Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Jembatan Tarik di perbatasan Sidoarjo–Mojokerto, Sabtu (2/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Kondisi Jembatan Tarik di perbatasan Sidoarjo–Mojokerto, Sabtu (2/5/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

SIDOARJO, RadarBangsa.co.id — Kondisi Jembatan Tarik yang menghubungkan Kabupaten Sidoarjo dan Mojokerto kian memprihatinkan. Struktur menua, minim pengaman, dan lebar yang sempit menjadikan jalur vital ini berisiko tinggi bagi keselamatan pengguna.

Temuan tersebut mencuat setelah Bupati Sidoarjo H. Subandi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada Sabtu (2/5). Dari hasil tinjauan, jembatan dinilai sudah tidak layak fungsi dan berpotensi memicu kecelakaan serius.

Secara fisik, posisi jembatan lebih rendah dari badan jalan. Lebarnya terbatas sehingga kendaraan sulit berpapasan. Di sisi lain, pagar pembatas hanya tersisa sebagian, sementara bagian lainnya rusak parah.

Kondisi ini berdampak langsung pada keselamatan warga. Minimnya penanda di titik rawan membuat pengendara rentan terperosok, terutama pada malam hari atau saat lalu lintas padat.

“Sempat dipasang tali rafia, tapi sekarang sudah lepas. Kalau tidak ada tanda, pengendara bisa jatuh ke sungai,” ujar Efendi (36), warga Desa Tarik.

Subandi mengungkapkan, proyek pembangunan jembatan sebenarnya telah direncanakan sejak tahun lalu. Namun, realisasi tertunda akibat kebijakan efisiensi anggaran pemerintah daerah.

“Harusnya tahun kemarin sudah dibangun, tapi karena efisiensi akhirnya ditunda,” jelasnya.

Meski tertunda, Pemkab Sidoarjo memastikan pembangunan tetap menjadi prioritas. Jembatan Tarik dinilai memiliki peran strategis sebagai penghubung antarwilayah dan penunjang aktivitas ekonomi warga.

“Ini akses penting. Insyaallah akan kita bangun tahun 2027. Awal tahun, sekitar Maret atau April sudah mulai pengerjaan,” tegas Subandi.

Selain pembangunan, pemerintah juga menyiapkan normalisasi area sekitar untuk mendukung kelancaran fungsi jembatan, termasuk pengaturan aliran air.

Dengan langkah ini, diharapkan keamanan pengguna meningkat dan mobilitas antarwilayah kembali lancar. “Tidak hanya dibangun, tapi juga harus dinormalisasi agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : Tom

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru