ribuan Jemaah Padati Jember Bermunajat, Gus Fawait Apresiasi Pemuda Pancasila

Selasa, 3 November 2026 - 07:30

Hujan Lebat di Banyuwangi Picu Luapan Sungai, Jalan Longsor 25 Meter

Selasa, 3 November 2026 - 07:10

Lima Tahun Diperjuangkan, Pintu Air Gambiran Kini Tuntas

Senin, 2 November 2026 - 16:36

Lamongan Andalkan 180 Atlet di POPDA Jatim 2026, Satu Emas Sudah Dikantongi

Berita Terbaru