SURABAYA, RadarBangsa.co.id — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memperkuat kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) melalui pertemuan resmi dengan Konsul Jenderal RRT Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya, Sabtu (3/1). Pertemuan ini menegaskan komitmen kedua pihak untuk memperluas kolaborasi yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Fokus utama pembahasan diarahkan pada pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan. Salah satu agenda yang mengemuka adalah peluang beasiswa bagi pelajar Jawa Timur untuk melanjutkan studi di Tiongkok, serta penguatan program pelatihan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Program ini dinilai penting untuk meningkatkan kompetensi pendidikan vokasi agar selaras dengan kebutuhan industri global.
“Penguatan SDM adalah kunci daya saing Jawa Timur ke depan. Melalui kerja sama pendidikan dan pelatihan, kami berharap lahir tenaga kerja yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan industri,” ujar Khofifah.
Di sektor ekonomi, kerja sama manufaktur menjadi pembahasan strategis. Jawa Timur dipandang memiliki posisi penting sebagai salah satu pusat industri nasional dengan infrastruktur dan ekosistem usaha yang terus berkembang. Kolaborasi dengan mitra Tiongkok diharapkan dapat mendorong alih teknologi, peningkatan investasi, serta perluasan lapangan kerja di daerah.
Selain itu, peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok juga menjadi perhatian. Komoditas unggulan ini memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan yang stabil di pasar internasional. Pemerintah Provinsi Jawa Timur menilai kerja sama perdagangan yang terstruktur dapat meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal sekaligus memperkuat neraca ekspor daerah.
“Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk kerja sama perdagangan yang saling menguntungkan, termasuk untuk komoditas unggulan seperti sarang burung walet,” kata Khofifah.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan RRT, baik di bidang pendidikan, industri, maupun perdagangan internasional.








