Khofifah Apresiasi 505 Sekolah Jatim, Raih Penghargaan ImagiNation 2026

Jumat, 6 November 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA, RadarBangsa.co.id – Sebanyak 505 sekolah dari Jawa Timur ambil bagian dalam kompetisi nasional ImagiNation 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak dibandingkan provinsi lain dan mengantarkan Jawa Timur meraih penghargaan Provinsi Terbaik dalam ajang yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama AssemblrEDU.

Capaian itu melampaui Jawa Barat yang mengikutsertakan 457 sekolah dan Jawa Tengah dengan 293 sekolah. Dari total peserta Jawa Timur, sebanyak 223 sekolah berasal dari jenjang SD, 119 SMP, serta 163 SMA/SMK.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyebut capaian tersebut sebagai hasil keterlibatan murid, guru, kepala sekolah, dan orang tua dalam mendorong kreativitas di lingkungan pendidikan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi kebanggaan kita bersama. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada para murid, guru, kepala sekolah, serta seluruh insan pendidikan Jawa Timur yang terus bergerak dan berkarya. Di balik setiap karya anak-anak kita, ada ketekunan belajar, kesabaran guru mendampingi, serta dukungan orang tua yang patut kita hargai,” ungkap Khofifah di Surabaya, Jumat (6/11/2026).

Menurut Khofifah, prestasi pendidikan tidak cukup diukur dari penghargaan yang diperoleh. Proses meraih prestasi juga harus mendorong peningkatan kemampuan murid, memperkaya metode pembelajaran, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekolah.

“Prestasi menjadi salah satu ukuran keberhasilan pendidikan ketika lahir dari proses belajar yang berkualitas. Kita ingin anak-anak semakin mampu berpikir kritis, berani mencoba, terampil memecahkan masalah, dan memiliki karakter yang kuat. Itulah makna prestasi yang harus terus kita tumbuhkan di Jawa Timur,” tegasnya.

Ia berharap tingginya partisipasi sekolah tersebut dapat menjadi modal untuk memperluas inovasi pembelajaran. Namun, keterlibatan itu perlu disertai pendampingan agar kreativitas murid dan guru berkembang menjadi karya berkualitas serta praktik pembelajaran yang berkelanjutan.

“Saya ingin semangat berprestasi ini tumbuh di semakin banyak sekolah. Setiap anak harus mendapatkan kesempatan untuk menemukan potensinya, setiap guru mendapatkan ruang untuk berinovasi, dan setiap sekolah memiliki keberanian untuk berkembang. Dari kesempatan itulah kita menumbuhkan pendidikan yang bermutu dan semakin merata,” ujarnya.

Khofifah juga menyoroti peran guru dalam mengikuti perkembangan teknologi. Menurutnya, kemampuan pendidik untuk memperbarui pengetahuan dan metode mengajar berpengaruh terhadap tumbuhnya minat belajar serta kepercayaan diri murid.

“Terima kasih kepada para guru yang tidak pernah berhenti belajar demi memberikan yang terbaik bagi anak-anak kita. Ketika guru mau mencoba cara baru, mendengarkan gagasan murid, dan mendampingi mereka dengan sepenuh hati, sekolah menjadi tempat yang menyenangkan untuk belajar dan berani bermimpi,” tuturnya.

Dalam ImagiNation 2026, guru dan murid mendapat ruang untuk menghasilkan karya interaktif berbasis teknologi tiga dimensi (3D) dan augmented reality (AR). Khofifah berharap pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu peserta didik memahami materi pelajaran sekaligus mengembangkan imajinasi.

“Teknologi harus membantu anak-anak memahami pelajaran dengan lebih baik dan memberi ruang bagi mereka untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat. Kemampuan digital perlu berjalan bersama etika, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama,” pesannya.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan tingginya partisipasi tersebut tidak lepas dari antusiasme guru dan murid dalam memanfaatkan teknologi untuk mengembangkan kreativitas serta inovasi pembelajaran.

Ia berharap kompetisi tersebut terus diselenggarakan pada tahun-tahun berikutnya agar menjadi wadah bagi pendidik dan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan kualitas pembelajaran.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan bahwa ImagiNation 2026 merupakan penyelenggaraan perdana. Ia berharap kompetisi tersebut dapat berlanjut setiap tahun dengan cakupan bidang teknologi yang semakin luas, termasuk kecerdasan artifisial dan koding.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan pentingnya membangun karakter kreatif, konsisten, memiliki rasa ingin tahu, dan rendah hati. Menurutnya, penguasaan teknologi harus diimbangi kemampuan berpikir logis serta tanggung jawab dalam pemanfaatannya.

“Teknologi harus menjadi alat yang membantu manusia, bukan justru mengendalikan kehidupan manusia,” pesannya.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti menambahkan, sebanyak 16,9 juta pengguna akun belajar.id memperoleh akses AssemblrEDU. Pemanfaatan platform tersebut oleh guru dan murid telah menghasilkan lebih dari 244 ribu pembelajaran digital.

Khusus dalam kompetisi ImagiNation 2026, lebih dari 5.200 guru dan murid berpartisipasi dengan menghasilkan lebih dari 1.600 proyek. Sebanyak 1.393 karya terpilih untuk mengikuti tahapan kompetisi selanjutnya, terdiri atas 908 karya murid dan 485 karya guru.

Kompetisi ini mencakup empat kategori, yakni Dreamers untuk jenjang SD atau sederajat, Makers untuk SMP atau sederajat, Visionaries untuk SMA/SMK atau sederajat, serta EDU Innovators untuk guru. Penyelenggaraannya juga mendapat dukungan Samsung melalui program Samsung for Education.

Penulis : Nul

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Menaker Buka Pelatihan Vokasi di Cirebon, 2.000 Peserta Ikut Program
12.730 Anak Tak Sekolah di Probolinggo, Ning Marisa Ajak PKK Bergerak
Dua SD di Pasuruan Direvitalisasi, Sekolah Lestari Tak Hanya Benahi Fasilitas
Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029
Senator Cantik Anggota DPD RI Lia Istifhama Nyanyi Taman Jurug di Wisuda Polteksi, Lanjutkan Pesan Penting bagi Lulusan
MagangHub Batch 3 Dibuka, Ini Jadwal Seleksi dan Pengumumannya
Tingkatkan Akses Minat Baca, Dispusip Jember Buka Layanan Perpustakaan Hingga Malam Hari
Khofifah Bantu 224 Murid di Probolinggo agar Tak Putus Sekolah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 18:51

Menaker Buka Pelatihan Vokasi di Cirebon, 2.000 Peserta Ikut Program

Jumat, 6 November 2026 - 18:35

Khofifah Apresiasi 505 Sekolah Jatim, Raih Penghargaan ImagiNation 2026

Kamis, 5 November 2026 - 09:41

12.730 Anak Tak Sekolah di Probolinggo, Ning Marisa Ajak PKK Bergerak

Kamis, 5 November 2026 - 08:28

Dua SD di Pasuruan Direvitalisasi, Sekolah Lestari Tak Hanya Benahi Fasilitas

Kamis, 5 November 2026 - 06:58

Kembali ke SMA 16 Surabaya, Lia Istifhama Ajak Generasi Muda Melek Politik Jelang Pemilu 2029

Berita Terbaru