MAJALENGKA, RadarBangsa.co.id – Putaran final Majalengka Premier League (MPL) kelompok usia U-10 hingga U-12 resmi bergulir di Stadion Warung Jambu, Kabupaten Majalengka, Senin (5/1/2026). Kompetisi ini menjadi bagian penting dari strategi pembinaan sepak bola usia dini yang digagas PSSI Majalengka untuk memperkuat fondasi atlet lokal sejak dini.
Sebanyak 15 Sekolah Sepak Bola (SSB) dari berbagai kecamatan ambil bagian dalam turnamen tersebut. Sejak pagi, atmosfer stadion dipenuhi semangat para pemain cilik yang menampilkan teknik dasar, kerja sama tim, dan sportivitas di hadapan pelatih, orang tua, serta pengurus PSSI Majalengka yang memantau langsung jalannya pertandingan.
Ketua PSSI Majalengka, H. Asep Mulyana Muslim, menegaskan MPL usia dini bukan sekadar ajang perebutan gelar, melainkan instrumen pembinaan jangka panjang yang dirancang berjenjang dan berkelanjutan.
“Majalengka Premier League U-10 hingga U-12 ini adalah ruang pembinaan. Fokus kami bukan hanya hasil pertandingan, tetapi proses pembentukan teknik, mental bertanding, dan karakter sportivitas anak-anak sejak usia awal,” kata H. Asep Mulyana Muslim saat dihubungi melalui sambungan telepon, Senin (5/1/2026).
Ia menilai tingginya partisipasi SSB mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pembinaan sepak bola usia dini. Kompetisi rutin, menurutnya, menjadi sarana efektif untuk memantau perkembangan pemain secara konsisten dan terukur.
“Dari ajang seperti ini, kami berharap lahir pemain-pemain potensial yang kelak mampu membawa nama Majalengka ke level provinsi hingga nasional. Yang utama, anak-anak menikmati proses belajar dan terus berkembang,” ujarnya.
Ke depan, PSSI Majalengka berkomitmen menggelar kompetisi usia muda secara berkesinambungan. Langkah ini diharapkan mampu membangun ekosistem sepak bola daerah yang kuat, terarah, dan berorientasi pada pembinaan jangka panjang.
Penulis : Eko Widiantoro
Editor : Zainul Arifin








