BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Minggu, 3 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Batang,RadarBangsa.co.id – Upaya penanganan banjir rob di pesisir Kabupaten Batang mulai diarahkan pada pendekatan adaptif yang tak hanya berfokus pada mitigasi bencana, tetapi juga penguatan ekonomi masyarakat. Kawasan terdampak rob seluas 300 hektare di Desa Denasri Kulon kini didorong menjadi objek wisata perikanan.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Batang, Wawan Nurdiansyah, mengatakan rob tidak sepenuhnya bisa dihindari sehingga masyarakat perlu beradaptasi dengan kondisi tersebut.

“Meski kami selalu berupaya meminimalisasi risiko di wilayah rawan, jika tidak terhindarkan, masyarakat harus mampu berdampingan dengan kerawanan tersebut. Artinya, tetap hidup di wilayah terdampak namun memanfaatkannya untuk kepentingan ekonomis,” kata Wawan Minggu 3/5/2026.

Sebagai langkah konkret, BPBD bersama Palang Merah Indonesia (PMI), relawan, dan pelajar melakukan penanaman seribu bibit mangrove serta penebaran benih ikan di kawasan pesisir tersebut.

Penanaman mangrove dinilai penting untuk menahan abrasi sekaligus mengurangi dampak rob yang selama ini merendam permukiman warga. Sementara itu, penebaran benih ikan menjadi bagian dari upaya awal menghidupkan potensi ekonomi kawasan melalui sektor perikanan.

Program ini juga menyasar optimalisasi lahan terdampak rob yang selama ini tidak produktif. Dengan pengembangan konsep wisata perikanan, kawasan Denasri Kulon diharapkan mampu menjadi sumber penghidupan baru bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, keterlibatan pelajar dan relawan dalam kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari edukasi kebencanaan sekaligus penguatan partisipasi publik dalam upaya mitigasi.

Transformasi kawasan rob ini diharapkan menjadi model penanganan bencana berbasis adaptasi, di mana masyarakat tidak hanya bertahan dari risiko, tetapi juga mampu mengelola potensi yang ada untuk meningkatkan kesejahteraan.

 

Penulis : (*)

Editor : **

Berita Terkait

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi
Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak
496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 10:12

Pernah Mendaki Ijen, Konjen AS Terpikat Wisata dan Kuliner Banyuwangi

Kamis, 5 November 2026 - 22:03

Operasi Patuh Candi 2026, Polres Kendal Mengajak Warga Tertib Taat Bayar Pajak

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Berita Terbaru