BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah pusat mulai memetakan percepatan pengentasan rumah tidak layak huni di Madura. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait turun langsung ke Bangkalan, Minggu (3/5/2026), untuk meninjau usulan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang menyasar ratusan rumah warga berpenghasilan rendah.
Kunjungan di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, itu didampingi Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak. Agenda ini menjadi bagian dari percepatan kebijakan pemerintah dalam memperbaiki kualitas hunian warga sekaligus menekan angka rumah tidak layak huni.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan program BSPS menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat, terutama warga yang selama ini tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan.
“Program ini sangat dibutuhkan masyarakat Bangkalan. Kami akan kawal agar bantuan benar-benar tepat sasaran dan menyentuh warga yang paling membutuhkan,” kata Lukman.
Menurutnya, rumah layak huni bukan hanya soal tempat tinggal, tetapi berkaitan langsung dengan kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup masyarakat. Hunian yang sehat dinilai berdampak pada produktivitas ekonomi keluarga.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengungkapkan, alokasi BSPS Tahun Anggaran 2026 untuk Pulau Madura mencapai ribuan unit. Kabupaten Bangkalan mendapat 573 unit, sementara Sampang menerima 1.300 unit, Pamekasan 1.200 unit, dan Sumenep 800 unit.
“Ini bagian dari komitmen pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan perumahan rakyat,” tegas Maruarar.
Selain BSPS, pemerintah juga menyiapkan skema pembiayaan mikro perumahan di bawah Rp100 juta tanpa agunan, dengan bunga ringan sekitar 0,5 persen per bulan. Skema ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin membangun atau merenovasi rumah secara mandiri.
Maruarar menegaskan sektor perumahan memiliki efek domino besar terhadap ekonomi daerah karena melibatkan tenaga kerja, toko material, transportasi, hingga sektor perbankan.
“Perumahan bukan hanya soal tempat tinggal, tapi motor penggerak ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Kunjungan kerja ditutup dengan peninjauan rumah subsidi di Desa Tebul, Kecamatan Kwanyar, sebagai bagian evaluasi program perumahan rakyat di Bangkalan.
Lainnya:
- Hari Kebebasan Pers Sedunia, SMSI Tegaskan Hak Dirikan Media Dijamin Konstitusi
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








