Khofifah Baur dengan 6.000 Anak di Malang, Tekankan Religiusitas dan Nasionalisme

Senin, 2 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membaur bersama ribuan peserta Gebyar Senam Santri Aswaja di Sengkaling Recreation Park, Kabupaten Malang, Senin (2/11). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membaur bersama ribuan peserta Gebyar Senam Santri Aswaja di Sengkaling Recreation Park, Kabupaten Malang, Senin (2/11). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Penanaman nilai religiusitas dan nasionalisme menjadi pesan utama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat membaur bersama lebih dari 6.000 anak dalam Gebyar Senam Santri Aswaja di Sengkaling Recreation Park, Mulyoagung, Kabupaten Malang, Senin (2/11).

Kegiatan yang diselenggarakan Ikatan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (IGPAUD) Muslimat NU Kabupaten Malang tersebut diikuti murid Taman Kanak-kanak (TK), Raudhatul Athfal (RA), dan Kelompok Bermain (KB), bersama guru serta wali murid.

Gebyar Senam Santri Aswaja digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026. Khofifah menilai momentum tersebut penting untuk membangun karakter generasi penerus sejak usia dini, dengan memadukan pendidikan agama dan kecintaan terhadap tanah air.

Menurut Khofifah, pembentukan karakter anak perlu dimulai sejak awal kehidupan. Penanaman nilai religiusitas, kata dia, harus berjalan beriringan dengan penguatan nasionalisme.

“Kalau membibit sebenarnya dimulai dari kehamilan, kemudian dari balita dan ini ada yang balita kalau kelompok bermain, tapi ada yang sudah umur 6 tahun kalau itu TK, RA kalau kita mau menanamkan sisi religiusitas beriringan dengan sisi nasionalisme,” kata Khofifah.

Ia juga mengingatkan bahwa Hari Santri memiliki akar sejarah yang kuat dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Peran santri dalam perjuangan tersebut tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dicetuskan KH Muhammad Hasyim Asy’ari.

“Momentum hari santri itu adalah sangat tepat karena hari santri itu sesungguhnya referensi bagaimana mempertahankan kemerdekaan yang sudah diraih oleh warga bangsa ini,” ujarnya.

Khofifah menjelaskan, seruan Resolusi Jihad menjadi salah satu penggerak perjuangan rakyat, terutama di Jawa dan Madura, dalam menghadapi penjajah.

“Kyai Muhammad Hasyim Asy’ari menyerukan resolusi jihad yang menyerukan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan fardhu ain, artinya kewajiban setiap warga bangsa tapi waktu itu terutama Jawa dan Madura,” jelasnya.

Menurut Khofifah, semangat perjuangan tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah bangsa, yang kemudian berkaitan dengan peristiwa perlawanan di Surabaya hingga diperingatinya Hari Pahlawan pada 10 November.

“Jadi hari santri itu adalah hari di mana para santri digerakkan oleh pendiri NU KH. Hasyim Asy’ari untuk bergerak mempertahankan kemerdekaan dan itu basisnya adalah di Surabaya. Maka 22 Oktober sampai lah kemudian masuk ke 10 November itu kemudian oleh pemerintah dijadikan tonggak sejarah sebagai hari pahlawan,” tuturnya.

Ia menambahkan, pesantren memiliki kontribusi besar dalam membangun jiwa patriotisme dan nasionalisme. Keberadaan pesantren yang telah tumbuh jauh sebelum Indonesia merdeka menjadi bagian dari perjalanan pendidikan sekaligus perjuangan bangsa.

“Sebetulnya pesantren itu memiliki kemandirian yang luar biasa, sebelum Indonesia ini merdeka pesantren itu sudah ada, jadi sebetulnya kalau mencari heroisme, patriotisme kemudian berjuang untuk mendapatkan kemerdekaan itu peran pesantren luar biasa,” ungkap Khofifah.

Selain menekankan pentingnya pendidikan karakter, Khofifah juga menyoroti perlunya perlindungan dan pengawasan terhadap santri yang menempuh pendidikan di pesantren. Ia menyebut peran Kementerian Agama diperlukan untuk memastikan proses pembinaan berjalan dengan baik.

“Jadi memang harus ada perlindungan dan pengawasan yang memang dilakukan oleh Kemenag secara kontinyu terstruktur dan sistematis, membutuhkan satu koordinasi untuk memberikan perlindungan dari proses pembinaan yang dilakukan oleh pesantren-pesantren yang ada di semua daerah yang ada di Indonesia,” ucapnya.

Dalam kegiatan tersebut, Khofifah turut memberikan apresiasi kepada peserta. Apresiasi yang disiapkan berupa 33 unit kipas angin dan uang dengan total Rp33 juta. Setiap kecamatan yang berpartisipasi memperoleh satu unit kipas angin dan uang sebesar Rp1 juta.

Khofifah berharap anak-anak yang mengikuti kegiatan tersebut tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, serta mampu membawa kebanggaan bagi keluarga, daerah, bangsa, dan agama.

“Anak-anak TK, KB, dan RA semua mudah-mudahan anak-anak dianugerahkan ilmu yang manfaat barokah, anak-anak yang Sholeh Sholehah, anak-anak yang bisa membawa kebanggaan keluarga, daerah, Indonesia dan agama,” harapnya.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Lamongan Andalkan 180 Atlet di POPDA Jatim 2026, Satu Emas Sudah Dikantongi
Anggaran Responsif Gender Lamongan Naik, Program Bertambah Jadi 460
Senator Cantik Lia Istifhama Ikut Donor Darah, HUT DPD RI Diisi Aksi Sosial
Aduan Warga Ditindaklanjuti, Satpolairud Lamongan Evakuasi Pria ke RSJ
Belasan Ribu Jemaah Padati Pasuruan Bersholawat 2026 di Winongan
Probolinggo Raih Penghargaan Pariwisata, Festival Tujuh Pantai Disiapkan
Dari Kraton ke Sidogiri, 40 Tim Meriahkan Gerak Jalan Hari Santri Pasuruan
201 Pelajar dan Santri Pasuruan Unjuk Kemampuan Dakwah di Lomba Da’i Nusantara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 16:36

Lamongan Andalkan 180 Atlet di POPDA Jatim 2026, Satu Emas Sudah Dikantongi

Senin, 2 November 2026 - 16:26

Khofifah Baur dengan 6.000 Anak di Malang, Tekankan Religiusitas dan Nasionalisme

Senin, 2 November 2026 - 16:18

Anggaran Responsif Gender Lamongan Naik, Program Bertambah Jadi 460

Senin, 2 November 2026 - 15:50

Senator Cantik Lia Istifhama Ikut Donor Darah, HUT DPD RI Diisi Aksi Sosial

Senin, 2 November 2026 - 15:38

Aduan Warga Ditindaklanjuti, Satpolairud Lamongan Evakuasi Pria ke RSJ

Berita Terbaru