Sekolah Perempuan Blitar Digeber, Pemkot Targetkan Ekonomi Keluarga Naik

- Redaksi

Minggu, 3 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta mengikuti pembinaan Sekolah Perempuan di Kota Blitar, Senin, 27 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Peserta mengikuti pembinaan Sekolah Perempuan di Kota Blitar, Senin, 27 April 2026. (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

KOTA BLITAR, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kota Blitar mulai menggenjot program Sekolah Perempuan (SEKOPER) sebagai strategi memperkuat ekonomi keluarga sekaligus menekan kerentanan sosial. Program ini digelar melalui DP3AP2KB pada Senin (27/04/2026) di aula kantor setempat.

Kebijakan ini menyasar langsung perempuan, khususnya kepala keluarga, yang selama ini menghadapi tekanan ekonomi dan risiko sosial. Pemkot menilai, penguatan kapasitas perempuan menjadi kunci untuk menciptakan keluarga tangguh di tengah tantangan ekonomi.

Kepala DP3AP2KB Kota Blitar, Mujianto, menegaskan bahwa SEKOPER bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi intervensi sosial untuk meningkatkan kemandirian perempuan.

“Tujuannya agar perempuan mampu mandiri secara ekonomi dan berperan aktif dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga,” ujar Mujianto.

Program ini dirancang untuk menjawab berbagai persoalan yang dihadapi perempuan, mulai dari keterbatasan akses ekonomi hingga minimnya pemahaman soal perlindungan diri. Melalui SEKOPER, peserta dibekali keterampilan praktis seperti tata boga, literasi asuransi ketenagakerjaan, hingga edukasi pencegahan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

Tak hanya itu, materi kesetaraan gender dan penguatan nilai keagamaan juga diberikan sebagai fondasi membangun keluarga yang sehat dan produktif.

Dari sisi dampak, program ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, mengurangi ketergantungan ekonomi, serta memperkuat posisi perempuan dalam pengambilan keputusan rumah tangga. Upaya ini juga menjadi langkah preventif untuk menekan angka kekerasan dalam rumah tangga di tingkat lokal.

Kegiatan SEKOPER dijadwalkan berlangsung dua hingga tiga kali dalam setahun dengan materi berkelanjutan. Pemkot memastikan evaluasi rutin dilakukan agar program tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi warga.

“Kami ingin perempuan di Blitar benar-benar berdaya dan menjadi penggerak kesejahteraan keluarga. Itu tujuan akhirnya,” pungkas Mujianto.

Lainnya:

Penulis : Sutikno

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini
Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948
Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global
Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027
BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan
Bupati Bangkalan Genjot Bibit Lele, Siapkan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi Warga
Blitar Siaga Kemarau 2026, 21 Desa Masuk Zona Merah Kekeringan
Semarang Night Carnival Batal di Detik-Detik Terakhir, Hujan Deras Picu Risiko Keselamatan

Berita Terkait

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:38 WIB

Menteri PKP Turun ke Bangkalan, 573 Rumah Warga Siap Dibedah Tahun Ini

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:02 WIB

Di Tengah Konflik Dunia, Khofifah Serukan Perdamaian dari Surabaya Saat Nyepi 1948

Minggu, 3 Mei 2026 - 17:53 WIB

Saat Dunia Memanas, Khofifah Pilih Panggung Nyepi untuk Serukan Stop Perang Global

Minggu, 3 Mei 2026 - 16:49 WIB

Jembatan Tarik Nyaris Tumbang, Pemkab Sidoarjo Pastikan Dibangun 2027

Minggu, 3 Mei 2026 - 15:19 WIB

BPBD Batang Dorong Adaptasi Rob, Kawasan Terdampak Disulap Jadi Wisata Perikanan

Berita Terbaru