MALANG, RadarBangsa.co.id – Enam koleksi busana karya kolaborasi desainer lokal Kota Probolinggo tampil dalam Malang Fashion Week (MFW) 2026 di Malang City Point, 5–8 November 2026. Partisipasi ini menjadi kesempatan bagi pelaku industri kreatif daerah untuk memperkenalkan karya mereka di panggung fashion berskala nasional dan internasional.
Melalui Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Probolinggo, enam koleksi tersebut diperagakan oleh enam model dengan sentuhan kreatif tiga desainer, yakni Yayuk Setyowati, Vivin Nur Fitria, dan Vika R.
Koleksi yang ditampilkan mengusung karakter fashion daerah dengan sentuhan futuristik, selaras dengan tema MFW 2026, yaitu REGEN atau Regeneration.
Ketua Dekranasda Kota Probolinggo, Evariani Aminuddin, hadir langsung menyaksikan penampilan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Malang kepada Dekranasda Kota Probolinggo untuk berpartisipasi dalam ajang tersebut.
Menurut Evariani, keikutsertaan ini bukan sekadar kesempatan menampilkan busana, tetapi juga menjadi ruang bagi desainer dan pelaku fashion lokal untuk memperkenalkan karya sekaligus memperluas jejaring.
“Keikutsertaan Kota Probolinggo dalam Malang Fashion Week 2026 menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan berharga bagi para desainer dan pelaku fashion lokal untuk menunjukkan kreativitasnya. Kami berharap kesempatan ini dapat menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan menghadirkan produk fashion yang semakin berkualitas serta memiliki daya saing,” ungkap Evariani.
Malang Fashion Week 2026 merupakan penyelenggaraan ke-9 dengan mengangkat tema REGEN. Tema tersebut membawa pesan mengenai regenerasi, kolaborasi, dan keberlanjutan dalam pengembangan industri kreatif.
Ajang yang didukung KPw BI Malang ini melibatkan 85 desainer profesional dari tingkat regional dan mancanegara, lima guest designer nasional, serta 120 model profesional selama empat hari penyelenggaraan.
Berbagai kategori busana ditampilkan dalam perhelatan tersebut, mulai dari Modest Wear, Evening Wear, Ethnic Wear, Urban Wear hingga Kids Wear.
Selain peragaan busana, MFW 2026 juga menghadirkan pameran fashion, seminar, kompetisi desain, audisi model, serta bazar yang memberikan ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bagi Kota Probolinggo, keikutsertaan dalam ajang ini diharapkan dapat memperluas pengenalan karya desainer lokal sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku industri fashion dari berbagai daerah dan negara.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar