Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya

Sabtu, 31 Oktober 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peluncuran Trans Jatim Koridor II Malang Raya di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat peluncuran Trans Jatim Koridor II Malang Raya di Kepanjen, Kabupaten Malang, Jumat (30/10/2026). (Dok. Ho/RadarBangsa.co.id)

MALANG, RadarBangsa.co.id – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meluncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Jumat (30/10/2026), sekaligus menetapkan layanan transportasi publik tersebut gratis selamanya bagi penyandang disabilitas di seluruh koridor Trans Jatim.

Kebijakan itu menjadi komitmen jangka panjang Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperluas akses transportasi yang inklusif. Khofifah menegaskan, fasilitas gratis tersebut tidak berhenti meski terjadi pergantian kepemimpinan di tingkat provinsi.

“Selamanya gratis. Jadi nanti kalau ganti gubernur pada saatnya, sampaikan komitmen kita di Kepanjen ini untuk penyandang disabilitas gratis. Saksinya sangat banyak. Itu bagian dari kebersamaan kita bersama dan memberikan fasilitasi bagi saudara-saudara kita penyandang disabilitas,” tegas Khofifah.

Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 30 Oktober 2026, sebagai bentuk perhatian pemerintah menjelang peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember mendatang.

Saat ini, Trans Jatim memiliki delapan koridor dengan dukungan 166 unit bus. Enam koridor melayani wilayah di luar Malang Raya, sedangkan dua koridor lainnya beroperasi di kawasan Malang Raya. Seluruh koridor tersebut dapat dimanfaatkan secara gratis oleh penumpang penyandang disabilitas.

Selain memberikan fasilitas gratis bagi penyandang disabilitas, Trans Jatim Koridor II Malang Raya juga menerapkan tarif terjangkau bagi masyarakat.

Penumpang dari kalangan mahasiswa, santri, dan pelajar dikenakan tarif Rp2.500, sedangkan masyarakat umum sebesar Rp5.000.

Layanan Koridor II terintegrasi dengan Koridor I. Penumpang yang melanjutkan perjalanan antarkoridor dalam rentang waktu maksimal dua jam dapat menggunakan tiket awal tanpa dikenakan biaya transfer tambahan, sesuai ketentuan yang berlaku.

Khofifah mengatakan integrasi layanan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun sistem transportasi publik yang saling terhubung sekaligus memudahkan mobilitas masyarakat.

“Harapan kita adalah public transportation ini bisa menguatkan public services kepada seluruh masyarakat. Harapannya, ini bisa mengurangi kemacetan, menguatkan keamanan, dan ketepatan waktu,” ujarnya.

Khofifah menambahkan, optimalisasi transportasi publik diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas, mengurangi kepadatan kendaraan pribadi, serta meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur Nyono dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah penumpang Trans Jatim mengalami peningkatan signifikan.

Pada 2025, jumlah penumpang tercatat sekitar 5,9 juta orang. Angka tersebut meningkat menjadi sekitar 7,6 juta penumpang pada 2026.

Secara keseluruhan, Trans Jatim didukung 166 unit armada yang terdiri atas 152 bus reguler dan 14 bus luxury.

Khusus Koridor II Malang Raya, disiapkan 15 unit bus dengan panjang lintasan sekitar 36 kilometer dan estimasi waktu tempuh 1,5 jam.

Rute pelayanan menghubungkan Terminal Tawangagung di wilayah Kepanjen dengan Gondanglegi, Bululawang, Terminal Hamid Rusdi, hingga Terminal Madyopuro di Kota Malang.

Untuk menunjang aksesibilitas masyarakat, tersedia 56 titik pemberhentian yang terdiri atas shelter dan rambu henti.

Koridor II juga mengusung identitas budaya Malang Raya melalui tema Kanjuruhan. Desain livery bus mengangkat kekayaan budaya lokal, salah satunya Tari Beskalan, sebagai representasi identitas dan kearifan budaya masyarakat Malang.

Dalam laporannya, Nyono juga memaparkan berbagai inovasi pendukung operasional Trans Jatim. Di antaranya digitalisasi layanan melalui aplikasi Trans Jatim Ajaib yang telah diunduh sekitar 100 ribu pengguna, penyediaan fasilitas CCTV dan informasi digital, serta pengembangan layanan Trans Jatim Ekspedisi.

Layanan ekspedisi tersebut telah menjalin kerja sama dengan PT Satria Antaran Prima (SAP) dan PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), serta mendapatkan dukungan perlindungan asuransi dari PT Jasaraharja Putera.

Program ini diarahkan untuk mendukung pelaku UMKM di tujuh kabupaten/kota yang dilalui jalur Trans Jatim. Pemerintah berharap layanan tersebut dapat memperluas distribusi produk lokal sekaligus membuka akses pasar bagi pelaku usaha.

Dishub Jatim juga mengembangkan sistem *traffic priority* berbasis *Intelligent Transport System* (ITS) di salah satu persimpangan Kota Malang. Teknologi ini memungkinkan bus terdeteksi melalui sensor sehingga memperoleh prioritas lampu hijau untuk mendukung ketepatan waktu perjalanan.

Pengembangan pembayaran nontunai turut diperluas melalui QRIS, kartu uang elektronik, dan berbagai layanan pembayaran digital. Pemerintah bekerja sama dengan Bank Jatim, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), serta OVO.

Pengembangan Trans Jatim juga diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata. Pemerintah menyiapkan konektivitas angkutan menuju sejumlah destinasi wisata Malang Selatan, termasuk kawasan Sendang Biru.

Layanan tersebut akan didukung angkutan bus antarkota dalam provinsi (AKDP) komersial dengan enam unit bus.

Sebagai bagian dari tahap sosialisasi, Khofifah memberikan kebijakan tarif gratis bagi seluruh penumpang Trans Jatim Koridor II Malang Raya selama satu minggu, mulai 30 Oktober hingga 5 November 2026.

Khofifah berharap kehadiran koridor baru tersebut dapat memperkuat konektivitas antardaerah sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan transportasi umum.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kepala daerah di kawasan Malang Raya, jajaran Dinas Perhubungan, operator Trans Jatim, serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan layanan transportasi publik tersebut.

Menurut Khofifah, sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, serta mitra operator menjadi kunci menghadirkan transportasi publik yang terintegrasi, aman, nyaman, bersih, dan terjangkau bagi masyarakat.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan
Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan
2.000 Lowongan Kerja Dibuka di Sidoarjo, Pencari Kerja Disabilitas Juga Punya Kesempatan
Masyarakat Hukum Adat Jember Didorong Segera Dapat Pengakuan Resmi
Khofifah Ingatkan Media, Teknologi Bisa Meniru Wajah dan Suara
Belum Terima Bibit Padi, Kelompok Tani Diminta Tak Teken BAST
45,6 Ton Sampah Diangkat, Sungai Kalimati Banyuwangi Ternyata Punya Masalah Lain
46 Titik Lampu Menyala, Wajah Malam Desa Ngerong Pasuruan Berubah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:47

Khofifah Luncurkan Trans Jatim Koridor II Malang Raya, Disabilitas Gratis Selamanya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:56

Atap Gudang Padi Timpa Tiga Rumah, Puting Beliung Rusak Tiga Desa di Lamongan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:28

Sidoarjo Incar Juara Umum Porprov 2027, Masa Depan Atlet Ikut Disiapkan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:22

2.000 Lowongan Kerja Dibuka di Sidoarjo, Pencari Kerja Disabilitas Juga Punya Kesempatan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 18:06

Khofifah Ingatkan Media, Teknologi Bisa Meniru Wajah dan Suara

Berita Terbaru