KOPRI PMII Lamongan Gelar Sekolah Advokasi Perempuan

Rabu, 2 Juli 2025

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KOPRI PC PMII Lamongan, Ike Nurul Fitrotus Shoimah, saat membuka Sekolah Advokasi Perempuan di Aula DPPPA Lamongan, Minggu (29/6). |DoK Foto Ho/RadarBangsa

Ketua KOPRI PC PMII Lamongan, Ike Nurul Fitrotus Shoimah, saat membuka Sekolah Advokasi Perempuan di Aula DPPPA Lamongan, Minggu (29/6). |DoK Foto Ho/RadarBangsa

LAMONGAN, RadarBangsa.co.id – Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Cabang PMII Lamongan menyelenggarakan Sekolah Advokasi Perempuan pada Minggu, 29 Juni 2025, bertempat di Aula Candrakirana Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Lamongan. Kegiatan ini mengangkat tema “Dari Perempuan, Oleh Perempuan, untuk Keadilan”, sebagai bentuk komitmen kolektif untuk memperkuat peran kader perempuan di bidang advokasi dan perlindungan kelompok rentan.

“Kegiatan ini lahir dari kesadaran kolektif bahwa perempuan harus dilibatkan secara aktif dalam isu-isu struktural yang memengaruhi kehidupan mereka,” ujar Ike Nurul Fitrotus Shoimah, Ketua KOPRI PC PMII Lamongan.

Digelar selama sehari penuh, sekolah advokasi ini memfokuskan tiga pokok bahasan utama, yakni kerangka hukum perlindungan perempuan dan anak, proses penegakan hukum dalam kasus kekerasan, serta layanan pendampingan korban. Materi disampaikan oleh narasumber dari lintas sektor, yakni advokat dan alumni PMII, Nurul Faizin; Kanit PPA Polres Lamongan, Ipda Wahyudi Eko Afandi; serta Direktur Aliansi Perempuan Lamongan, Anis Su’adah.
“Kita tidak hanya bicara soal hukum, tetapi juga soal keberpihakan. Banyak korban kehilangan akses keadilan karena sistem yang belum sepenuhnya berpihak,” kata Anis Su’adah dalam pemaparannya.

Ketua KOPRI, Ike Nurul Fitrotus Shoimah, menegaskan bahwa pendidikan advokasi merupakan langkah penting untuk mencetak kader perempuan yang berani bersuara dan bertindak.

“Perempuan bukan sekadar objek, melainkan subjek yang punya potensi memimpin dan menyuarakan perubahan. Sekolah advokasi ini adalah ruang pembelajaran dan perlawanan,”tegas Ike.

Senada, Ketua Umum PC PMII Lamongan, Maulana Rohis Putra, dalam sambutannya mengangkat refleksi dari mitologi Yunani tentang Cassandra dan Medusa sebagai simbol bagaimana perempuan seringkali distigmatisasi.

“Cassandra tahu masa depan tapi tidak dipercaya; Medusa kuat namun dikutuk. Ini cerminan bagaimana perempuan kerap dikekang bahkan ketika membawa kebenaran atau kekuatan,” ujarnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh para tokoh PMII dan alumni, antara lain Ketua IKAPMII Lamongan, Miftah Alamuddin; serta Majelis Pembina Cabang (Mabincab), Anik Vidia Sari dan Aizatul Faizah. Dalam sesi diskusi, Miftah menyoroti pentingnya kesinambungan dalam gerakan perempuan, khususnya di bidang pendampingan korban kekerasan.

“Kita tidak bisa berhenti pada diskusi. Harus ada kesinambungan dalam aksi, sebab korban sering merasa sendirian dan malu untuk bersuara. Di sinilah pentingnya komunitas,”* tutur Miftah.

Sebagai tindak lanjut, peserta diwajibkan menyusun Rencana Tindak Lanjut (RTL) berupa riset mini berbasis aksi nyata di lingkungan masing-masing. Hal ini menjadi langkah konkret untuk memperkuat advokasi komunitas yang responsif terhadap isu kekerasan dan ketimpangan gender.

“RTL ini bukan sekadar tugas, tapi awal dari tanggung jawab kader untuk bergerak bersama masyarakat,” terang panitia pelaksana, Wahyu Fitria, yang juga kader KOPRI PMII Lamongan.

Dengan semangat kolaboratif dan pendekatan kaderisasi yang inklusif, Sekolah Advokasi Perempuan ini menjadi langkah strategis dalam membangun budaya keadilan yang berpihak pada korban. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pendidikan advokasi sebagai jalan menuju pemberdayaan perempuan yang substansial dan berkelanjutan.

“Kita ingin membentuk ekosistem gerakan yang tidak hanya sensitif gender, tapi juga aktif dalam mewujudkan keadilan sosial yang nyata,” tutup Ike.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

12.730 Anak Tak Sekolah di Probolinggo, Ning Marisa Ajak PKK Bergerak
Dua SD di Pasuruan Direvitalisasi, Sekolah Lestari Tak Hanya Benahi Fasilitas
Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah
Satu Pengawas Jember Bisa Dampingi 40 Sekolah, Dispendik Siapkan Pengisian Baru

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 09:41

12.730 Anak Tak Sekolah di Probolinggo, Ning Marisa Ajak PKK Bergerak

Kamis, 5 November 2026 - 08:28

Dua SD di Pasuruan Direvitalisasi, Sekolah Lestari Tak Hanya Benahi Fasilitas

Kamis, 5 November 2026 - 06:58

Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029

Rabu, 4 November 2026 - 19:49

Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan

Rabu, 4 November 2026 - 18:44

MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya

Berita Terbaru