Sebelum Terbit Permenag Nomor 33 Tahun 2016 Terdakwa Robert Simangungsong Sudah Gunakan Gelar M.H

Saksi Imam Wahyudi dan Herawati Muji Agustini diambil sumpah sebelum didengar keterangannya (Foto : FYW)

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Persidangan perkara gelar akademik palsu Magister Hukum (M.H) dengan Terdakwa Robert Simangungsong kembali digelar di ruang sidang Tirta I Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (8/7/2024), sejak pukul 11.00 WIB, dengan agenda keterangan saksi.

Dua saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Yulistiono dan Agus Budiarto dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim yaitu Imam Wahyudi, mantan Pembantu Rektor (Purek) I Universitas Darul Ulum Jombang versi Rektor Lukman Hakim dan Herawati Muji Agustini, pegawai di kantor hukum milik Robert Simangungsong.

Bacaan Lainnya

Imam Wahyudi mengungkap dirinya pada tahun 2019 dimintai tolong Direktur Pasca Sarjana Undar, Sholih Muadi untuk membuatkan Surat Keterangan bahwa yang bersangkutan (Robert Simangungsong) benar-benar sebagai Mahasiswa Undar Jombang.

“Saya dihubungi lewat WA (WhatsApp). Pak Sholih kemudian mengirimkan berkas ijazah Magister Hukum Islam (M.H.I) Robert Simangungsong yang diterbitkan tanggal 2 April 2013,” bebernya.

Ia mengaku baru bertemu Robert Simangungsong seusai mendapat surat panggilan dari Polda Jatim.

Sedangkan saksi Herawati Muji Agustini menjelaskan ia rekan kerja Robert Simangungsong sejak tahun 2014 yang bertugas terkait keluar masuk surat, pembelian atk (alat tulis kantor) dan mengelola administrasi.

“Setahu saya Pak Robert sudah ada gelar S.H (Sarjana Hukum) dan M.H. (Magister Hukum). Sampai sekarang saya masih kerja dan gelar beliau masih S.H, M.H,” terangnya sewaktu ditanya oleh Ketua Majelis Hakim, Tongani.

Sedangkan Prof. Oscarius Wijaya, salah seorang Penasihat Hukum (PH)-nya Terdakwa Robert Simangungsong bertanya kepada saksi Imam Wahyudi bila Mahasiswa tidak masuk PDDikti tanggung jawab siapa.

“Tanggung jawab kampus,” jawab Imam Wahyudi.

Selanjutnya tim Kuasa Hukumnya Robert Simangungsong menunjukkan bukti kepada Majelis Hakim bahwa penggunaan gelar akademik M.H.I dapat disebut M.H berdasarkan Permenag (Peraturan Menteri Agama) Nomor 33 Tahun 2016 tentang Gelar Akademik Perguruan Tinggi Keagamaan.

Seusai mendengarkan keterangan dua saksi tersebut, Ketua Majelis Hakim Tongani lantas bertanya kepada Terdakwa Robert Simangungsong apakah keterangan para saksi sudah benar atau tidak.

“Keterangannya benar Yang Mulia,” ujar Robert Simangungsong.

Ketua Majelis Hakim Tongani memutuskan menunda persidangan pada Rabu, 10 Juli 2024 dengan agenda keterangan saksi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *