KOTA BLITAR, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Blitar mulai menggenjot program Sekolah Perempuan (SEKOPER) sebagai strategi memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menekan kerentanan sosial. Program ini digelar melalui DP3AP2KB pada Senin (27/04/2026) di aula kantor setempat.
Kebijakan ini menyasar langsung perempuan, khususnya kepala keluarga, yang selama ini menghadapi tekanan ekonomi dan risiko sosial. Pemkot menilai, penguatan kapasitas perempuan menjadi kunci untuk menciptakan keluarga tangguh di tengah tantangan ekonomi.
Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto, menegaskan bahwa SEKOPER bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi intervensi sosial untuk meningkatkan kemandirian perempuan.
“Tujuannya agar perempuan mampu mandiri secara ekonomi dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ujar Mujianto.
Program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, mulai dari keterbatasan akses ekonomi hingga minimnya pemahaman soal perlindungan diri. Melalui SEKOPER, peserta dibekali keterampilan praktis seperti tata boga, literasi asuransi ketenagakerjaan, hingga edukasi pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Tak hanya itu, materi kesetaraan gender dan penguatan nilai keagamaan juga diberikan sebagai fondasi membangun keluarga yang sehat dan produktif.
Dari sisi dampak, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi ketergantungan ekonomi, serta memperkuat posisi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Upaya ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga di tingkat lokal.
Kegiatan SEKOPER dijadwalkan berlangsung dua hingga tiga kali dalam setahun dengan materi berkelanjutan. Pemkot memastikan evaluasi rutin dilakukan agar program tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi warga.
“Kami ingin perempuan di Blitar benar-benar berdaya dan menjadi penggerak kesejahteraan keluarga. Itu tujuan akhirnya,” pungkas Mujianto.
Lainnya:
- Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
- Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
- Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Penulis : Sutikno
Editor : Zainul Arifin








