Ancam Masa Depan Pelajar, BNN Pasuruan Serukan Perang Melawan Narkoba

Jumat, 24 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Podcast Bahaya Narkoba yang digelar BNN Kabupaten Pasuruan di Cafe Kopirex, Desa Randupitu, Gempol, Kamis (23/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

Podcast Bahaya Narkoba yang digelar BNN Kabupaten Pasuruan di Cafe Kopirex, Desa Randupitu, Gempol, Kamis (23/7/2026). (Foto Dok Ho/RadarBangsa.co.id)

PASURUAN, RadarBangsa.co.id – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pasuruan terus menggencarkan upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Podcast Randupitu bertajuk Bahaya Narkoba yang digelar di Cafe Kopirex, Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kamis (23/7/2026) malam.

Kegiatan yang disiarkan langsung melalui kanal YouTube Seven Project tersebut menghadirkan narasumber dari BNN Kabupaten Pasuruan, Polsek Gempol, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM). Diskusi interaktif ini juga diikuti mahasiswa KKN Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Pasuruan.

Perwakilan BNN Kabupaten Pasuruan, Fendy Mochamad, menegaskan ancaman narkoba kini tidak hanya menyasar orang dewasa, tetapi juga kalangan pelajar. Karena itu, pendidikan karakter berbasis moral dan spiritual perlu ditanamkan sejak usia dini sebagai benteng utama pencegahan.

“Iman dan takwa adalah benteng utama agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam lingkaran setan narkoba. Edukasi sejak dini, bahkan mulai dari tingkat TK hingga SD, merupakan langkah preventif yang sangat krusial,” ujar Fendy.

Ia menjelaskan, upaya pencegahan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan keluarga, lingkungan pendidikan, dan masyarakat. Menurutnya, penguatan nilai-nilai moral menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap pengaruh negatif narkoba.

Fendy juga mengingatkan para orang tua untuk mengedepankan komunikasi dan pendampingan apabila mendapati anak terjerat penyalahgunaan narkoba. Pendekatan yang humanis dinilai lebih efektif dibandingkan sikap menghakimi.

“Jika anak telanjur terjerat, orang tua jangan panik apalagi menghakimi. Bangun komunikasi yang terbuka dan segera upayakan proses rehabilitasi dengan melibatkan pemerintah desa setempat,” ungkapnya.

Menurutnya, pola pergaulan di lingkungan sekolah, tempat tinggal, hingga dunia kerja kerap menjadi pintu masuk penyalahgunaan narkoba. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan kepedulian bersama harus terus diperkuat.

“Narkoba akan terus beredar selama pasokan dan permintaannya masih ada. Oleh karena itu, memutus rantai peredaran ini adalah tugas kita bersama,” pungkasnya.

Penulis : Ahmad

Editor : Zainul Arifin

Berita Terkait

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju
Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja
24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan
Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung
SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan
Bupati Bangkalan Dorong Kader Kesehatan Perkuat Pendampingan Ibu dan Anak
PAPDESI Kendal Berharap Siltap Kades dan Perangkat Desa Tetap Dipertahankan
PIWK Sidoarjo Dikebut, Subandi Minta Jalan Rusak Segera Ditangani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:46

496 Tahun Pamekasan, Komitmen Baru untuk Daerah yang Lebih Maju

Senin, 2 November 2026 - 10:14

Pemprov Jatim Raih Satya JKN Awards 2026, Khofifah Perkuat Perlindungan Pekerja

Senin, 2 November 2026 - 06:05

24 Tim dari 18 Kecamatan Ramaikan Bupati Cup Free Fire Pasuruan

Senin, 2 November 2026 - 01:29

Seni Budaya Kendal Tampil di Panggung Nasional TMII, Sedot Perhatian Pengunjung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:43

SMK Muhammadiyah 3 Weleri Bentuk Siswa Disiplin dan Peduli Lingkungan

Berita Terbaru