PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Pemerintah Kabupaten Pasuruan mempercepat perbaikan penerangan jalan umum (PJU) di berbagai wilayah sebagai respons atas tingginya laporan masyarakat terkait lampu jalan yang padam. Hingga awal Juli 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pasuruan mencatat sebanyak 1.156 titik PJU telah diperbaiki dari total sekitar 1.200 aduan yang masuk.
Perbaikan dilakukan di seluruh kecamatan dengan mengutamakan lokasi yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kecelakaan maupun aktivitas masyarakat pada malam hari. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Kepala Dishub Kabupaten Pasuruan, Digdo Sutjahjo, mengatakan laporan kerusakan PJU diterima melalui berbagai kanal pengaduan, mulai media sosial seperti TikTok dan Instagram hingga layanan Call Center Dishub serta Call Center 112.
“Kalau total pengaduan yang masuk sudah 1.200 aduan, dan yang sudah kami layani ada 1.156 aduan. Seluruhnya tersebar di semua kecamatan,” kata Digdo saat meninjau perbaikan PJU di Desa Curahrejo, Kecamatan Sukorejo, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, proses penanganan dilakukan berdasarkan urutan laporan yang diterima. Namun, Dishub juga mempertimbangkan tingkat urgensi di lapangan, terutama apabila lampu jalan berada di ruas dengan arus lalu lintas tinggi atau dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Penanganan mengacu pada urutan aduan yang masuk dan mempertimbangkan tingkat urgensi kondisi di lapangan sehingga perbaikannya bisa segera kami lakukan,” ujarnya.
Dalam proses perbaikan, Dishub mengerahkan lima unit kendaraan crane dan tiga tim teknis yang disebar ke seluruh wilayah Kabupaten Pasuruan. Petugas melakukan penggantian komponen yang rusak, pemeriksaan jaringan kabel, hingga memastikan lampu kembali berfungsi secara optimal.
Selain PJU, pemeliharaan juga mencakup perlengkapan jalan lain seperti rambu lalu lintas, cermin tikungan, Pedestrian Crossing Traffic Light (PCTL), alat pemberi isyarat lalu lintas (APIL), serta traffic light yang mengalami gangguan.
Digdo menegaskan, percepatan perbaikan infrastruktur jalan merupakan bentuk respons terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus upaya menekan risiko kecelakaan pada malam hari.
“Kami berharap lingkungan menjadi lebih terang sehingga keamanan pengguna jalan meningkat dan potensi kecelakaan lalu lintas pada malam hari dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Penulis : Nul
Editor : Zainul Arifin


















Komentar