SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 25 pelaku usaha Jawa Timur mendapat persetujuan untuk segera melakukan pengiriman produk ke Jepang dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp1.133.260.946.000. Peluang tersebut muncul melalui kegiatan business matching yang digelar Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pelaku usaha Jepang di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (30/10/2026) malam.
Kegiatan ini menjadi pintu bagi produk usaha kecil dan menengah (UKM) Jawa Timur untuk memperluas pasar ekspor. Namun, pelaku usaha masih perlu menyesuaikan kualitas, komposisi, dan kemasan produk agar memenuhi ketentuan pasar Jepang.
Sekitar 40 UKM Jawa Timur dari berbagai sektor mengikuti kegiatan tersebut. Produk yang ditampilkan antara lain keripik, kerupuk, lele, mangga arum manis, sambal, bumbu pecel, bumbu dapur, petis Madura, cabai, makanan beku (frozen food), hingga air mineral.
Khofifah mengajak pelaku usaha Jepang mengkurasi produk UKM secara langsung. Dengan mekanisme tersebut, pelaku usaha Jawa Timur dapat memperoleh masukan mengenai kebutuhan pasar sekaligus persyaratan yang harus dipenuhi untuk menembus Jepang.
“Di sini hadir langsung CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi, beliau langsung yang melakukan kurasi produk-produk kita dari Jawa Timur,” kata Khofifah.
Menurut Khofifah, masukan dari pelaku usaha Jepang perlu segera ditindaklanjuti agar peluang ekspor tidak berhenti pada kegiatan promosi dan penjajakan.
“Peluang ini dibawa oleh Sariraya Co. Ltd., harapan saya feedback yang diberikan Pak Teguh kepada masing-masing UKM tadi bisa segera ditindaklanjuti oleh UKM-UKM kita, sehingga ini akan menjadi jalan pembuka untuk ekspor kita ke Jepang,” ujarnya.
CEO Sariraya Co. Ltd. Teguh Wahyudi menilai produk UKM Jawa Timur yang dipamerkan memiliki kualitas baik. Meski demikian, ia menyebut masih diperlukan sejumlah perbaikan agar produk tersebut memenuhi kebutuhan pasar Jepang.
Teguh menekankan pentingnya pencantuman komposisi secara terperinci serta kemasan yang menarik. Informasi mengenai bahan yang digunakan menjadi salah satu persyaratan penting bagi produk yang akan memasuki pasar Jepang.
“Untuk bisa masuk ke pasar Jepang maka ada beberapa hal yang harus kita ketahui, di antaranya adalah bagaimana caranya produk ini dibuat. Oleh karena itu syarat utama kita harus mencantumkan yang namanya ingredient atau komposisi produk,” kata Teguh.
Sariraya Co. Ltd. merupakan perusahaan yang bergerak dalam bisnis dan impor produk makanan halal asal Indonesia di Jepang. Perusahaan tersebut didirikan pada 2005 dan menjadi mitra yang membuka peluang bagi UKM Jawa Timur untuk menjajaki pasar Jepang.
Teguh menyatakan pihaknya siap membantu dan mendampingi UKM Jawa Timur yang ingin mengembangkan pasar ekspor. Pelaku usaha juga dapat berkonsultasi dengan tim Sariraya yang berada di Jawa Timur.
Khofifah berharap kesempatan ini dapat mendorong UKM Jawa Timur meningkatkan kapasitas dan daya saing. Menurut dia, peluang ekspor perlu diikuti kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi standar dan regulasi negara tujuan.
“Kesempatan ini luar biasa, ada Sariraya yang siap membantu UKM kita, OPOP kita, hanya bagaimana kita harus bisa memenuhi standar regulasi dan persyaratan yang dibutuhkan, insyaallah ini jalan untuk UKM-UKM kita lebih sukses,” tuturnya.
Khofifah optimistis produk UKM Jawa Timur dapat bersaing di pasar lokal, nasional, hingga internasional. Ia berharap hasil kurasi dan penjajakan tersebut menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap kegiatan business matching ini dapat memacu pelaku UKM dan industri kecil menengah (IKM) untuk terus berbenah sehingga produknya semakin kompetitif dan diterima di pasar global.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar