LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menyasar siswa di ruang kelas, tetapi juga menjangkau kegiatan luar sekolah. Ratusan peserta perkemahan di Lapangan Kembangbahu, Lamongan, Rabu (13/8/2025), menerima paket MBG yang disalurkan langsung ke lokasi acara.
Distribusi dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Lopang Kembangbahu di bawah Yayasan Semesta Bentara Indonesia. Paket berisi susu, roti, telur, buah salak, dan kurma itu dikirim khusus untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang memadai selama kegiatan.
Koordinator Wilayah Dinas Pendidikan Kecamatan Kembangbahu, Tri Endang, menyambut positif penyaluran MBG di luar sekolah. Menurutnya, anak-anak membutuhkan energi ekstra selama mengikuti aktivitas di lapangan.
“Penyaluran langsung ke lokasi kemah lebih efisien. Anak-anak sangat membutuhkan asupan energi selama kegiatan berlangsung,” ujarnya. Ia menambahkan, koordinasi antara panitia perkemahan dan pihak yayasan telah dilakukan jauh hari sehingga distribusi dapat berjalan lancar selama tiga hari kegiatan.
Pantauan di lapangan menunjukkan antusiasme siswa saat menerima paket. Renata, siswi SDN Pelang I, mengaku senang karena menu yang diterimanya berbeda dari biasanya.
“Menunya enak, ada roti, susu, buah salak, kurma, dan telur. Sangat membantu sekali,” ungkapnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah, khususnya Presiden Prabowo Subianto, yang telah menyediakan program tersebut.
Tri Endang memastikan menu yang disiapkan SPPG layak konsumsi, bergizi, dan disukai anak-anak. “Saya sudah tanya ke guru dan siswa, semuanya merasa senang dengan paket yang diberikan,” katanya.
Program MBG sendiri merupakan salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, baik di tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA. Tujuannya, memastikan peserta didik memperoleh energi dan nutrisi cukup agar mampu mengikuti proses belajar dengan optimal.
SPPG Lopang Kembangbahu saat ini menyalurkan 3.613 paket MBG ke 40 lembaga pendidikan negeri dan swasta di wilayah setempat. Biasanya, paket dibagikan dalam bentuk nasi dan lauk pauk di sekolah. Namun, khusus untuk kegiatan luar ruang seperti perkemahan, menu disesuaikan menjadi makanan kering agar lebih praktis dan tahan lama.
Kehadiran MBG di perkemahan ini membuktikan fleksibilitas program dalam menjangkau berbagai situasi. Diharapkan, pola distribusi semacam ini dapat terus dipertahankan sehingga kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi, di mana pun mereka beraktivitas.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar