PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 63 peserta mengikuti Lomba Fashion Show Batik khas Kabupaten Pasuruan yang digelar Pokja III Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Mpu Sindok, Komplek Kantor Bupati Pasuruan, Selasa (6/10/2026).
Lomba tersebut menjadi ajang untuk memperkenalkan sekaligus mendorong kecintaan terhadap produk batik karya pengrajin dan desainer lokal khas daerah. Pesertanya berasal dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kecamatan, hingga asisten dan staf ahli Bupati Pasuruan.
Kegiatan dibuka secara resmi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak. Ia menilai fashion show tersebut dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan batik hasil karya pengrajin daerah, khususnya dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pasuruan.
“Dengan ini, lomba fashion show batik khas Kabupaten Pasuruan saya nyatakan dibuka dan dimulai,” ucap Arumi diikuti tepukan tangan para peserta.
Arumi juga memberikan apresiasi kepada Dekranasda Kabupaten Pasuruan karena menggelar kegiatan yang melibatkan pengrajin batik dan desainer lokal. Menurutnya, keterlibatan keduanya menjadi bagian penting dalam menghadirkan batik daerah dalam bentuk busana.
“Ada campur tangan pengrajin batik dan desainer lokal yang berpartisipasi. Maka dari itu, saya ucapkan terima kasih kepada Dekranasda Kabupaten Pasuruan yang telah menyelenggarakan lomba ini,” katanya.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan, Merita Rusdi Sutejo, turut menyampaikan kebanggaannya terhadap karya para pembatik dan desainer lokal. Ia menilai perpaduan karya tersebut mampu menghasilkan busana yang unik dan menarik.
“Saya sangat bahagia karena bisa melihat karya pembatik dan desainer menyatu dalam satu pakaian yang dikenakan dan dilombakan. Salut sama seluruh pesertanya,” ungkapnya.
Merita juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta, termasuk mereka yang belum berhasil meraih juara. Ia menekankan bahwa seluruh peserta telah menampilkan kemampuan terbaik dalam kompetisi tersebut.
“Selamat kepada seluruh pemenang, dan yang belum menang, semuanya sudah menampilkan yang terbaik. Karena ini adalah kompetisi, jadi harus ada yang menang dan kalah,” imbuhnya.
Dalam perlombaan tersebut, juara pertama diraih istri Kepala Bappperida Kabupaten Pasuruan, Bakti Jati Permana. Ia menggunakan kain batik pesanan dari Ferry Sugeng Santoso, salah satu pembatik yang disebut telah memiliki nama besar di Pasuruan.
Bakti mengungkapkan persiapan untuk berjalan di atas panggung dilakukan dalam waktu singkat. “Yang ngajari anak saya semalam. Tapi kalau baju udah pesan cukup lama dari Mas Ferry,” terangnya.
Juara II diraih Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tri Krisni Astuti, sedangkan juara III diraih istri Sekretaris Kecamatan Rejoso. Juara Harapan I diraih Ovie Digdo, istri Kepala Dinas Perhubungan.
Sementara itu, Juara Harapan II diraih istri Kepala BKPSDM, Andriani Farida, dan Juara Harapan III diraih istri Camat Gempol. Penghargaan best costume diraih Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Anak serta Neng Yana sebagai Best Costume Pengurus PKK Kabupaten Pasuruan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar