Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau usulan BSPS di Desa Sukolilo Barat, Minggu (3/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Bupati Bangkalan Lukman Hakim meninjau usulan BSPS di Desa Sukolilo Barat, Minggu (3/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat mulai memetakan percepatan pengentasan rumah tidak layak huni di Madura. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turun langsung ke Bangkalan, Minggu (3/5/2026), untuk meninjau usulan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar ratusan rumah warga berpenghasilan rendah.

Kunjungan di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, itu didampingi Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Agenda ini menjadi bagian dari percepatan kebijakan pemerintah dalam memperbaiki kualitas hunian warga sekaligus menekan angka rumah tidak layak huni.

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan program BSPS menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.

“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat Bangkalan. Kami akan kawal agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang paling membutuhkan,” kata Lukman.

Menurutnya, rumah layak huni bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dinilai berdampak pada produktivitas ekonomi keluarga.

Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan, alokasi BSPS Tahun Anggaran 2026 untuk Pulau Madura mencapai ribuan unit. Kabupaten Bangkalan mendapat 573 unit, sementara Sampang menerima 1.300 unit, Pamekasan 1.200 unit, dan Sumenep 800 unit.

“Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan perumahan rakyat,” tegas Maruarar.

Selain BSPS, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan mikro perumahan di bawah Rp100 juta tanpa agunan, dengan bunga ringan sekitar 0,5 persen per bulan. Skema ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin membangun atau merenovasi rumah secara mandiri.

Maruarar menegaskan sektor perumahan memiliki efek domino besar terhadap ekonomi daerah karena melibatkan tenaga kerja, toko material, transportasi, hingga sektor perbankan.

“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tapi motor penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan rumah subsidi di Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, sebagai bagian evaluasi program perumahan rakyat di Bangkalan.

Lainnya:

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah
NTB Resmikan Pusat Informasi Rinjani, Perkuat Status UNESCO Global Geopark
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:51 WIB

Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:43 WIB

May Day Asahan Memanas, Bupati Tegaskan Buruh Penopang Utama Ekonomi Daerah

Berita Terbaru