PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Upaya Pemerintah Kabupaten Pasuruan dalam meningkatkan minat literasi anak terus digencarkan melalui pendekatan kreatif. Salah satunya lewat lomba mendongeng yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan di Aula Dinas Perkim Kabupaten Pasuruan, Rabu (13/5/2026).
Kegiatan ini melibatkan puluhan pelajar SMP/MTs dari 24 kecamatan di Kabupaten Pasuruan yang unjuk kemampuan bercerita di hadapan dewan juri dengan mengangkat kisah-kisah rakyat daerah.
Lomba mendongeng tersebut menjadi ruang bagi pelajar untuk mengekspresikan kemampuan bahasa, ekspresi, dan keberanian tampil di depan publik. Setiap peserta ditantang membawakan cerita dengan intonasi, artikulasi, serta penghayatan yang dinilai langsung oleh juri.
Bunda Literasi Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, mengaku kagum dengan kemampuan para peserta yang tampil penuh ekspresi dan penghayatan. Menurutnya, mendongeng bukan sekadar berbicara, tetapi juga menghidupkan pesan melalui bahasa tubuh.
“Ternyata kalau sudah mendongeng itu semua bagian tubuh ikut bicara. Mulai mata, tangan, ekspresi wajah semuanya hidup dan harus menyatu. Jadi pesannya sampai ke kita yang melihatnya,” ujar Merita.
Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya kompetisi, melainkan bagian dari gerakan literasi yang harus terus dikembangkan di tengah derasnya arus digitalisasi. Menurutnya, budaya membaca harus tetap menjadi fondasi utama generasi muda.
“Dari sini anak-anak membaca, memahami, dan bercerita dari buku yang mereka baca sebelumnya. Ini kebiasaan yang harus terus kita dengungkan agar tidak kalah dengan gadget,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Pasuruan, Heru Farianto, menjelaskan bahwa lomba ini diikuti 24 peserta dari jenjang SLTP sederajat perwakilan tiap kecamatan.
Heru menyebut, kegiatan mendongeng memiliki peran penting dalam pembentukan karakter anak, terutama dalam melatih keberanian berbicara di depan umum serta menanamkan nilai budaya melalui cerita rakyat.
“Ini sangat baik karena memberikan ruang bagi anak-anak untuk berani berbicara dan menyampaikan pesan di depan orang banyak,” kata Heru.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam memperkuat budaya literasi sejak dini agar tidak tergerus oleh dominasi teknologi dan media sosial.
Di tengah tantangan era digital, kegiatan literasi berbasis seni seperti mendongeng dinilai menjadi salah satu cara efektif menjaga minat baca anak. Pemerintah daerah berharap program ini mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga kuat dalam kemampuan komunikasi dan karakter.
“Yang kita bangun bukan hanya lomba, tapi kebiasaan literasi yang berkelanjutan agar anak-anak tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus digital,” pungkas Heru.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar