LAMONGAN, RadarBangsa.co.id — Sebanyak 292 peserta ambil bagian dalam Lomba Desain Batik Lamongan 2026 yang digelar Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Lamongan di Pendopo Lokatantra, Minggu (5/10).
Peserta berasal dari berbagai jenjang dan kategori, mulai dari kategori umum hingga pelajar SD dan SMP/MTs. Rinciannya, 50 peserta kategori umum, 44 peserta SD kelas 1–3, 71 peserta SD kelas 4–6, serta 127 peserta SMP/MTs.
Khusus kategori umum, peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi awal. Dari proses tersebut, sebanyak 15 peserta dinyatakan lolos sebagai finalis untuk melanjutkan ke tahap kedua.
Ketua Dekranasda Kabupaten Lamongan Anis Kartika Yuhronur Efendi membuka langsung lomba tersebut. Ia menyebut kompetisi desain batik sebagai salah satu langkah untuk menjaga keberlanjutan batik Lamongan melalui kreativitas dan inovasi.
“Ini menjadi langkah awal bagi kita untuk terus melestarikan dan mengembangkan batik Lamongan. Saya berharap seluruh peserta dapat menjunjung tinggi sportivitas, menampilkan ide terbaik, serta menghasilkan karya yang berkarakter dan mencerminkan potensi diri,” tutur Anis.
Menurut Anis, lomba tersebut juga menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi antara Dekranasda, pelaku industri kecil dan menengah (IKM), serta dunia pendidikan dalam pengembangan kerajinan batik Lamongan.
Ia berharap karya yang lahir dari kompetisi tersebut dapat ikut memberikan kontribusi bagi pengembangan batik daerah. Seluruh desain yang dihasilkan dalam lomba nantinya menjadi hak panitia untuk mendukung pengembangan dan pemanfaatan motif batik Lamongan.
Ketua Harian Dekranasda Lamongan Anang Taufik mengatakan, lomba tersebut merupakan puncak rangkaian kegiatan yang sebelumnya diawali workshop dan technical meeting pada 24 September 2026 di Pendopo Lokatantra.
Pada tahap lomba, peserta diberi ruang untuk menuangkan kreativitas dan menghasilkan desain batik yang segar serta berdaya saing. Panitia menetapkan lima juara pada masing-masing kategori, yakni umum, SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, dan SMP/MTs.
“Dalam kompetisi ini, panitia akan menetapkan masing-masing lima juara pada empat kategori, yakni kategori umum, SD kelas 1–3, SD kelas 4–6, serta SMP/MTs. Dengan demikian, terdapat total 20 pemenang yang akan memperoleh penghargaan atas kreativitas dan karya terbaik mereka,” jelas Anang.
Keberagaman peserta tersebut membuat lomba tidak hanya menjadi ajang kompetisi desain, tetapi juga memberikan ruang bagi pelajar dan masyarakat umum untuk mengenal, mengembangkan, serta mengekspresikan gagasan melalui batik Lamongan.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar