BANGKALAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Bangkalan mulai memperkuat sektor perikanan air tawar sebagai strategi mendorong ekonomi masyarakat dan menjaga ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah konkretnya dilakukan melalui penguatan pembenihan bibit lele di Balai Benih Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim turun langsung meninjau proses pembenihan pada Kamis (30/4/2026) untuk memastikan kualitas produksi benih tetap terjaga. Langkah ini dinilai penting karena kualitas bibit menjadi faktor utama keberhasilan budidaya dan pendapatan peternak ikan.
Dalam peninjauan tersebut, Lukman melihat proses pembenihan mulai dari pemijahan hingga perawatan benih. Ia juga berdialog dengan petugas dan pembudidaya untuk mendengar langsung persoalan di lapangan, mulai dari ketersediaan pakan hingga akses pasar.
Menurut Lukman, sektor perikanan memiliki potensi besar sebagai sumber penghasilan baru bagi masyarakat, terutama di tengah kebutuhan pangan yang terus meningkat.
“Kami ingin memastikan balai benih ini benar-benar berfungsi optimal menghasilkan bibit lele berkualitas. Kalau benih bagus, hasil panen meningkat dan pendapatan pembudidaya ikut naik,” kata Lukman.
Pemkab Bangkalan menilai penguatan pembenihan bukan hanya soal produksi ikan, tetapi juga bagian dari kebijakan memperluas lapangan usaha dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Selain itu, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat dukungan melalui sarana prasarana, pendampingan teknis, hingga akses distribusi agar hasil budidaya lebih mudah terserap pasar.
“Ini bagian dari strategi ketahanan pangan daerah. Kami ingin masyarakat bukan hanya menjadi konsumen, tetapi produsen yang mampu memenuhi kebutuhan pasar,” tegasnya.
Ke depan, Balai Benih Tunjung juga diproyeksikan menjadi pusat edukasi budidaya ikan bagi masyarakat dan generasi muda agar sektor perikanan Bangkalan semakin kompetitif dan berkelanjutan.
Lainnya:
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin








