SURABAYA,RadarBangsa.co.id – Kepergian mantan Perdana Menteri Jepang Yasuo Fukuda meninggalkan catatan penting bagi hubungan Indonesia-Jepang. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengenang peran Fukuda dalam memperkuat diplomasi kedua negara, termasuk membuka jalan bagi kerja sama investasi yang turut mendukung kawasan industri di Jawa Timur.
Fukuda meninggal dunia di Tokyo pada 22 Oktober 2026. Khofifah menyampaikan belasungkawa dengan mengunjungi Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Jumat (30/10/2026).
Kedatangan Khofifah disambut Konsul Jenderal Jepang Takonai Susumu dan Wakil Konsul Jenderal Ishii Yutaka. Dalam kesempatan tersebut, ia juga menandatangani buku belasungkawa.
“Atas nama Pemerintah Provinsi dan seluruh masyarakat Jawa Timur, kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Yang Mulia Bapak Yasuo Fukuda. Kami mengenang beliau sebagai negarawan yang bijaksana dan berdedikasi, termasuk dalam upaya memperkuat persahabatan dan kerja sama antara Jepang dan Indonesia,” kata Khofifah dalam keterangan yang diterima di Surabaya, Sabtu (31/10/2026).
Fukuda menjabat sebagai Perdana Menteri Jepang pada 2007–2008. Selama masa kepemimpinannya, ia memimpin Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G8 di Toyako, Hokkaido, pada 2008.
Fukuda juga berperan dalam menginisiasi penunjukan Duta Besar Jepang untuk ASEAN hingga terbentuknya Kantor Misi Diplomatik Jepang untuk ASEAN di Jakarta.
Setelah pensiun dari politik pada 2012, Fukuda tetap berkontribusi dalam hubungan kedua negara melalui Asosiasi Jepang-Indonesia (Japinda). Sebagai ketua, ia menjembatani kerja sama dengan mempertemukan delegasi perusahaan besar Jepang dan peluang investasi di Indonesia.
Khofifah turut mengenang penghargaan Bintang Mahaputera Adipradana yang diberikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono kepada Fukuda pada 2011.
“Fukuda telah dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana oleh Presiden ke-6 RI, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono, pada 2011. Penghargaan ini diberikan karena jasanya yang luar biasa dalam hubungan bilateral Indonesia dan Jepang,” kata Khofifah.
Khofifah menyebut peran Fukuda dalam menjembatani perusahaan Jepang turut mendukung perkembangan industri di Jawa Timur.
Sejumlah perusahaan manufaktur dan energi asal Jepang menjalankan kegiatan usaha di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, serta sejumlah daerah lainnya.
“Karena beliau dahulu Ketua Japinda, beliau banyak menjadi perantara perusahaan manufaktur dan energi asal Jepang. Banyak investor di bawah naungannya yang akhirnya turut menopang kawasan industri di Jawa Timur, seperti di Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan kabupaten/kota lainnya,” tuturnya.
Menurut Khofifah, hubungan yang dibangun Fukuda tidak hanya berdampak pada diplomasi, tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi dan investasi bagi daerah.
Ia berharap kontribusi Fukuda dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus memperkuat persahabatan Indonesia dan Jepang.
“Warisan pengabdian beliau akan terus menjadi inspirasi bagi generasi mendatang. Doa dan simpati kami menyertai keluarga yang ditinggalkan serta seluruh rakyat Jepang,” kata Khofifah.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar