SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Batik bukan sekadar pilihan busana bagi Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia itu dikenal konsisten mengenakan kain maupun busana bercorak batik dalam berbagai agenda publik.
Mulai kegiatan resmi, pertemuan dengan masyarakat, agenda kebangsaan hingga kegiatan sosial, motif batik kerap menjadi bagian dari penampilan Ning Lia. Pilihan tersebut menjadi salah satu caranya menunjukkan kedekatan dengan kekayaan budaya Nusantara.
Bagi Ning Lia, batik memiliki makna yang jauh lebih luas dibanding sekadar kain bermotif. Setiap corak menyimpan identitas, kreativitas, filosofi, serta perjalanan budaya masyarakat Indonesia.
“Batik adalah kecantikan Nusantara. Setiap motif memiliki cerita, karakter dan keindahan masing-masing. Saat kita memakai batik, sesungguhnya kita sedang membawa serta kekayaan budaya Indonesia,” ujar Ning Lia.
Kecintaan tersebut juga terlihat dari pilihan busana Ning Lia yang memadukan motif tradisional dengan sentuhan modern. Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan motif batik yang sangat beragam. Setiap daerah memiliki ciri, warna dan filosofi tersendiri.
“Batik bukan hanya indah untuk dipandang dan dikenakan. Di dalamnya ada karya para perajin, ada tradisi, ada nilai budaya, bahkan ada identitas daerah yang harus kita jaga bersama,” kata Ning Lia.
Momentum Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober juga menjadi pengingat bahwa batik tidak semestinya hanya hadir dalam acara seremonial. Ning Lia mendorong masyarakat, terutama generasi muda, untuk menjadikan batik sebagai bagian dari keseharian.
Menurutnya, perkembangan desain dan kreativitas perajin membuat batik semakin fleksibel. Batik dapat dikenakan dalam suasana formal maupun santai, termasuk dipadukan dengan tren fesyen modern.
“Anak-anak muda jangan ragu memakai batik. Batik bisa tetap modern, keren dan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas budayanya,” tutur Ning Lia.
Ia menambahkan, kecintaan terhadap batik tidak berhenti pada pemakaian. Dukungan terhadap perajin dan pelaku UMKM batik juga penting untuk menjaga keberlangsungan ekosistem batik agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.
Bagi Ning Lia, mengenakan batik merupakan salah satu cara sederhana untuk terus menjaga hubungan masyarakat dengan warisan budaya Indonesia.
“Karena batik bukan sekadar busana. Batik adalah identitas, kebanggaan, dan kecantikan Nusantara yang harus terus kita rawat bersama,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar