PSC 119 RSUD HMR Raih Gold Status, Respons Kurang dari 10 Menit Jadi Kunci Penanganan Stroke

Rabu, 16 September 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

PSC 119 RSUD HMR saat penguatan layanan emergency stroke di Mataram, Rabu (16/9/2026).

PSC 119 RSUD HMR saat penguatan layanan emergency stroke di Mataram, Rabu (16/9/2026).

MATARAM, RadarBangsa.co.id – PSC 119 RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram meraih Gold Status dari Angels Initiative untuk layanan emergency stroke. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi terhadap penguatan layanan kegawatdaruratan stroke, terutama dalam mempercepat respons terhadap pasien.

Direktur RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram, dr. Hj. NK Eka Nurhayati, Sp.OG, Subsp F.E.R, M.Kes., M.Sc., menyampaikan capaian tersebut dalam kegiatan di Aula Pendopo Wali Kota Mataram, Rabu (16/9/2026).

“Alhamdulillah, tahun 2026 ini PSC 119 dari RSUD H. Moh. Ruslan Kota Mataram mendapatkan penghargaan Gold Status untuk layanan emergency stroke,” ujar dr. Eka.

Menurut dr. Eka, PSC 119 RSUD H. Moh. Ruslan terus diperkuat untuk mendukung penanganan pasien stroke. Salah satunya melalui tombol panik yang dapat diinstal pada telepon seluler masyarakat sehingga akses terhadap layanan kegawatdaruratan lebih mudah.

“Response time kami dari panggilan sampai kami kembali ke rumah sakit kurang dari 10 menit. Kami mendapat apresiasi karena kecepatan itu sangat penting dalam penanganan stroke,” katanya.

Kecepatan tersebut menjadi bagian penting karena pasien stroke memiliki waktu terbatas untuk mendapatkan terapi yang sesuai. Pada kasus stroke iskemik tertentu, terapi reperfusi perlu dipertimbangkan dalam jendela waktu yang sesuai, termasuk hingga 4,5 jam sejak gejala muncul untuk terapi trombolisis intravena bagi pasien yang memenuhi syarat.

“Karena ada istilah golden time, yaitu kurang dari 4,5 jam kasus stroke harus sudah ditangani,” ujar dr. Eka.

Perwakilan Angels Initiative, Didit Abdullah, mengatakan lembaganya berfokus meningkatkan jumlah daerah siaga stroke sekaligus kualitas layanan emergency stroke bagi masyarakat.

Salah satu persoalan yang masih ditemukan adalah keterlambatan pasien datang ke rumah sakit.

“Fakta di lapangan masih banyak pasien stroke yang terlambat datang ke rumah sakit,” ujar Didit.

Menurut Didit, penanganan stroke sangat bergantung pada golden period, yakni rentang waktu kritis sejak gejala pertama muncul untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.

Melalui konsep Kota Siaga Stroke, Angels Initiative mendorong optimalisasi seluruh rantai penanganan stroke, mulai dari masyarakat hingga pelayanan medis darurat di rumah sakit.

Bersama RSUD H. Moh. Ruslan, Angels Initiative juga membentuk tim siaga stroke untuk mengidentifikasi dan mengatasi berbagai kendala penanganan stroke di Kota Mataram dan NTB, terutama melalui pelatihan PSC 119 MEMS.

Selain penghargaan, dukungan Angels Initiative turut diarahkan pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan. Salah satu dokter RSUD H. Moh. Ruslan, dr. Putri, mendapat kesempatan belajar ke Swiss melalui dukungan tersebut.

RSUD H. Moh. Ruslan juga dipercaya menjadi salah satu rumah sakit yang berperan dalam pelatihan tenaga kesehatan di NTB.

“Dengan mendapatkan penghargaan ini, support luar biasa diberikan oleh Angels Initiative. Kami dipercaya untuk melatih semua nakes yang ada di NTB,” tutur dr. Eka.

Ia menambahkan, sekitar 234 pasien disebut telah berhasil diselamatkan dari risiko kecacatan dan kematian akibat stroke melalui upaya penanganan yang dilakukan.

“Sekitar 234 pasien sudah kita selamatkan dari kecacatan dan kematian akibat stroke. Ini merupakan prestasi yang luar biasa,” katanya.

Wali Kota Mataram, H. Mohan Roliskana, mengapresiasi langkah RSUD H. Moh. Ruslan dalam memperkuat layanan emergency stroke.

Menurut Mohan, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem pelayanan kesehatan yang melibatkan rumah sakit, tenaga medis, dan masyarakat.

“Bagi saya ini pencapaian yang sangat luar biasa karena RSUD HMR berani mengambil terobosan, berani mengambil risiko, tetapi tetap terukur,” ujar Mohan.

Perolehan Gold Status menjadi bagian dari penguatan layanan kegawatdaruratan stroke RSUD H. Moh. Ruslan, sekaligus mendorong peningkatan kecepatan respons dan jejaring pelayanan agar pasien tidak terlambat mendapatkan pertolongan.

Penulis : Aini

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember
Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga
Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke
95 Lukisan SBY Dipamerkan di Surabaya, Khofifah Soroti Karya tentang Tsunami Aceh
PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa
Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton
2.432 Kader TP PKK Dilibatkan, Kota Mataram Perkuat Jejaring Siaga Stroke
Sidoarjo Jadi Daerah Percontohan InCircular, Subandi Dorong Pengelolaan Sampah dari Hulu

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:45

Beda Pilihan Politik Harus Dikesampingkan, Gus Fawait: Sekarang Waktunya Bangun Jember

Rabu, 16 September 2026 - 18:13

Hari Jadi Pasuruan ke-1097, RSUD Bangil Gelar Baksos Medis Gratis untuk Puluhan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 18:03

Tiga Kali Raih Diamond Status, RSUD HMR Mataram Selamatkan 234 Pasien Stroke

Rabu, 16 September 2026 - 14:43

PERWOSI Lamongan Periode 2025–2029 Dilantik, Bidik Atlet Perempuan hingga Pelosok Desa

Rabu, 16 September 2026 - 14:36

Produksi Garam Lamongan Baru 1.317 Ton, Pemkab Optimistis Kejar Target 20.000 Ton

Berita Terbaru