May Day Pasuruan Memanas, Buruh Desak Outsourcing Dihapus Total

Minggu, 3 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Pasuruan menghadiri pembacaan petisi buruh saat May Day di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Jumat, 1 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Bupati Pasuruan menghadiri pembacaan petisi buruh saat May Day di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Jumat, 1 Mei 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Kabupaten Pasuruan berlangsung berbeda. Di tengah agenda fun walk, olahraga bersama, dan pembagian hadiah di Taman Chandra Wilwatikta Pandaan, Jumat (1/5/2026), buruh menyuarakan tuntutan serius: penghapusan sistem outsourcing di Indonesia.

Petisi yang dibacakan para pimpinan federasi serikat buruh itu menjadi simbol kegelisahan pekerja terhadap sistem kerja yang dinilai belum memberi kepastian dan perlindungan maksimal. Isu ini menyentuh langsung jutaan pekerja, terutama soal jaminan kerja, kesejahteraan, dan kepastian status ketenagakerjaan.

Ketua Panitia May Day 2026, Arifin, menyebut penghapusan outsourcing menjadi tuntutan utama buruh karena dinilai berdampak besar terhadap stabilitas hidup pekerja dan keluarganya.

“Harapan kami ada kado istimewa dari pemerintah, yakni penghapusan sistem outsourcing seperti yang pernah disampaikan Presiden. Sistem ini sangat menyiksa buruh,” tegas Arifin.

Selain mendesak pemerintah pusat, buruh juga meminta Pemerintah Kabupaten Pasuruan memperkuat perlindungan tenaga kerja sejak tahap rekrutmen hingga masa kerja. Menurut mereka, pengawasan ketenagakerjaan harus diperketat untuk mencegah praktik yang merugikan pekerja.

Menanggapi aspirasi itu, Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo memastikan seluruh poin tuntutan buruh akan diteruskan secara resmi ke pemerintah pusat melalui jalur administratif.

“Kami akan kirimkan seluruh aspirasi ini melalui prosedur kedinasan. Keputusan memang ada di pusat, tapi daerah wajib menjembatani suara pekerja,” kata Rusdi.

Pemkab Pasuruan juga menegaskan pentingnya menjaga hubungan industrial tetap sehat agar konflik antara perusahaan dan pekerja tidak berkembang menjadi perselisihan berkepanjangan.

“Dialog harus terus dibuka. Kepentingan pekerja dan dunia usaha harus berjalan seimbang agar ekonomi daerah tetap stabil,” pungkas Rusdi.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi
AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers
Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global
Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta
Kemnaker Buka InaSkills 2026, Bidik Talenta untuk Kompetisi Dunia
Kemnaker Umumkan Pemenang Anugerah Informasi Publik 2026
Kemnaker Perpanjang Pendaftaran Mitra MagangHub hingga 29 Oktober

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:00

Kemnaker Fasilitasi 100 Pekerja Musik, Dorong Kompetensi dan Pelindungan Profesi

Minggu, 1 November 2026 - 21:54

AI Ubah Dunia Jurnalistik, Wamenaker Tekankan Kompetensi dan Perlindungan Insan Pers

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:18

Menaker Yassierli: Indonesia Siap Jadi Mitra Dialog Pekerja ASEAN di Tengah Gejolak Global

Jumat, 30 Oktober 2026 - 14:02

Kapolri Tekankan Integritas Personel serta Pelayanan Humanis untuk Perkuat Kepercayaan Publik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:39

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub hingga 30 Oktober, Ini Jadwal Seleksi Peserta

Berita Terbaru